ACARA SYUKURAN ROMO( MARSELINUS NAI KEY )BERUJUNG DUKA.

Brita  Akurat
Karya Brita  Akurat Kategori Lainnya
dipublikasikan 02 Desember 2017
ACARA SYUKURAN ROMO( MARSELINUS NAI KEY )BERUJUNG DUKA.

MALAKA INSPIRASI --- Syukuran tahbisan Imam 30/11/2017 berujung duka ini terjadi di Brama. 

Vicentius Bau, kakak Kandung romo Marselinus Tewas usai ditikam dengan Benda Tajam Tepat di Leher Bagian kanya PADA Jumat (1/12/2017) dini hari.


Korban Yang Sempat dilarikan Ke rumah sakit penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, merenggang nyawa dalam perjalanan menuju RSPP Betun akibat luka robek pada bagian Kiri leher. 

Pelaku adalah pasangan pemuda yang ikut acara tersebut. Diduga kuat, para pelaku melakukan perbuatan nekat itu setelah mengonsumsi minuman keras (miras)  Sedang korban adalah kakak kandung Romo Marselinus Nai Kei, Pr.

Salah seorang korban, Ferdy Seran dan ketua panitia syukuran Yohanes Mauk Fahik kepada Inspirasi Jumat (01/12) menjelaskan, korban Vincentius mati setelah ditikam pelaku menggunakan pecahan botol miras tepat di bagian leher bagian kiri korban. Selain korban meninggal dunia, Michael Nahak juga menjadi korban luka bacok.

"Ada dua korban dalam kejadian itu Korban Vincentius sempat dilarikan ke RSPP Betun tapi tidak sempat tertolong karena meninggal dalam perjalanan. Seperti korban Michael Nahak setelah mendapat perawatan sudah kembali ke rumah," tutur Ferdy didampingi ketua panitia Yohanes Masuk Fahik.

Sesaat setelah kejadian, menurut Ferdy, langsung ke pihak Polsek Malaka Tengah.

"Kami meminta aparat penyidik ​​untuk segera mengikuti para pelaku dan proses sesuai hukum yang berlaku karena acara syukuran ini adalah ruang iman," ujarnya.
Para pelaku, kata Ferdy, datang ke acara syukuran pakistan belasan orang dan duduk di luar tenda sambil mengonsumsi minuman beralkohol. Mereka kemudian menciptakan situasi yang membabi buta.

Menurut dia, saat sedang sedang sedang berlangsung, tiba-tiba para para pelaku membabi buta menyerang korban menggunakan pecahan botol. Michael Nahak yang berusaha melerai, para pelaku malahan menyerangnya sehingga terkena luka sobek.

Melihat keadaan semakin tidak terkendali, Ansel Muti sempat ikut membantu korban. Namun Ansel lagi-lagi menjadi sasaran amukan para pelaku.

Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan yang gempa melalui Kasat Reskrim Polres Belu Iptu Jemy Oktovianus Noke mengatakan, terhadap kasus berdarah itu, para para pelaku YS alias Yopi dan kawan-kawan telah ditangkap di Biudukfoho saat sedang bersembunyi di dalam hutan. Saat ini para para sedang sedang dalam pengamanan pihak Mapolsek Malaka Tengah.

Jemy menjelaskan, kasus perkelahian itu dipicu ketersinggungan para para korban dengan keluarga korban. Begitu, para para pelaku sudah cukup kenal miras jenis habuck lantas menganiaya korban Vincentius ke dunia.

"Sejauh ini kita sudah mengamankan 13 orang yang Masih sebagai pelaku masih berstatus. Kita sudah mengantongi pula beberapa nama lain yang Dikenal kuat dalam perkelahian tersebut," kata Jemy didampingi Kapolsek Malaka Tengah AKP Rinaldi Hastomo.

Menurut Jemy, kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Belu. Sedang sebagai barang bukti, penyidik ​​telah mengamankan pecahan botol yang berlumuran darah dan beberapa kursi rusak yang bisa dipakai saat ini perkelahian tersebut.

"Pelaku akan kita bawa ke Polres Belu untuk kita lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan nanti akan diketahui peran masing-masing pelaku," jelasnya.

Ketika disinggung benda yang digunakan untuk menikam leher korban, Jemy belum bisa memastikan benda apa yang digunakan. Dirinya mengatakan, hasil pemeriksaan dokter akan menjelaskan benda yang digunakan untuk menikam leher korban. (insp.Dede)

 

 

  • view 137