Penetapan Tahun Baru Hijriyah Oleh Khalifah Umar bin Khattab Ra

Nazlah Hasni
Karya Nazlah Hasni Kategori Inspiratif
dipublikasikan 01 Oktober 2016
Penetapan Tahun Baru Hijriyah Oleh Khalifah Umar bin Khattab Ra

Penetapan Tahun Hijriyah Oleh Khalifah Umar bin Khattab.

Alhamdulillah masuk tahun baru Hijriyah lagi ya. Jangan bersenang dulu dong, bertambah tahun bertambah usia itu artinya berkurang jatah waktu kita menghirup udara bumi. Hmmm.

Waktu kecil saya mengingat tanggal 1 Muharrom atau awal tahun baru Hijriyah karena adanya momen tahunan pertemuan  dalam keluarga besar kami. Momen tersebut selalu dilaksanakan tepat tiap tanggal 1 Muharrom. Tempat pertemuannya digilir dari satu keluarga ke keluarga lain. Dari pertemuan keluarga ini kami dapat mengenal anggota famili yang agak jauh dan jarang bertemu.

Semakin beranjak usia, baru mengetahui bahwa tahun baru Hijiriyah itu bukan hanya momen tahunan pertemuan keluarga, namun ada makna yang lebih besar dari itu. Yaitu bahwa tahun baru Hijriyah adalah tahun baru Islam yang diawali dari momen hijrahnya Baginda Nabi SAW dari Mekkah ke Madinah, untuk menyelamatkan aqidah dari gangguan kafir quraisy yang sudah diluar batas kemanusiaan.

Adapun penetapan tahun baru Islam ini dimulai pada masa Khalifah Umar Bin Khattab. Adakah yang tahu sejarah penetapan tahun Hijriyah sebagai penanggalan Umat Islam?

Kalau sudah tahu Alhamdulillah, semoga menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. Bagi yang belum tahu, sebagai pengingat saya akan tuliskan sejarah penetapan tahun baru Hijriyah yang saya rangkum dari berbagai sumber. Cusss :)

***

Dahulu belum dikenal penomoran tahun. Hanya ada nama-nama 12 bulan yang selalu berputar tanpa diketahui bulan ini tahun berapa. Orang menamai tahun dengan peristiwa besar yang terjadi waktu itu. Misalnya tahun kelahiran Baginda Nabi SAW disebut tahun gajah karena pada waktu itu ada peristiwa penyerbuan Ka'bah oleh pasukan bergajah dari Yaman yang dipimpin Raja Abrahah.

Pada masa beberapa waktu setelah wafatnya Baginda Nabi SAW, ketika itu yang menjabat sebagai Khalifah adalah Sayyidina Umar bin Khattab dan beribukota di Madinah. Pada masanya banyak negeri yang takluk dalam kekuasaan Madinah seperti Mesir, Irak, Yaman, Bahrain, Persia ( Iran ), Palestina, Syiria dan Turki. Sebelum masuk dalam kekuasaan Madinah, Syiria, Mesir, Turki dan Palestina masuk wilayah Romawi yang kristen. Sedangkan Baghdad, Basrah dan Kufah masuk wilayah Persia (Iran).

Mengingat luasnya wilayah kekuasaan, maka Khalifah Umar bin Khattab Ra mengangkat Gubernur, diantaranya adalah :

Abu Hurairah sebagai Gubernur Bahrain.

Musa Al-Asyari sebagai Gubernur Kufah.

Muadz bin Jabal sebagai Gubernur Yaman.

Amru bin Ash sebagai Gubernur Mesir.

Muawiyyah bin Abu Sufyan sebagai Gubernur Syiria.

Nah, pada suatu hari Khalifah Umar bin Khattab Ra menerima surat dari Musa AlAsyari, Gubernur Kufah. Kira-kira isinya seperti ini.

" Sesungguhnya aku menerima beberapa surat Tuan tetapi surat-surat itu tak bertanggal...."

Khalifah Umar bin Khattab Ra sejenak terdiam. Kemudian direnungkannya betapa penting sistem penanggalan yang seragam untuk pemerintahan dan juga penduduk.

Maka dipanggilah para sahabat untuk bermusyawarah, menentukan perhitungan kalender Islam. Dan yang paling menarik dari musyawarah itu adalah : dari mana awal atau permulaan tahun islam itu?

Berbagai macam usul dilontarkan para sahabat. Ada yang usul untuk meniru penanggalan Persia dimana awal tahun ditentukan dari meninggalnya sang penguasa. Ada yang mengusulkan untuk meniru cara penanggalan Romawi. Ada lagi yang usul agar tahun Islam ditentukan mulai dari hari kelahiran Baginda Nabi SAW.  Ada pula yang mengusulkan dimulai dari diutusnya Baginda Nabi SAW sebagai rasul.

Semua usul tersebut ditampung oleh Khalifah Umar bin Khattab Ra. Namun belum ada yang cocok dan disetujui oleh khalifah dan para sahabat.

Ali bin Abi Thalib, staf termuda Khalifah waktu itu mengangkat tangannya dan berkata, " Saya mengusulkan agar penanggalan Islam dimulai dari waktu hijrah Baginda SAW dari Mekkah ke Madinah...."

Naaah ...ini dia, Khalifah Umar bin Khattab Ra dan para sahabat tersenyum, tanda menyetujui usul Sayyidina Ali tersebut.

" Hijrah adalah pembeda kebenaran dan kebathilan, maka mulailah penanggalan Islam dari peristiwa besar itu" Khalifah Umar bin Khattab Ra menegaskan.

Awal penghitungan penanggalan Islam telah disepakati, kini giliran penetapan awal tahun. Ada yang usul dari bulan Ramadhan, Rajab dsb.

Adalah Sayyidina Utsman Bin Affan yang mengusulkan bahwa tahun Islam di mulai dari  Muharram dengan alasan Muharram adalah bulan suci dan awal waktu keberangkatan manusia untuk berhaji. Alhamdulillah Khalifah Umar bin Khattab Ra dan para sahabat menyetujuinya.

Itulah kisah penetapan penanggalan Hijriyah. Betapa demokratisnya Khalifah Umar bin Khattab selaku pemimpin.

***

Bulan-bulan dalam penanggalan hijriyah adalah:  Muharram, Shafar, Robiul Awwal, Robiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqoidah dan Dzulhijjah.

Beda penanggalan hijriyah dan masehi

Perputaran bumi, bulan matahari serta benda angkasa lainnya yang tetap diorbitnya adalah bukti kekuasaan Allah SWT. Manusia memanfaatkan perputaran benda angkasa tersebut untuk menghitung berjalannya waktu.

Perbedaan waktu berputarnya bumi mengelilingi matahari sebagai acuan penanggalan masehi dan berputarnya bulan dalam mengelilingi bumi sebagai acuan penanggalan hijriyah adalah berbeda satu sama lain. Penanggalan masehi memiliki 365 hari sedangkan penanggalan hijriyah adalah 354 hari. Jadi ada beda 11 hari.

Selain itu, awal hari di penanggalan masehi diawali tengah malam atau pukul 00.00, sedangkan awal hari di penanggalan hijriyah dimulai saat matahari terbenam.

Wallahua'lam

Malang, 1 Oktober 2016/ 29 Dzulhijjah 1437 H

Selamat tahun baru hijriyah 1 Muharram 1438

Bunda Farhanah

 

Gàmbar diambil dari internet

  • view 388