Surat untukMu, dari segenap aku

Nazlah Hasni
Karya Nazlah Hasni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 September 2016
Surat untukMu, dari segenap aku

Surat untukMu, dari segenap aku.

 
Tuhan, 
Engkau tahu bulan September adalah bulan kelahiranku. Sehubungan hari lahirku tersebut, inginku menuliskan sesuatu padaMu,  yakinku Engkau pasti membacanya. 
 
*
Terimakasih Tuhan,
Engkau telah mengizinkan pada segenap aku, ruh dan jasadku, untuk hidup di bumiMu yang indah ini, sejak saat aku dilahirkan hingga kelak tiba waktuku kembali padaMu.
 
Terimakasih Tuhan, 
Engkau telah menciptakan segenap aku, ruh dan jasadku, sebagai makhluk berjenis manusia. Jenis makhluk paling sempurna yang pernah Engkau ciptakan dengan akal sebagai bekal. Akal pemberianMu lah yang mengantarkan manusia 
menjadi pemimpin/khalifah di bumi. Bukan singa si raja hutan atau macan si raja rimba.
 
Terimakasih Tuhan,
Engkau telah mengaruniakan pada segenap aku, ruh dan jasadku, nikmat berupa abah umi yang sayang sepenuh hati. Dari mereka berdualah Engkau mengadakan kisahi ndahku. Terimakasih juga atas nikmat keluarga kecilku kini.
 
Terimakasih Tuhan,
Engkau telah mempertemukan pada segenap aku, ruh dan jasadku, dengan guru-guru yang luar biasa hebat. Mulai sejak tingkat Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi, dan juga guru-guru kehidupan yang selalu aku temukan dalam sepanjang perjalanan hidupku. Melalui beliau-beliau lah Engkau mengajariku tentang banyak hal penting kehidupan.
 
 
Terimakasih Tuhan,
Atas segala makanan dan minuman pada segenap aku, ruh dan jasadku, yang lezat, mengenyangkan dan menyehatkan. Bila aku bilang, Engkau adalah Pemberi yang pelupa.
Bagaimana bisa aku bilang Engkau pelupa Tuhan? Maaf aku tak ada berniat mengejekMu, mana berani aku. Contoh kecil saja ini Tuhan, pagi Engkau beri aku sarapan roti cokelat dan susu, belum selesai aku ucapkan syukur atas sarapan pagi, siangnya Engkau nikmatkan padaku semangkok soto. Belum lagi terucap syukurku atas makanan siangku, eh malamnya Engkau memberiku nasi goreng. Engkau selalu memberiku kenikmatan dari bangun tidur sampai tidur lagi. Dari pagi, siang, sore, malam hingga pagi lagi, dan melupakan tingkahku yang minimalis dalam hal bersyukur padaMu.
 
Terimakasih Tuhan, 
Engkau telah mengalirkan pada segenap aku, ruh dan jasadku, setetes cintaMu. 
Setetes cintaMu lah yang menolongku untuk menikmati indahnya hidup dalam semestaMu. Setetes cintaMu juga menolongku untuk memandang indah segala lika-liku hidupku. 
 
Terimakasih Tuhan,
Engkau telah memberi kesempatan pada segenap aku, ruh dan jasadku, untuk menikmati kemudahan teknologi seperti sekarang ini. Nikmat android, nikmat teknologi internet, nikmat kecepatan komunikasi, nikmat kecepatan transportasi dan kecepatan sampainya informasi. NikmatMu yang sungguh kekinian. 
 
Terimakasih Tuhan...
Terimakasih Tuhan...
Terimakasih Tuhan...
Atas segala nikmatMu.
Begitu bertaburannya rizkiMu sehingga segenap aku,ruh dan jasadku, tak mampu menuliskannya.
 
*
Tuh kan Tuhan, baru segitu aja aku sudah capek menulis tentang nikmatMu. Sakingbuuaanyaknya.
Namun aku tahu Engkau tak akan pernah lelah melimpahkan nikmatMu. 
 
Oiya Tuhan,
Di bulan kelahiranku ini, bolehkah aku merayuMu? 
Tuhan aku ingin agar Engkau terus memberi nikmat pada segenap aku, segenap orang tua, segenap guru dan segenap saudara muslim-muslimah, mukmin-mukminah, berupa nikmat pengampunan dan nikmat surga kelak.
Engkaulah yang Maha Pemurah, Maha Mendengar juga Maha Memberi bagi orang yang meminta.
 
Satu lagi Tuhan,
Terimakasih Engkau telah memudahkan aku membuat blog ini, setelah beberapa hari ini sempat bingung bikinnya. Dan surat untukMu ini adalah postingan pertama diblogku ini. Maaf ya Tuhan kalau suratku ini akhirnya dibaca banyak orang. 
Gapapa kan Tuhan. Semoga yang baca ikut mengamini rayuanku padaMu. Amin.
 
Malang, 25 September 2016
Bunda Farhanah
 
Gambar dari internet.

 

  • view 221