anakku adalah keajaibanku

Nelia  Hamid
Karya Nelia  Hamid Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 05 Januari 2017
anakku adalah keajaibanku

  Assalamualaikum bunda,,,

pernahkah janin yang bunda kandung dinyatakan BO (blighted ovum) dan harus di kuret? Pernahkah bunda mengalami pendarahan yang mengharuskan bunda bedrest total? Atau pernahkah janin dalam perut bunda dinyatakan sungsang pas hari H padahal seminggu sebelumnya normal-normal saja? Dan pernahkah bunda mengalami pembukaan 1 selama satu minggu? 

Jika bunda pernah mengalami satu atau bahkan semua kejadian diatas, maka kita pernah merasakan perasaan yang sama. 

Anak merupakan anugerah yang Allah berikan kepada umat Nya. Setiap pasangan suami istri sangatlah mendamba akan hadirnya seorang anak dalam kehidupan baru mereka. Tetapi, dalam setiap perjalanan tidak selalu lancar seperti harapan. Adakalanya menemukan hambatan hambatan yang membuat calon orang tua khawatir bahkan putus asa. Disinilah saya akan berbagi pengalaman saya ketika mengandung anak ke dua.

Pengalaman ini terjadi ketika usia kehamilan saya memasuki usia 5 bulan 6 hari, lebih tepatnya tanggal 13 agustus 2015. Pagi hari itu, perut saya terasa mulas seperti menjelang menstruasi dan terdapat bercak darah kecoklatan di celana dalam (maaf). Tidak banyak pikir, saya dan suami saya langsung bergegas menuju klinik bersalin terdekat. Sebut saja klinik bersalin dr.W.  disana dr.W memeriksa keadaan janin dalam rahim, tanpa melakukan pemeriksaan dalam (colok vaginal), dr.W hanya melakukan pemeriksaan USG.

"Usia kandungan ibu sudah hampir mau 6 minggu, seharusnya sudah terbentuk janin. Tapi ini kosong, hanya kantung rahimnya saja yang membesar. Ini hamil palsu, mual-mual muncul dari membesarnya kantung rahim bukan karena hamil. Ibu harus di kuret. Nanti setelah di kuret, ibu bisa hamil lagi. Lebih jelasnya nanti asisten saya yang akan menjelaskan." tutur dr.W.

Hamil palsu? Kuret (lebih tepatnya menggugurkan bagi saya)?  Hanya itu penjelasannya? Ketiga pertanyaan itu yang terbersit dalam benak saya.

Tak banyak bicara, saya dan suami keluar ruangan. Suami menuju tempat pembayaran, sedangkan saya menuju tempat asisten dr.W.

lalu dia berkata "ibu harus di kuret, 2 jam dari sekarang. Biaya nya sekitar 2juta." 

"Kalau sore bisa?" tanya saya.

"Bisa, tapi tidak boleh lebih dari 1x24 jam. Karena nanti ibu keracunan. Bisa membahayakan ibu juga bla bla bla..." jelasnya. Hanya sepenggal penjelasan nya yang kuingat. Kecewa, sedih, takut, sakit, semua bercampur aduk. Airmata pun tak sanggup di bendung. Apa yang harus saya lakukan??? Anakku, impianku apakah harus berakhir seperti ini. Tapi keyakina saya berbeda dengan analisa hari ini. Hati seorang ibu tetap yakin bahwa anaknya ada dalam tubuhnya. Lalu, saya yakinkan suami untuk melakukan second opinion . Detik itu juga, kami bergegas pergi ke RS terdekat. RS tempat dimana dr. Kandungan yang memeriksa selama kehamilan anak pertamaku. Sebut saja dr.I.

*bersambung 

Di sambung lagi nanti ya Bunda....

Inshaallah release lagi nanti besok

  • view 121