RAPAT KOORDINASI UPSUS PADI,JAGUNG,KEDELE TAHUN 2017 DI KAB.TTU"

Brita  Akurat
Karya Brita  Akurat Kategori Lainnya
dipublikasikan 23 November 2017
RAPAT KOORDINASI UPSUS PADI,JAGUNG,KEDELE TAHUN 2017 DI KAB.TTU

" RAPAT KOORDINASI UPSUS PADI,JAGUNG,KEDELE TAHUN 2017 DI KAB.TTU"

Balai besar Pelatihan peternakan Kupang Prop.NTT Mengelar Rapat Koordinasi Upsus Padi Jagung dan Kedele " Bersama Distan kab TTU,Mantri tani, PPL, koordinator penyuluh petanian,serta Jajaran Aparat Teritorial Babinsa Kodim TTU Dalam Upaya Khusus Swasembada Pangan Serta Program untuk Meningkatkan Ekonomi dan Swasembada Pangan Di Wilayah Kab.TTU yang dilaksanakan ,Pada kamis 23/11/2017,09.50 wita Di Aula Kontor Distan Kab.TTU prop.NTT.

Sosialisasi yang di selenggarakan Oleh "Balai besar Pelatihan Peternakan Kupang Prop.NTT" Dr.Ir.H.Adang Arya Sebagai Kepala balai tinggi pelatihan peternakan kupang ( Bersama Tim) .ini adalah sosialisasi Hari ke 3 Penajaman Kembali Rencana Tanam padi, jagung dan Kedele ( Kab.Malaka, Belu, TTU)yang merupakan Upaya Pemerintahan Prop.NTT Sebagai bentuk dalam pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Monitoring Wilayah terkait Upaya Swasembada Pangan Yang Berada di Prop.Ntt Meliputi 6 Wilayah yaitu,( Kab.malaka, Belu,TTU,TTS,Sumba Timur,Alor)

" Plt. Kepala Dinas Pertanian Timor Tengah Utara " Yan Lela Kaha " menjelaskan Pertemuan koordinasi penajaman rencana tanam padi, jagung, dan kedelai untuk salIng membagi pengalaman dan menimba masukan agar sejauh mungkin menemukan cara, methode, dan sistem dalam upaya percepatan pencapaian sasaran program karena terjadi pergeseran musim tanam karena curah hujan yang belum intens di Bulan November..Ungkap Yan..

"Kepada peserta diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya. Kepada Bapak Kepaka BBPP Kupang kami sampaikan terima kasih atas kesediaannya membagi pengalaman dengan kami di TTU" Harapnya..

"Pasiter Kodim TTU " Letnan Satu inf. Agustinus Ahang " menyatakan TNI siap mendukung 24 jam/hari program pencapaian swasembada pangan melalui upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai (Pajale) dengan menurunkan Babinsa untuk membantu Penyuluh Pertanian mengawal dan mendampingi petani melaksanakan Upsus Pajale" Tuturnya..

Dalam kesempatan yang sama juga, Kepala Balai Besar pelatihan peternakan Kupang, Dr.Ir.H.Adang Warya menyampaikan Beberapa poin penting terkait Sosialisasi/ Rapat Koordinasi Upsus Padi Jagung dan Kedele di Kab.TTU.

"Sosialisasi Ini Merupakan Penajaman Kembali prog Upsus padi, jagung dan Kedele di Kab.TTU yang Perlu dilakukan Terkait adanya pergeseran Musim yang Terjadi Di Wilayah NTT yang Biasanya curah Hujan Muncul pada bulan Oktober akan Tetapi yang saat ini kita lihat bahwa musim hujan lebih dominan muncul pada bulan November dan Itupun Hanya sekali / Dua kali.tentu saja target yang di bebankan untuk bulan oktober tidak dapat di laksanakan dengan Optimal,dan ini harus Carry Over.oleh karna itu perlu di lakukan Penajaman Rencana Kembali"...ungkap Adang Warya.

