Resolusi Menulis 2018, Emak Menerbitkan (Minimal) Satu Buku

Nazlah Hasni
Karya Nazlah Hasni Kategori Lainnya
dipublikasikan 18 November 2017
Resolusi Menulis 2018, Emak Menerbitkan (Minimal) Satu Buku

Maha Baik Allah, yang telah memudahkan dan mengilhamkan kepada emak empat anak yang sehari-hari umek uplek di rumah mengurus keluarga ini, untuk menulis. Maka tak ada alasan lagi bagi emak ini untuk menyia-nyiakan anugerah potensial ini sebagai sarana menebarkan manfaat.


     Kembali sejenak setahun ke belakang, 2016 adalah tahun kebangkitan saya bertekad di dunia literasi. Bermula dari blog, saya mulai belajar menuangkan ide menjadi sebuah tulisan. Awalnya tak mudah, karena bahasa lisan sangat berbeda dengan tulisan. Menstransfer ide yang begitu mudah saya ungkapkan secara lisan menjadi tulisan, ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Saya ingat, ketika menulis artikel sederhana tentang mengapa saya menulis saja, butuh waktu dua jam.


     Tapi menulis memang sebuah keterampilan yang semakin dilatih semakin terasah. Ini yang saya pegang, harus menyempatkan atau lebih tepatnya memaksakan diri menulis walau kesibukan di ranah domestik rumah tangga seakan tak berpenghabisan.


     Sekali lagi Alhamdulillah, Allah Maha Baik, yang telah memudahkan jiwa, pikiran dan tangan saya untuk menulis. Beberapa situs kepenulisan, selain blog, yang memuat tulisan saya antara lain, Inspirasi.co dan Emak Pintar untuk tulisan nonfiksi seperti artikel atau opini, dan Wattpad untuk tulisan  fiksi.


     Bulan Maret 2017, terbit buku antologi pertama berjudul The Unspoken Love yang memuat cerpen saya. Buku ini saya tulis bersama teman-teman penulis di Komunitas Joeragan Artikel. Menyusul terbitnya antologi kedua dan ketiga berjudul Opera Hati Perempuan dan Balada Sayap Pernikahan pada bulan April. Keduanya merupakan antologi puisi.


     Pada tahun 2017 pula, saya menjadi penulis terpilih dalam beberapa even menulis nasional. Antara lain, pemenang hadiah hiburan Lomba Menulis bertema Indonesia Lebih Baik di Mata Perempuan, pada Milad 10 tahun Indscript, Penulis Terpilih pada Lomba Menulis Puisi bertema Penyesalan Inkumedia, Penulis Terpilih pada Lomba Puisi bertema Khimar Inkumedia, Penulis Favorit pada Lomba Essay bertema Pulang Jejak Publisher dan Penulis Terpilih pada Lomba Essay bertema Pengorbanan Jejak Publisher. Semua karya yang menang lomba ini dibukukan dan diterbitkan.


      Sampai bulan November ini total ada tujuh buku antologi saya yang telah terbit dan 10 naskah yang masih proses editing dan naik cetak. Sebuah pencapaian yang melesat jauh dari ekspetasi saya. 


     Untuk tahun 2018, sebagaimana umumnya pada awal tahun yang penuh resolusi, saya telah menargetkan untuk menerbitkan minimal satu buku solo. Ada beberapa outline buku yang telah saya siapkan untuk dieksekusi. Antara lain:
 
 
  1. Buku Resep Praktis Membuat Kue Kering untuk Pemula.
Buku ini sebagai dedikasi telah “terdampar” di dunia perbakingan yang telah saya jalani selama duabelas tahun (sampai sekarang). Rencananya buku ini saya buat full colour karena ada gambar kuenya.
 
  1. Buku Kumpulan Puisi (Kumpulan Puisi)
Saya ingin mengumpulkan pusi yang telah saya tulis dan bertebaran di buku diari, wall FB dan di blog menjadi sebuah buku. Rencananya memuat minimal 70 puisi karya saya.
 
  1. Novel The Lovely Destiny
Sebuah Novel bergenre romance religy. Sekarang masih mangkrak di bab tiga dari total rencana 12 bab. Semoga Allah memudahkan saya untuk menyelesaikan bovel ini.
 
  1. Novel Shafura
Sebuah novel bergenre historical romance, yang menceritakan kembali tentang gadis pemalu bernama Shafura yang telah memikat hati Nabi Musa as. Untuk menulis ini, saya memerlukan kajian literatur yang mendalam. Semoga Allah memudahkan.
 
  1. Buku Cerita Anak.
Untuk buku ini, saya belum bikin outlinenya, namun kesukaan membacakan cerita untuk Ananda membuat saya ingin menulis buku cerita anak.
 
 

     Ah, besar sekali mimpi si emak ini ya, hehe. Biarlah saya bermimpi dan berusaha, selanjutnya takdir yang akan mewujudkannya. Tak ada keraguan untuk menulis walau menjadi penulis di tanah air tercinta kurang menggairahkan secara finansial karena minat baca yang sangat rendah. Semoga ghiroh menulis ini tercatat sebagai pahala jariyah.


 
Malang, 18 November 2017


Sumber Gambar: Pixabay

  • view 54