Ketika Mas Eriq Gowes Ke Sekolah

Nazlah Hasni
Karya Nazlah Hasni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Agustus 2016
Ketika Mas Eriq Gowes Ke Sekolah

Terus terang perasaan galau melandaku ketika mas Eriq, anak keduaku yang kini duduk di kelas 2 (dua) MTsN 1 Malang, mengutarakan niatnya untuk mengendarai sepeda (gowes) berangkat dan pulang sekolah. Biasanya selama ini, sejak masih duduk Madrasah Ibtidaiyah, Mas Eriq ikut armada antar jemput sekolah. 

Bagaimana tidak galau, meski jarak antara rumah kami dan sekolah mas Eriq tidak terlalu jauh dan rutenya pun "lurus-lurus" saja, tetapi keadaan lalu lintasnya lumayan padat  dan tahu sendirilah pengendara motor sekarang pada punya bakat pembalap :).

Berbagai alasan aku kemukakan padanya supaya tetap bertahan ikut antar jemput, mulai dari alasan keamanan, bagaimana kalau hari hujan, jalanan padat dsb. Namun mas Eriq tetap pada pendiriannya. 

"Banyak kok ma teman Eriq yang bersepeda ke sekolah, anak Griyashanta juga ada. Eriq malu ikut om Yudi, yang ikut om Yudi itu kebanyakan anak MIN, Eriq paling gede" kata mas Eriq padaku.

Keterangan: Griyashanta adalah nama komplek perumahan didekat rumah kami, Om Yudi adalah pengemudi armada antar jemput mas Eriq.

Setelah bermusyawarah dengan suami, akhirnya kami mengijinkan mas Eriq bersepeda ke sekolah.

Dibantu babahnya, mas Eriq memeriksa keadaan sepedanya supaya lebih nyaman dikendarai. Mulai mengganti ban, memeriksa rem, memeriksa stang dsb.

Kini, sudah sebulan lebih mas Eriq bersepeda ke sekolah. Alhamdulillah so far so good. Bangunnya lebih pagi dan pulangnya bisa diatur sesuka hati karena terkadang selepas sekolah masih bermain futsal, tenis meja atau badminton terlebih dahulu bersama teman-temannya, "kebebasan" ini  tidak dia dapat ketika masih ikut antar jemput :).

Oke tetap semangat dan sehat selalu ya le...selalu waspada dan berhati-hatilah dijalan.

Mama kini tahu, keputusan bersepeda adalah salah satu "pelatihan hidup" yang baik untukmu, untuk melatihmu secara sederhana menjadi lelaki dewasa. Lelaki yang sejati.

Semoga. 

Malang, 25 Agustus 2016   09.00

Bunda Farhanah 

  • view 165