" Bahwa kegiatan ini adalah juga untuk mendiskusikan kembali hal- Hal yang berkaitan dengan Hajat hidup Orang banyak tentang bagaimana kita dapat menyiapkan sumber pangan yang cukup bagi orang banyak"

" Disamping itu juga Balai Besar pelatihan peternakan Kupang mendapatkan 6 Wilayah Monitoring prog.Upsus di Prop.NTT,untuk itu Kami Akan coba Road Show kesetiap Wilayah Monitoring" tuturnya.

" Penajamam ini perlu dilakukan kembali dan Harus care ower dan ini sangat penting bahwa akan ada keterkaitannya antara tanggal tanam dan tanggal panen serta keterkaitannya dengan persediaan pangan,
Dan Kalau kurang pangan pemerintah harus berpikir nagaimana Masyarakat bisa mendapatkan pangan yang cukup atau ada persedian pangan untuk masa yang akan datang"..

"Dimana pangan yang lebih harus di bagi atau di kirim ke yang Kurang.dan kita sudah mempunyai swasembada pangan tidak perluh lagi mengexport beras dari luar"...Jelas Adang Warya..

" Diharapkan untuk kegiatan hari ini harus tersusun tentang rencana tanam untuk periode bulan Oktober- Maret secara terperinci"..tuturnya...

" Bahwa untuk Para babinsa di minta untuk membantu serta mengawal dan mengawasi prog.Upsus Bersama PPL serta selalu berkoordinasi dengan PPL dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan...

" Sebagai Contoh Operasi yang dilakukan Oleh TNI Tentang pembebasan Sandra Baru- Baru ini di Irian.itu dilakukan oleh TNI dengan Rencana yang sudah Dibuat dengan jelas untuk operasi pembebasan..disitulah kita ambil contonya terkait kegiatan Upsus, Di mana para babinsa kita membantu berperang dengan Upaya ketahanan pangan wilayah yang harus direncanakan dengan jelas dan terperinci".jelas Adang warya.

" Selama 2 Tahun dalam program upsus dengan adanya keterlibatan Para babinsa dilihat adanya keterkaitan /tarik menarik dalam pelaksanaan kegiatan Besama PPL dan Pok Tani yang ada di wilayah masing- masing..

" Tentang peran Babinsa dalam prog.upsus, Sudah Ada MoU Antara Panglima TNI dengan Mentan RI.. Babinsa harus di bekali juga dengan ilmu pertanian...lanjut untuk signal koordinasi adalah BBPP, di mana penyuluh memberikan masukan dan laporan kegiatannya kepada Dinas dan Babinsa laporkan kepada pimpinannya dan di teruskan pada Dinas tentang hal kegiatan yang di kerjakan dalam prog.Upsus tuturnya

"Tentang Strategi yang di pakai oleh petugas PPL,penyuluh dan Para babinsa dalam pencapain Prog.Upsus yaitu, Signal Koordinasi,Latihan serta Fungsikan Mahasiswa untuk lakukan bimtek...

" Untuk PPL Di minta untuk lakukan kedekatan/Penyuluhan yang rutin kepada para kelompok tani yang dibentuk, Dengan para babinsa di minta untuk membantu Kepiwaian yang tidak bisa di lakukan oleh PPL.seperti contoh membantu mempersiapkan lahan dan perbaikan irigasi" Ucap Adang Warya.

" Babinsa juga diminta untuk membantu pengamanan Pangan wilayah yang tersedia serta melakukan pengamanan dan pengawasan distribusi Bahan kebutuhan pokok para kelompok tani seperti Distribusi Pupuk"

" Untuk diketahui juga bahwa Para Babinsa " Sama sekali Tidak Mengambil Ali "Kegiatannya PPL akan tetapi Para Babinsa " Membantu Tugas PPL"...Pungkas Adang Warya.( Bgr)

  • view 35