Bermula Pengamatan Tipis-tipis Semoga Menjadi Habit

Nazlah Hasni
Karya Nazlah Hasni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 September 2016
Bermula Pengamatan Tipis-tipis Semoga Menjadi Habit

Bermula Pengamatan Tipis-tipis Semoga Menjadi Habit

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah melakukan pengamatan kecil-kecilan, pengamatan tipis-tipis kalau kata anak sekarang :), mengenai kebiasaan orang-orang sekitar ketika mereka menggunakan dan melepas alas kaki. Jika ditinjau secara adab Islam, menggunakan alas kaki itu mendahulukan kaki kanan dan sebaliknya mendahulukan kaki kiri ketika melepasnya. Hal inilah yang ingin saya amati.

Pengamatan ini  karena terinspirasi sebuah acara  reality show  islami di sebuah stasiun televisi yang pada waktu itu juga mengadakan pengamatan serupa terhadap orang-orang di sekitar sebuah masjid, kalau tidak salah, di kota Bekasi. Hasil pengamatan tersebut adalah, ternyata lebih separuh dari orang-orang yang mereka amati tidak memperhatikan adab menggunakan dan melepas sepatu sesuai ajaran Islam. Banyak dari mereka yang ketika memakai sepatu kaki kirinya duluan atau ketika melepas kaki kanannya duluan.

Lalu bagaimana dengan hasil pengamatan tipis-tipis yang saya lakukan? Jawabannya adalah * tak jauh berbeda *. Hampir separuh dari orang-orang sekitar saya kurang memperhatikan adab memakai alas kaki yang sesuai ajaran Islam. Masih banyak juga yang menggunakan sepatu atau sandal, kaki kirinya duluan, atau ketika melepasnya dengan kaki kanan terlebih dahulu.

Termasuk kedua anak saya, aduuuuh ini emaknya kemana yaaaa kok lupa nggak memberi contoh. Tepok jidat :-)

* Oiya waktu saya mengadakan pengamatan ini, anak saya baru 2, sekarang jumlah anak saya telah berkembang menjadi 4 :) *

Hmm ternyata oh ternyata masih ada ( bahkan banyak ) yang asal dalam memakai dan melepas sepatu ya. Mungkin karena faktor masih belum terbiasa aja. Saya yakin pelajaran tentang adab memakai dan melepas sepatu ini sudah kita dapatkan sejak bangku Sekolah Dasar.

Sebagai pengingat saya tuliskan kembali adab menggunakan dan melaksanakan alas kaki. Sayang banget kalau hal kecil namun besar manfaatnya ini kita tinggalkan begitu saja. Cuss :)

-*-

Baginda Nabi SAW sebagai utusan Allah telah mengajarkan kita seluruh perkara dalam kehidupan di dunia ini. Termasuk adab atau tatacara memakai alas kaki. Hal ini menunjukkan kesempurnaan ajaran agama kita yang mulia ini.

Memakai alas kaki, sandal atau sepatu, merupakan kebiasaan yang sangat penting bagi muslim dan muslimah. Karena dengan memakai alas kaki, kita bisa berjalan dan beraktifitas dengan lebih nyaman tanpa khawatir menginjak kotoran atau tertusuk duri dan paku yang mungkin saja tersebar di jalan.

Adapun adab-adab memakai alas kaki adalah sebagai berikut :

1. Memakai alas kaki yang bagus, rapi dan bersih.

Memakai alas kaki yang bagus, rapi dan bersih tidak harus selalu yang baru dan mahal. Yang penting terawat. Bukankah Allah menyukai yang indah-indah? dan Allah juga menyukai hambaNya yang menunjukkan tanda-tanda nikmatNya. 

2. Membaca Basmallah sebelum memakai dan juga melepas alas kaki.

Alangkah baiknya bila kita selalu membaca Basmalah sebelum melakukan segala sesuatu. Moga-moga Allah menilai seluruh aktifitas kita yang baik-baik sebagai ibadah. InshaAllah.

3. Mendahulukan kaki kanan ketika menggunakan dan mendahulukan kaki kiri ketika melepas alas kaki.

Baginda Nabi SAW sangat menyukai mendahulukan bagian tubuh yang kanan dalam memakai sesuatu dan mendahulukan yang kiri ketika melepasnya. Termasuk dalam hal memakai dan melepas alas kaki.

4. Menyempurnakan pemakaian yang kanan sebelum yang kiri.

5. Jangan berjalan memakai sandal/sepatu sebelah.

Maksudnya jelas, karena memakai sandal/sepatu sebelah akan mengurangi kenyamanan dalam beraktifitas. Misalnya dalam perjalanan tanpa sengaja sandal/sepatu rusak sebelah, maka sekalian saja dilepas. 

Ehmm ternyata nyeker  juga sunnah lho :).

-*-

Nah sejak pengamatan tipis-tipis itu, sekarang saya tidak lupa untuk menempel catatan singkat adab memakai dan melepas alas kaki di atas rak sepatu. Dengan harapan supaya saya dan seluruh anggota keluarga bisa membaca dan mempraktekkannya untuk menghidupkan sunnah Nabi yang mulia. Amin InshaAllah.

 

Wallahua'lam

 

Malang, 21 September 2016.

Bunda Farhanah

  • view 207