Mimpi

Rifa'atul Mahmudah
Karya Rifa'atul Mahmudah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 04 Agustus 2017
Mimpi

"Transport yang di tanggung, yang pakai kendaraan operasional kantor dan transport Salsa"Lantang dia ucapkan didepan kami, yang baru sampai lokasi acara gathering. Semua mata langsung tertuju padaku. Ya, namaku Salsabila, lengkapnya Fizghi Salsabila. Teman-temanku biasa memanggil aku Salsa.

Bukan senang yang aku rasakan, tapi aku kesal, apa maksudnya transportku ditanggung? kalau pun dia mau tanggung, bicarakan saja empat mata dan pakai dana pribadinya, bukan dana urunan, gerutu dalam hati. Mataku langsung mentapnya dengan tajam, mengisyaratkan aku marah dan butuh penjelasan.

"Ecie,,,, mentang-mentang kesayangan di spesialkan,,," Salah satu temanku angkat suara, entah siapa aku sedang tidak bisa fokus karena ulahnya.

Namanya Embun, kami pernah dekat, dan pernah menjalin hubungan lebih dari teman, sampai akhirnya aku memutuskan untuk kembali berteman saja.

Embun itu baik, terlalu baik malah, itu yang membuat aku akhirnya mundur, tidak tega menyakitinya. Aku merasa terlalu kejam menjalin hubungan dengannya, sedangkan perasaanku belum sepenuhnya untuknya. Dia akan menggodaku ketika aku salah, tidak pernah sekalipun dia marah, saat kami bersama, dia terlalu memanjakan aku yang tiba-tiba akan menjadi anak manja saat bersamanya.

Kami dekat karena sering berada dalam acara yang sama, kami memang tidak pernah pergi berdua saja, tapi aku dan embun selalu punya cerita, Embun akan mendengarkan aku dengan segala keluh kesahku. Sampai suatu waktu pacarku mengira aku suka padanya. Aku pun bingung dengan perasaanku saat itu, tapi jujur saat itu aku hanya menganggap Embun sahabat, tidaklebih dari itu. 

Saat pacarku sepihak memutuskanku, Embun selalu ada untukku, dan akhirnya aku mencoba menerima Embun. Waktu berjalan, aku menyadari, bahwa perasaanku pada Embun tidak sama dengan perasaanku pada mantan pacarku. Aku memang tidak mau kehilangan Embun, tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku, aku masih mencintainya. Maafkan aku Embun, aku lebih memilih kembali menjadi sahabat, meskipun itu sulit.

"Salsa, pesananku tidak lupa kan?" Vera menghampiriku, sambil tersenyum, membuyarkan lamunanku. Aku menarik Vera ke mobil, mengeluarkan tas yang penuh dengan pesanan Vera

"You are the best Sa,,," sambil mencium pipiku dia peluk Snoopy kesayangannya. 

"Sa, Embun masih suka kayaknya sama kamu."tawa geli Vera telihat menggodaku

"Apa sech kamu Ra?" aku berjalan kembali menghampiri yang lainnya

Aku mulai tidak nyaman, mataku mulai mencari seseorang, yang aku pastikan dia tidak datang, tapi aku masih mencarinya.

Aku merasa seseorang menghampiriku, bukan Embun, bukan juga Awi, dia sangat familiar,,,,

"KRIIIIIIIIIINNNNGGGGGG,,,,,,,,," aku terbangun dan meraih hpku, kumatikan alarm hpku, dan tersenyum. 

Dia datang tiba-tiba dalam mimpiku, orang yang begitu baik pada masa itu, aku hanya bisa berdo'a, semoga kau bahagia disana, dan terima kasih karena kau mencintaiku, meski hanya dalam mimpiku.

 

  • view 66