Tumblr Malang, Tulisan Menghilang?

Isti Nazilah Hidayati
Karya Isti Nazilah Hidayati Kategori Lainnya
dipublikasikan 18 Februari 2016
Tumblr Malang, Tulisan Menghilang?

Awalnya, saya melihat postingan Masgun atau @kurniawan_gunadi di instagram tentang pemblokiran Tumblr oleh Kominfo karena "katanya" banyak pornografi di media tersebut. Kemudian saya melihat postingan dari Mbak @prawitamutia yang meng-capture berita lengkap terkait hal tersebut.

Sejujurnya, saya kurang setuju dengan pernyataan tersebut, karena sebagai pengguna (walaupun belum memiliki tulisan-tulisan seperti penulis), melalui tumblr justru saya banyak menemukan sosok-sosok penulis dan pembuat karya yang positif. Banyak sekali pengguna Tumblr yang memiliki (terutama) tulisan yang bagus sekali.

Tumblr relatif mudah digunakan, walaupun hanya bermodalkan smartphone. Mungkin hal tersebut yang mendorong orang lebih menyukai menggunakan Tumblr dibandingkan media sejenis yang lain.

Menurut saya, Tumblr hanya media, tak lebih. Sama seperti media lainnya yang menjadi sarana orang-orang untuk membagikan sesuatu (karya) terutama tulisan. Dan selama saya menggunakan media ini, saya belum pernah menemukan konten aneh. Hal tersebut mungkin memang karena saya tidak mencarinya.

Jadi, saya kurang setuju jika media ini diblokir. ?Jika di sisi lain terdapat konten-konten pornografi dan konten negatif lain, bukan berarti media tersebut harus diblokir langsung. Mungkin ada solusi lain yang lebih baik, seperti hanya dilakukan pemblokiran akun yang membagikan konten negatif tersebut.

Karena, jika Tumblr diblokir sepenuhnya, mungkin bisa merugikan para pembuat tulisan yang belum sempat menyalin tulisannya di media lain. Tulisan mereka mungkin bisa hilang begitu saja, dan tak berbekas.

*Kasus ini mengingatkan saya pada kasus Line dan isu LGBT yang sedang marak diperbincangkan, namun dalam segi masalah yang berbeda. Saya sendiri masih dilema, apakah merupakan keputusan yang bijak jika kita tidak lagi menggunakan media sosial Line. Karena di sisi lain, jika akun-akun official keagamaan ikut berhenti menggunakan Line, maka tak ada lagi dakwah yang disebarkan disana.