Wahai bapak pemerintah, bisakah mempertahankan status WNI pak Archandra?

Nazlah Hasni
Karya Nazlah Hasni Kategori Politik
dipublikasikan 16 Agustus 2016
Wahai bapak pemerintah, bisakah mempertahankan status WNI pak Archandra?

Emak-emak ini ???ingin juga berkomentar tentang Archandra Tahar, Menteri ESDM yang baru saja diberhentikan dengan hormat, padahal baru sebulan dilantik karena beliau memiliki 2 (dua) kewarganegaraan.

Dari profilnya, diketahui bahwa Archandra adalah anak yang pintar, lahir di Padang Sumatera Barat, sejak kecil beliau sudah langganan juara kelas. Merupakan sosok relijius dan sangat berminat pada Sains. Lulus S1 dari ITB dan menyelesaikan S2 dan S3 di USA sembari bekerja menjadi konsultan di berbagai perusahaan migas di sana.

Ditopang pengalaman kurang lebih 14 tahun malang melintang di permigasan dan didukung pendidikan dan keahlian yang mumpuni, beliau mendapatkan 3 hak paten di permigasan dan ada 2 lagi masih pending (pengesahan hak patennya).

Amerika Serikat sebagai negara industri maju tentu sangat sayang dan "ngopeni" pada beliau, mengingat konstribusi besar Archandra di industri Migas USA. Maka ditariklah beliau menjadi Warga Negara USA. Archandra pun konon sudah menjadi WN USA dan telah bersumpah-setia terhadap USA. Archandra Tahar kini menjabat sebagai Presiden Direktur disebuah perusahaan migas strategis di USA.

Namun saya yakin haqqul yaqin, walau bagaimanapun nikmatnya seorang Archandra dengan segala fasilitas hidup di negeri Paman Sam, kecintaan beliau terhadap negeri nyiur melambai ini pasti tetap sangat besar, tak kan lepas dari hati walau kaki melangkah jauh.

Terbukti dari pernyataan keluarga dan kerabat dekat Archandra bahwa beliau selalu mengikuti perkembangan tanah kelahirannya, yaitu Padang, dan sering menyumbangkan materi atau non materi demi perkembangan tanah kelahirannya.

Saya juga yakin ketika Presiden Jokowi meminta beliau kembali pulang untuk membangun negeri, hati nurani beliau pasti langsung mengiyakan , walau harus beribu kali mempertimbangkan dengan baik sebelum akhirnya menerima jabatan Menteri ESDM. Sebuah jabatan yang riskan menurut saya (halah kayak saya udah faham aja ????), karena jabatan ini tidak hanya mengurusi energi saja yang sudah menjadi bidang beliau, namun karena ada "tugas tambahan" yang penuh resiko jiwa dan raga, yaitu harus pula memberantas kuatnya mafia migas di negeri tercinta ini.

***

Kembali pada status kewarganegaraan Archandra Tahar,  taruhlah Archandra telah memiliki paspor USA dan telah diambil sumpahnya, dan kini beliau memiliki 2 (dua) kewarganegaraan dan hukum di RI tidak mengizinkan warganya memiliki 2 (dua) kewarganegaraan, sehingga konon otomatis status WNI Archandra lepas,ada pertanyaan dibenak saya, bisa tidak ya pemerintah mempertahankan status WNI pak Archandra, barangkali ada pasal lain dari UU Kewarganegaraan yang bisa dijadikan dalil kuat untuk tetap mempertahankan status WNI pak Archandra? Barangkali saja ada UU yang menyatakan ..." selama seorang WNI tidak mengajukan pembatalan status kewarganegaraannya maka yang bersangkutan tetap WNI meski telah menetap sekian tahun di negeri orang". Atau pasal-pasal lain yang semacam.

Anggap saja ketika pak Archandra bersumpah setia pada AS, beliau sedang khilaf, terbuai oleh kerlingan pesona AS yang menawan, mengingat di negeri sendiri kurang "dianggap". 

Sayang sekali kalau harus membiarkan pak Archandra lepas setelah beliau kembali pulang dengan niat tulus membangun negeri. 

Mungkin bagi pak Archandra tak menjadi masalah walau beliau diberhentikan dengan hormat dari jabatan Menteri ESDM, toh dia bisa kembali ke USA yang akan selalu wellcome dan menduduki kembali posisinya yang Presiden Direktur itu.

Yang rugi kita, pemerintah dan bangsa Indonesia, yang membiarkan putra bangsa yang hebat pergi begitu saja.

***

16/8/2016  00.02

Bunda Farhanah 

  • view 243