7 Hari Menulis #Day 3

Nebula
Karya Nebula  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Agustus 2017
7 Hari Menulis #Day 3

Hai masih dalam suasana tantangan 7 hari menulis, saya masih akan tetap melanjutkan tantangan yang menyenangkan ini. Pada hari ketiga, tantangan yang ada yaitu

"Tulis tentang apa pun yang kamu rindukan"

Well, tantangan kali ini menurut saya masih terlalu general, karena banyak sekali hal yang saya rindukan. Saya akan menuliskan hal-hal apa yang saat ini lebih sering saya rindukan. Saya akan menuliskan seperti pada format di tema-tema sebelumnya. 7 hal yang sering saya rindukan. 

1. Kerinduan akan masa kecil

Masa kecil saya adalah masa kecil yang saya habiskan pada sekitar tahun 90an. Saya adalah bagian dari generasi 90. Yang mana menurut saya masa kecil saya dulu sangatlah menyenangkan. Bagaimana tidak, saya banyak menghabiskan waktu untuk bermain diluar rumah hingga rambut berwarna cokelat kemerahan dan kulit menjadi hitam legam. Teman masa kecil saya terdiri dari 90% anak laki-laki. Saya sebagai perempuan minoritas lebih banyak ikut permainana mereka. Bermain di pinggir kali untuk menangkap ikan-ikan kecil dengan gelas air mineral, menangkap belalang kemudian memasukannya ke dalam plastik bening yang telah diberikan lubang lubang kecil, sampai bermain di pusat mata air. Ah, sungguh saya sangat merindukan masa-masa itu.

2. Kerinduan akan kehadiran salju

Salju disini adalah nama kucing peliharaan saya. Kucing yang sudah mati ketika saya kuliah dahulu. Kucing putih pemanja, dengan warna mata yang berbeda. Biru pada mata kanannya, dan hijau pada mata kirinya. Walaupun saya sudah mempunyai kucing baru yang sama, yaitu berwarna putih. Tetapi, memang ada sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh apapun.

3. Kerinduan untuk selalu berkreasi

Entah karena kesibukan atau memang terlalu banyak alasan yang membabi buta menyebabkan keikutsertaan saya di berbagai kegiatan yang dulu saya jalani, kegiatan dalam berkreasi menjadi terhambat atau bahkan bisa dikatakan vakum untuk saat ini. Saya merasakan seperti pisau tumpul yang butuh diasah lagi ketajamannya untuk menjadi lebih berguna. Tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, terlalu banyak alasan yang membabi buta. Saya bingung harus memulainya lagi darimana.

4. Kerinduan untuk belajar menjadi istri idaman

Saya menulis kalimat diatas sambil tersenyum, malu. Dulu saya sangat menyiapkan diri untuk menjadi "istri idaman" bagi pasangan saya kelak. Saya membuat list, hal apa saja yang harus saya pelajari ketika menjadi seorang istri nantinya. Selain membuat list, saya juga belajar dari mengamati hal disekitar saya. Saya mengamati mama, panutan terdekat yang bisa saya amati setiap harinya, mengamati kakak tertua saya yang bisa dibilang belum lama berumah tangga. Dulu, keinginan saya untuk belajar juga di dorong kondisi saya yang sudah menjalin hubungan yang cukup serius dengan seseorang. Saya sadar bahwa usia saya sekarang ini sudah mengharuskan saya menyiapkan "bekal" itu segera. Tetapi, saya mengalami krisis motivasi saat ini. Mungkin karena saya tidak menjalin hubungan dengan siapapun saat ini. Mungkin.

5. Kerinduan masa senggang

Hal ini adalah yang sangat saya rindukan terlebih lagi ketika berkumpul dengan sahabat. Masa dimana kami menghabiskan waktu hingga senja untuk menertawakan hal-hal remah, tertawa hingga perut terasa kencang, tertawa hingga menangis, jajan makanan yang tidak sehat tetapi sangat nikmat. Ya, semua itu bisa dilakukan pada masa senggang.

6. Kerinduan Angkringan

Entah ini bentuk kerinduan atau salah satu indikasi kecanduan. Saya selalu merasakan rindu dengan makanan yang ada di angkringan. Rindu dengan makanannya, rindu dengan suasananya, dan satu yang paling merindukan, sambal angkringan. Angkringan bisa dikatakan nikmat atau tidak, bagi saya indikasinya adalah pada sambalnya. ah, saya menulis ini dengan rindu yang menggebu gebu ingin segera makan disana.

7. Rindu dengan si motor biru

Rindu saya dengan si pemilik motor biru, si pria yang sering berjaket biru yang membuat suasana hati saya mengharu biru. Saya merindukan semua yang ada di dirinya, aroma tubuhnya, suara tawanya, sentuhan tangannya di kepala saya. ah, sungguh saya merindukannya. Saya menyebutkan rindu saya padanya, kepada Maha Pencipta, saya tidak hanya ingin mengatakan bahwa saya merindukannya, tapi saya ingin melangitkan rindu saya kepadanya melalui doa.

#7Harimenulis

  • view 49