Om Telolet Om Vs Kapal Terbang Minta Uang

Nazlah Hasni
Karya Nazlah Hasni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Desember 2016
Om Telolet Om Vs Kapal Terbang Minta Uang

Sehubungan dengan om telolet om yang viralnya mendunia belakangan ini, saya juga punya kisah masa kecil yang serupa. Serupa dalam hal kebahagiaan.

Saya menghabiskan masa kecil di sebuah kota kecil di Pulau Madura yaitu kota Sampang. Pada masa kecil saya yaitu pada rentang tahun 1980-1990 siaran televisi belum seramai sekarang. HP dan internet apalagi.

Namanya anak-anak, meski hidup di kota kecil nun jauh di pulau Madura yang sepi pula ( Sekarang Madura sudah maju pesat) tetap tak kehilangan akal untuk meraih bahagia. Bermain di pekarangan yang luas, di pantai, di sungai, naik turun bukit, bersepeda bergerombol tanpa takut terserempet, mandi di kubangan air hujan yang tak ayal menuai kemarahan ayah, dan banyak lagi permainan anak-anak khas jaman dulu yang seru.

Dan ketika sedang asyik bermain, jika ada pesawat terbang yang melintas, maka kami akan berteriak-teriak heboh., sampai suara habis.

"Kapal Terbaaang!!!....Minta Uaannngghhg!!!

Kami akan terus berteriak seakan-akan berlomba sampai pesawat menghilang dari pandangan. 

Tentu saja pesawat itu tak mendengar teriakan kami. Melempar uang apalagi. Namun tetap saja kami merasa bahagia, bahagia yang kata orang sekarang di sebut bahagia itu sederhana.

 

Begitu juga, ketika ada kereta lewat.

Di Madura tidak ada kereta, jadi ketika kami mudik ke rumah orang tua di Bangil, Pasuruan, maka menunggu kereta lewat adalah momen yang menyenangkan.

Kebetulan rumah nenek berseberangan dengan rel kereta, hanya di pisah oleh jalan raya saja.

Bila kereta lewat, kami akan melambai-lambaikan tangan heboh, terkadang berlari sekencang mungkin seakan berlomba dengan kereta.

Apakah kereta itu akan membalas lambaian kami. Tidak juga, namun terkadang ada sebagian penumpang yang membalas lambaian kami dari balik jendela kereta. Hal ini menjadikan kebahagiaan kami bertambah-tambah.

Demikianlah, salah satu di antara sekian banyak hal yang di sebut bahagia itu sederhana.

 

Malang, 26 Desember 2016

Bunda Farhanah

 

Dilihat 218