8 - Lapar

Isti Nazilah Hidayati
Karya Isti Nazilah Hidayati Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 Februari 2016
Galaksi

Galaksi


Bagaimana kisah tentang Arez atau Galaksi Antarez? Apakah dia bisa bersama dengan orang yang dia inginkan? Baca terus kisahnya :)

Kategori Acak

1.8 K Hak Cipta Terlindungi
8 - Lapar

Arez mampir di sebuah tenda penjual martabak yang tidak terlalu jauh dari tempat penjual bandros tadi. Ia agak kerepotan karena harus membawa semacam rantang yang berisi sop ayam masakan ibunya. Setelah memesan dua porsi martabak, ia lalu menjalankan motornya kembali ke villa Novan di daerah Selabintana.

Audry dan anak-anak lainnya langsung saja menyerbu martabak yang Arez bawa. Lalu Arez pergi ke dapur dan menyimpan sop tersebut di kulkas. Ia sudah berpesan kepada Tari agar menghangatkan sop ayam itu besok pagi. Lalu Arez pergi keluar, memegang gitar lagi, untuk memperbaiki suasana hatinya yang sedang tidak nyaman.

Di sudut ruang tengah, Irina dan panitia lainnya baru saja selesai menyiapkan perlengkapan untuk outbond besok pagi. Irina mencari-cari sosok Arez, lalu menghampirinya ke teras, dan duduk di dekatnya. Sementara anak-anak lainnya sebagian sudah ada yang tidur, mungkin karena kelelahan. Venus pun sudah terlelap sejak tadi. Arez menyadari kehadiran Irina di sana.

?Eh rin. Enggak tidur??

?Belum ngantuk Kak, hehehe.?

?Hahaha, besok jangan telat bangun.?

?Hehehe, iya Kak.?

?Irin boleh tanya sesuatu kak??

?Tanya apa??

?Irin enggak pernah denger Kakak punya pacar, kakak mau fokus kuliah dulu ya? hehe.??Arez tersenyum dan berhenti memainkan gitarnya.

?Kenapa??

?Kenapa apa Kak??

?Kenapa nanya gitu??

?Hehe, gapapa. Penasaran aja.?

Arez diam. Lalu beberapa saat kemudian ia berkata,??Mau denger gue nyanyi??

Irina mengangguk.

Arez kemudian menyanyikan lagu Ardiansyah Martin yang judulnya Bukan Salah Jodoh. Entah Irina mengerti atau tidak lagu itu Arez nyanyikan untuk siapa.

Sekitar jam 3 pagi, Venus terbangun. Perutnya memang sudah tidak terasa sakit seperti tadi, namun sekarang justru perutnya meminta diisi. Mungkin karena kemarin ia baru makan sekali.

Ia kemudian berjalan ke dapur. Di atas meja makan terlihat kardus sisa martabak yang Arez beli. Venus meringis, berharap masih ada martabak di dalamnya. Tapi ternyata isinya sudah kosong. Lalu ia membuka kulkas, berharap ada sesuatu yang bisa mengganjal perutnya.

Ia melihat sebuah rantang berisi beberapa potong paha ayam yang berkuah bening. Saat ia akan mengeluarkannya dari kulkas, ia tersentak.

Ia kaget melihat sosok yang ada di balik pintu kulkas. Padahal tadi ia tidak melihat siapa-siapa disitu. Akhirnya, ia terjatuh ke belakang dalam posisi duduk dengan pergelangan tangan sebagai tumpuannya. Sementara itu, rantang yang sedang ia pegang jatuh ke badannya dan membasahi bajunya.

?Hahahahaha.? Sosok itu tertawa.

Venus berdiri dengan cemberut. Lalu ia mengambil lap dan kantung kresek untuk membersihkan lantai dapur yang basah karena tumpahan sop ayam tadi. Venus tidak mempedulikan sosok yang masih belum selesai menertawakannya dan langsung membersihkan lantai.

?Gue kira kucing malem-malem ada bunyi di dapur.? Kata sosok itu sambil masih mencoba menahan tawanya agar tidak terdengar anak-anak lain yang sedang tidur.

?Ketawa jangan??

?Hahahahahahahahahahahaha.??Venus akhirnya mengambil handuknya di kamar. Sementara sosok itu malah menghampirinya.

?Lo mau mandi? Jam segini??

?Baju gue basah.?

?Nanti ditemenin mbak rambut panjang di kamar mandinya.?

?Iiiiihhhh!?

?Hahahahahaha.?

Lalu Venus pergi ke kamar mandi, meninggalkan sosok itu di depan kamar. Sementara itu, sosok tadi mengambil sebungkus mie instan dan telur di dalam kulkas dan memasaknya.

Venus keluar dari kamar mandi dan saat melewati dapur, sosok itu duduk di meja makan sambil memegang beberapa lembar kertas. Mungkin kertas itu berisi rundown acara pagi ini.

?Lo enggak tidur ya?? tanya Venus.

Sosok itu menoleh dan menggeleng. Lalu kembali memfokuskan matanya ke kertas tadi.

?Lo laper kan?? tanya sosok itu sambil masih membaca.

?Tuh gue bikinin mie.?

?Lo kenapa??

?Siapa??
?Lo, Arez. Kenapa bikinin gue makanan? Tumben.?

?Gue ketua, dan kalau ada apa-apa sama kalian, gue yang tanggungjawab.?

?Oh.?

?Termasuk kalau anggota gue ada yang kelaparan, biar enggak nyolong makanan di kulkas.?

?Gue gak nyolong.?

?Terus??

?Gue minta.?

?Emang tahu itu punya siapa??

?Paling punya anak-anak.?

?Hahahahahahaha. Tiap gue ketemu lo perasaan lo jatoh mulu ya.?

?Baru dua kali gue jatoh.?

?Masa? Buruan dimakan, keburu dingin itu ih.?

?Iyaaaaa.?

Arez melipat tangannya di atas meja makan, meletakkan kepalanya diatasnya. Sementara kertas tadi ia simpan didekatnya.

?Bangunin gue satu jam lagi.? Ujarnya sambil memejamkan mata.

Venus tersenyum. Venus tak tahu, mengapa saat itu ia sangat begitu ingin tersenyum. Ia merasa seperti kembali ke masa SMA, di mana sikap Arez masih seperti saat ini. Walaupun seharusnya ia tidak boleh merasa begitu.

?

bersambung...

  • view 199