6 - Sukabumi

Isti Nazilah Hidayati
Karya Isti Nazilah Hidayati Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 11 Februari 2016
Galaksi

Galaksi


Bagaimana kisah tentang Arez atau Galaksi Antarez? Apakah dia bisa bersama dengan orang yang dia inginkan? Baca terus kisahnya :)

Kategori Acak

1.9 K Hak Cipta Terlindungi
6 - Sukabumi

Villa Novan di Sukabumi memang cukup besar. Ada empat kamar yang semua pintunya mengarah ke ruang tengah. Tiga kamar digunakan untuk para srikandi, dan satu kamar untuk para arjuna. Sebagian dari arjuna itu memilih tidur di ruang tengah, sekalian juga untuk menjaga keamanan disana sambil menonton televisi.

Venus bersama dengan manajer divisi lain yang perempuan seperti Audry menempati kamar yang dekat dengan dapur. Setelah menyimpan tasnya di kamar masing-masing, semua orang disuruh berkumpul di ruang tengah untuk segera memulai acaranya.

Acara pembubaran pengurus dimulai dengan pemaparan LPJ dari setiap divisi yang ada. Dengan lancar Venus pun memaparkan secara jelas semua program kerja yang sudah ia dan divisinya laksanakan selama setahun kebelakang.

Saat itu, matahari sudah hampir tenggelam dan Venus baru sadar seharian ini ia baru memasukkan dua sendok sereal ke dalam mulutnya. Padahal panitia acara sudah mempersiapkan makan siang, namun Venus yang grogi mempersiapkan LPJ-nya menunda melahap makanan itu. Alhasil saat ia makan malam, perutnya terasa sakit. Ia sadar maag?nya kambuh lagi.

?Ven, lo yakin gak keluar kamar? Anak-anak pada main uno tuh di ruang tengah.? Tanya Audry. Sekilas Venus juga mendengar suara gitar dan beberapa anak menyanyi di teras.

?Emm gue istirahat dulu deh malem ini Dry, biasa lah kambuh. Sori ya gak bisa ikut nimbrung.?

?Tapi lo gpp? Mau gue ambilin obat maag??

?Enggak usah, gue bawa kok. Thanks Dry. Udah sana lo maen uno aja.?

?Oke deh. Gue gabung anak-anak dulu ya.? Audry kemudian bergabung dengan yang lainnya di ruang tengah.

Venus kemudian merebahkan tubuhnya dan berharap dengan posisi seperti itu dapat sedikit mengurangi rasa sakit di perutnya.

Sementara itu di teras, Arez masih asyik memainkan gitar, mengiringi adik-adiknya bernyanyi sambil menikmati angin malam yang cukup dingin. Beberapa di antara mereka ada yang memilih masuk ke ruangan karena suhu yang semakin dingin, tapi yang lainnya masih betah berdendang di teras yang hanya dialasi karpet tipis itu.

Arez berhenti saat tenggorokannya terasa haus, kemudian gitarpun dimainkan oleh anak lain. Ia kemudian pergi ke dapur untuk mengambil air minum yang dapat menghangatkan tubuhnya.

Saat melewati ruang tengah, Arez melihat Audry dan beberapa anak melingkar, memainkan kartu-kartu berwarna-warni. Wajah mereka ada yang sudah penuh dengan bedak, mungkin karena kalah dalam ronde sebelumnya. Mungkin yang wajahnya masih mulus hanya Audry.

Di ujung dekat shofa, panitia acara seperti Irina, Rio, dan Evan sedang memotong tali rapia yang akan digunakan untuk acara outbond besok pagi. Hanya Venus yang tak dilihatnya saat itu.

?

bersambung...

  • view 156