7 - Pertemuan

Isti Nazilah Hidayati
Karya Isti Nazilah Hidayati Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 Februari 2016
Galaksi

Galaksi


Bagaimana kisah tentang Arez atau Galaksi Antarez? Apakah dia bisa bersama dengan orang yang dia inginkan? Baca terus kisahnya :)

Kategori Acak

1.9 K Hak Cipta Terlindungi
7 - Pertemuan

Akhirnya Audry tersingkir dari permainan yang sangat ia kuasai itu. Bukan karena ia kalah, tapi justru karena ia selalu menang.

?Ah kakak mulu yang menang.? Ujar salah satu anak dalam lingkaran.

?Ya elah, berarti kalian kurang ngasah otak. Masa dari permainan awal sampe sekarang gue terus yang pertama menang. Hahaha?

?Kalau lo gak ada, gue pasti menang.? Ujar Tari kemudian.

?Ya udah sono, ronde ini gue gak main dulu deh. Laper juga ternyata abis ngasah otak gitu.? Ujar Audry sambil berdiri dan berjalan ke arah kulkas. Dilihatnya Arez sedang menuangkan air dari termos biru yang tak jauh dari kulkas.

?Eh Rez, lo lagi ngambilin air anget buat Venus?? tanya Audry polos. Audry mengira Arez yang memang terlihat cukup dekat dengan Venus sudah tahu kalau temannya itu sedang sakit.

Arez kemudian berhenti minum, tidak mengerti apa yang diucapkan Audry. Sebelum Arez mengeluarkan kata-kata, Audry sudah memberondongnya dengan pertanyaan lain.

?Venus belum baikan emang? Gue sebenernya mau cek keadaan dia sekarang, tapi kalau udah ada lo, gue gabung anak-anak lagi deh ya. Gue palingan 5 ronde lagi kok maen uno-nya, ntar gue juga tidur bareng dia.?

Audry berjalan menjauh dari Arez, bergabung lagi dalam lingkaran permainan yang menjadikan ia sebagai ratunya. Sementara Arez kemudian mengambil gelas dan menuangkan air hangat ke dalamnya. Ia tahu ada sesuatu yang terjadi dengan Venus.

Pintu kamar tidak sepenuhnya tertutup sehingga Arez dapat melihat Venus sedang tertidur memegang perutnya. Mata Venus terpejam, namun melihat tangan Venus yang memegang perutnya seperti itu, Arez tidak yakin bahwa Venus sudah benar-benar tertidur. Arez lihat handphone di sebelahnya terus bergetar karena ada telepon masuk. Telepon dari Gamma.
Arez meletakkan gelas berisi air hangat di meja samping tempat tidur Venus. Lalu tanpa ia kira, Venus memegang tangannya yang masih memegang gelas tersebut. Genggaman Venus kadang melemah, namun tidak beberapa lama menguat lagi. Arez tahu bahwa Venus sedang menahan rasa sakit di perutnya. Arez mencoba membangunkan Venus, memintanya meminum air hangat yang ia bawa dan meminum obat maag. Dan saat itu Venus kaget mendengar suara orang yang tangannya sedang ia genggam itu ternyata bukan Audry.

?Ternyata lo suka megang tangan cowok ya?? tanya Arez, datar namun sedikit bergurau.

Venus langsung melepaskan tangan Arez dan langsung duduk.

?Enggak.?

?Enggak apa?? katanya. ?Enggak salah kan? Hahaha.?

Lalu Venus memukul lengan Arez dengan bantal yang ada di sampingnya.

?Aww, sakit tahu! Tanggungjawab ih.?

?Biarin. Tanggungjawab apanya??

?Ini, tanggungjawab. Bengkak gini kan jadinya.?

Venus tertawa. Arez juga. Tawa lepas pertama yang Venus lihat lagi setelah mereka kuliah.

?Tuh teleponnya diangkat dulu. Dari tadi nyala terus.?

Lalu Arez keluar kamar masih sambil memegang lengannya seperti orang yang lengannya memang benar-benar sakit, padahal tidak.

Arez melihat handphonenya. Ada tiga pesan masuk, dari Gamma. Mimik wajahnya langsung berubah. Lalu ia mengambil jaket dan helmnya, menghampiri Audry yang sudah asyik lagi di lingkaran kartu tadi.

?Gue keluar sebentar ya.?

Audry mengangguk. ?Pulangnya bawa martabak, hahaha.?

Arez mengendarai motornya dengan cepat menuju tempat di mana kakaknya menunggu setelah beberapa jam mengendarai mobil sedan jadul pemberian ayah mereka. Jalanan sudah mulai sepi, saat itu jam menunjukkan pukul 23.11.

Arez menghampiri mobil yang terparkir di depan sebuah tenda penjual Bandros di daerah Kebon Jati. Ia lihat Gamma sedang meminum bandrek, semacam minuman yang terbuat dari jahe tapi di dalamnya ada kolang-kalingnya. Arez?menghampirinya.

?Lo sehat Rez??

Arez mengangguk. ?Mama sama Papa gimana??

?Mereka sehat. Pas gue bilang mau ketemu lo, Mama langsung masak sop ayam kesukaan lo. Entar lo ambil aja di mobil.? Gamma lalu memakan bandros yang baru saja diangkat dari cetakannya.

?Kang, bandreknya satu lagi ya buat adik saya.?

?Iya, mangga. Diantos sakedap nya, A.? ( Iya, boleh. Ditunggu sebentar ya, Mas )

Gamma menanyakan tentang Venus. Dia bilang, Venus tidak menjawab telepon dan bbmnya seharian. Arez menjawab sekenanya. Hingga tidak terasa bandros dan bandrek telah selesai mereka habiskan.

Gamma bilang akan menginap di rumah teman kuliahnya yang kebetulan tinggal di Jalan Balai Desa, tidak terlalu jauh dari situ memang. Baru besok paginya ia akan ke villa Novan untuk bertemu dengan Venus. Arez hanya mengangguk.

bersambung...

  • view 162