Tersenyumlah Kepada Syetan

nedya varchaty
Karya nedya varchaty Kategori Agama
dipublikasikan 30 September 2016
Tersenyumlah Kepada Syetan

 

Tersenyumlah kepada Syetan!

Ketika kamu marah dan hendak membentak ibumu karena keinginanmu tak dikabulkan olehnya, dan hal itu tidak sampai kau lakukan karena kamu tahu itu adalah perbuatan durhaka. Berkata “Ah” saja tidak baik, apalagi membentak dengan suara yang keras. Dan kamu tahu ibumu adalah surga bagimu. Ketika kamu berbuat baik kepadanya, menyayanginya dan selalu mendoakannya, maka itu surga berada di bawah telapak kakinya. Maka, tersenyumlah kepada syetan dan katakanlah! “Tipu dayamu tak mempengaruhiku”

Ketika kamu tidur, lalu mendengar adzan. Lantas sebenarnya kamu  ingin melanjutkan tidurmu, syetan berbisik,”Waktu solat masih panjang, nanti juga masih ada waktu.” Tapi tidak sampai kau lakukan karena kamu sadar bahwa sholat itu lebih utama daripada tidur. Lalu kamu bangkit dan bersegera menuju masjid karena berjamaah adalah lebih utama dan solat di awal waktu juga keutamaan. Mengerjakan sunnah-sunnah pula. Maka, tersenyumlah kepada syetan dan katakanlah! “Tipu dayamu tak mempengaruhiku”

Ketika kamu ingin berbohong kepada ayahmu tentang uang yang akan kau ambil untuk membeli kebutuhanmu, syetan berbisik, “Ambillah beberapa uang untuk kau gunakan, karena yang sedikit itu tak akan ketahuan.” Tapi kamu tak sampai melakukannya karena kamu tahu bahwa kepala dosa adalah berbohong. Maka, tersenyumlah kepada syetan dan katakanlah! “Tipu dayamu tak mempengaruhiku”

Ketika kamu iri terhadap saudaramu dan merasa dengki, syetan berbisik, “Kamu tak boleh kalah dengannya, dia disanjung banyak manusia karena kepopularitasnya, kamu harus melebihi apa yang ia lakukan, kalau perlu geser dia dan kamu akan menjadi yang utama.” Maka kamu teringat akan suatu hadist yang mengatakan bahwa kita boleh iri pada dua orang yakni pertama mereka yang dikaruniakan Allah mempunyai hafalan Qur’an dan senantiasa membacanya siang dan malam, kedua yakni mereka yang dikaruniakan Allah harta yang melimpah dan senantiasa mendermakannya siang dan malam di jalan kebenaran.Dengan iri kepada keduanya, maka kamu berbuat hal yang demikian, memperbanyak amal dan mencontoh apa yang ia lakukan. Kamu sadar bahwa iri dengan kehidupan yang tidak menjurus kepada akhirat itu akan sia-sia. Setiap orang mempunyai kelebihan yang Allah lebihkan atas yang lain.  Maka, tersenyumlah kepada syetan dan katakanlah! “Tipu dayamu tak mempengaruhiku”

Ketika kamu ingin mencuri hp temenmu yang merk terbaru, yang sangat diinginkan banyak orang namun kamu tak mampu membelinya, lalu kamu mengurungkan niat itu karena kamu tahu bahwa mencuri adalah perbuatan keji. Dan balasan bagi pencuri adalah dipotong kedua tangannya. Tak akan menguntungkan apapun dari perbuatan itu. Maka, tersenyumlah kepada syetan dan katakanlah! “Tipu dayamu tak mempengaruhiku”

Ketika kamu melihat banyak dari kawan-kawanmu bersenang-senang dengan dunia mereka,meneguk minum-minuman terlarang dan berbuat banyak kesenangan yang melenakan. Kamu ingin mencoba mengikuti mereka. Syetan berbisik, “Sedikit saja, setelah itu pergilah.”Tapi, kamu ingat bahwa dunia ini hanyalah permainan dan gurauan saja. Bukankah dunia ini sangatlah hina. Ada sebuah perkataan, “ketika mereka tertawa dan bersenang-senang dengan duniawi mereka maka menangislah dengan ingat kematianmu.” Dan khamr itu adalah sumber dari segala kejahatan.

Seperti kisah seorang alim yang dihadapkan pada tiga pilihan yakni meminum khamr, membunuh atau berzina. Maka orang alim tersebut memilih meminum khamr yang ia fikir itu lebih ringan daripada dua pilihan yang lain. Akhirnya ia meminum khamr, ketika hilang kesadarannya maka ia tertarik kepada seorang wanita cantik yang ada dihadapannya sehingga ia berzina dengan wanita tersebut, ketika tersadar sang alim merasa takut akan banyak orang yang mengetahui perbuatan kejinya, maka ia pun membunuh wanita tersebut. Akhirnya sang alim telah berbuat 3 dosa sekaligus oleh sebab ia meminum khamr. Kamu ingat kisah itu semua.

Maka, tersenyumlah kepada syetan dan katakanlah! “Tipu dayamu tak mempengaruhiku”

Ketika kamu hendak membanggakan diri dengan segala kelebihan yang engkau miliki, meremehkan orang lain, tidak mau nasehat, berfikir idealis, merasa diri yang paling benar dan segala tentang takabbur, lalu kamu ingat sebuah hadist Qudsi dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, Allah berfirman, “Sombong itu adalah selendangKu dan kebesaran itu adalah pakaianKu. Barangsiapa yang melawanKu dalam salah satunya maka akan Ku lemparkan ke dalam neraka” HR. Abu Dawud.

