Cinta Ibu = Rahmat Allah

Nazlah Hasni
Karya Nazlah Hasni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 September 2016
Cinta Ibu = Rahmat Allah

Saya menyukai saat-saat saya menulis sosok seorang ibu, entah berupa puisi atau prosa. Bagi saya, menggambarkan sosok ibu seperti sedang menikmati telaga bening yang teduh diiringi angin yang membelai lembut. Menenangkan.

Bukan karena saya adalah seorang wanita dan telah menjadi ibu,  lalu menjadikan saya suka menuliskan sosok ibu,

= bahkan meski telah berjalan 15 tahun menjadi ibu belum membuat saya "mahir" menjadi ibu, banyak yang masih harus terus menerus saya perbaiki =

namun karena memang sosok ibu adalah sosok yang istimewa bagi setiap anak manusia. Karena ada kisah ibu maka ada pula kisah tentang kita.

Sosok ibu, jika menurut Jeminis,

"Di mata anak-anak, ibu selalu seperti malaikat. Ibu bisa tampak sederhana, anggun, menakutkan saat marah, tetapi juga penuh dengan kehangatan dan kasih sayang. Namun apapun keadaannya, selalu terselip cinta dan kasihnya. Aku percaya bahwa cinta dan kasih sayang ibu adalah kekuatan terbesar di alam semesta."

Saya mengamini ini.

Kasih sayang ibu disebut kekuatan terbesar di alam semesta karena rahmat dan ridho Aĺlah SWT turun ke dunia melalui ibu cinta anaknya. Tidak hanya kepada ibu manusia, namun juga kepada ibu atau induk binatang. Kita sering melihat, bahkan seekor ibu harimau pun menjadi lemah lembut terhadap anak-anaknya.

Pun pemandangan disekeliling...

Ibu hamil dengan segala aura kecantikannya, ibu yang menyusui anaknya, ibu yang sedang menyuapi anaknya, ibu yang menggendong anaknya, ibu yang menciumi anaknya, ibu yang bermain bersama anaknya, ibu yang mengantar sekolah anaknya, ibu yang merintih berdoa kepada Robb-nya untuk keselamatan keluarga dan anak-anaknya, dan seterusnya.

Meski nampak sederhana dan sudah lazim, bagi saya semua itu adalah pemandangan indah dan membuktikan betapa rahmat dan ridho Allah SWT selalu datang melalui ibu yang cinta anaknya.

Cinta dan kasih sayang yang sejati dari ibu dan ayah tersebut akan selalu terkenang  dan terbawa sampai dewasa dalam hati seorang anak manusia. Dan akan ditularkan pada keluarga dan anak mereka ketika mereka berkeluarga kelak. 

Wallahua"lam

 

Malang, 8/9/2016

 Bunda Farhanah 

 

 

  • view 218