Lalu kamu sadar bahwa apa yang akan kamu sombongkan sedangkan segala yang kamu miliki sekarang adalah titipan. Layaknya tukang parkir. Berpuluh mobil dan motor yang ia jaga di sana, apakah pantas jika si tukang parkir bangga dengan mobil dan motor yang dititipkan orang kepadanya. Bahkan hal itu adalah perbuatan yang sangat memalukan. Begitupun kamu manusia yang Allah titipkan padamu kehidupan dan segala isinya, lalu kamu mau sombong dengan semua titipan ini?. Maka, tersenyumlah kepada syetan dan katakanlah! “Tipu dayamu tak mempengaruhiku”

Ketika kamu sibuk dengan pekerjaan sehingga lupa untuk mengaji, syetan berbisik, “Ahh, nanti saja, masih banyak waktu untuk mengaji.” Kamu sadar bahwa sesibuk apapun itu untuk dunia, maka yang kamu dapat hanya dunia, tapi, sesibuk apa dengan akhirat maka kamu akan mendapati keduanya (dunia dan akhirat).Ketika itu kamu ingat dan langsung bangkit mengambil mushaf lalu mengajii. Karena kamu tahu, ada orang buta di luar sana yang berusaha ingin tetap mengaji walau dalam keterbatasan, padahal kamu masih dapat melihat dengan jelas dan normal.

Hingga kamu ingat firman Allah, “Dan barangsiapa yang lalai dari peringatanku maka baginya adalah kehidupan yang sempit dan Kami akan kumpulkan mereka di hari kiamat nanti dalam keadaan buta.” Maka mereka menjawab,”Mengapa ya Allah Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dulu aku (didunia ini) dapat melihat?” Berkata Allah, “Telah datang ayat-ayat Kami kepadamu tapi kamu melupakannya, begitupula pada hari ini kalian dilupakan.” QS :Thaha, 124-126

Dan kamu ingat sebuah perkataan, “Setidaknya seseorang itu mengaji minimal 1 juz perhari, kalau tidak ia termasuk orang yang dholim”. Maka, tersenyumlah kepada syetan dan katakanlah! “Tipu dayamu tak mempengaruhiku”

Ketika kamu menyukai seseorang hingga kamu merasa hanya dialah satu-satunya orang yang akan membuatmu bahagia, lantas kamu ingin memilikinya sedangkan tidak dengan jalan pernikahan karena kamu masih belum siap dalam hal apa pun. Syetan berbisik, “Nanti pasti tanggung jawab kok, tak apa berbuat sedikit mesra sekarang, toh nanti pasti juga menikah.”Tapi, kamu sadar bahwa perbuatan itu adalah termasuk mendekati zina. Dan jelas dalam alquran telah tertulis “Janganlah kalian mendekati Zina.”

Dan kamu juga tahu bahwa cinta yang dilampiaskan tidak sesuai jalannya itu adalah kesalahan besar. Pelampiasan cinta hanya dalam pernikahan, suatu ikatan suci yang diridhai Illahi. Dengan kesadaran ini, lalu kamu mengurungkan niat untuk mengatakan cinta kepadanya diwaktu yang kurang tepat ini. Kamu memilih diam dan memantaskan diri hingga nanti saatnya dipertemukan Illahi. Karena kamu yakin Jodoh sudah ditetapkan oleh Sang Maha Cinta, dan pasti akan bertemu pada saat yang tepat. Maka, tersenyumlah kepada syetan dan katakanlah! “Tipu dayamu tak mempengaruhiku”

Ketika kamu (suami) marah-marah terhadap istri dan hendak menceraikan istrimu, syetan berbisik, “Kamu nanti akan mendapatkan yang lebih baik dari dia di luar sana.” Lalu kamu ingat bahwa perceraian adalah perbuatan halal namun sangat dibenci Allah. Dan kamu juga berfikir bagaimana keadaan keluarga dan anak-anakmu kelak ketika perceraian akan hancur dan hidupmu tidak akan tenang, selama hidup merasakan kebencian dan sakit hati yang dalam. Maka, tersenyumlah kepada syetan dan katakanlah! “Tipu dayamu tak mempengaruhiku”

Ketika kamu dilanda kesedihan yang begitu dalam, ditinggalkan seseorang yang kamu sayang atau tertimpa musibah yang sangat memberatkan kedua pundakmu, lantas kamu ingin bunuh diri agar beban-beban itu tidak kamu rasakan lagi. “Syetan berbisik, “Nanti kamu akan melupakan semuanya, masalahmu hilang, tinggalkan dunia ini.”Akan tetapi kamu menepis keinginan itu karena kamu sadar bahwa bunuh diri tidak akan menyelesaikan semuanya,malah akan menyeretmu ke neraka.

Selalu ada jalan di setiap kereta kehidupan. Pasti ada jalan yang berat di setiap langkah hebat. Allah tidak akan membebani hambaNya melebihi batas kemampuan. Kamu yakin dengan sabar dan sholat maka masalah yang kamu hadapi kian waktu kian teratasi. Maka, tersenyumlah kepada syetan dan katakanlah! “Tipu dayamu tak mempengaruhiku”

Dan akhirnya, kamu harus selalu tersenyum dan berfikir jernih terhadap segala sesuatu yang akan kamu kerjakan. Apa pun itu. Jangan pernah lengah dan terpedaya oleh kelincahan syetan, karena syetan datang dari segala penjuru untuk menggodamu.

“Waspadalah…waspadalah!” Ujar bang Napi.

 

 

  • view 242

  • agus geisha
    agus geisha
    1 tahun yang lalu.
    maka kita tenggelam dalam ke-aku-an, menyngkirkan tuhan dan memberi ruang untuk setan.

    manunggaling kawula setan.

    • Lihat 4 Respon

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    great advise, kak.