Rezeki

Isti Nazilah Hidayati
Karya Isti Nazilah Hidayati Kategori Agama
dipublikasikan 08 Februari 2016
Rezeki

Beberapa hari yang lalu ada salah satu temanku yang bertanya hal yang begitu menarik bagiku, tentang kelancaran rezeki.

?Ti, cara ngebuka pintu rezeki itu gimana? Kita harus ngapain aja??

Karena aku belum bisa membalas dengan panjang pesannya itu, akhirnya aku hanya membalas,

?Shalat dhuha.?

Keesokan harinya aku baru bisa membalas chatnya sekitar sore hari.

Lalu aku jawab,??Kalau pengen rezeki lancar, banyakin sedekah, kencengin shalat dhuhanya, sama silaturahminya juga.?

Saat menjawab itu, ada perasaan berkecambuk di dadaku. Alasannya karena aku pernah membaca tentang apakah yang kita lakukan itu benar jika kita menggunakan amal akhirat untuk memperoleh dunia?

?Nah kalau ada orang gak suka shalat tapi rezeki lancar itu gimana??

Aku diam sejenak membaca pertanyaan dia selanjutnya itu. Ada perasaan takut jika salah menjawab, karena ilmuku belum banyak.

?Kalau di dunia kan nikmatnya itu nikmat besar, sedangkan di akhirat nikmat kecil. Di dunia, Allah kasih rezeki ke semua orang sesuai dengan apa yang dia butuhkan, mau dia Islam atau non Islam, mau suka shalat atau enggak.?

?Oh iya ya, kan rezeki udah diatur sebelum kita lahir. ? ujarnya.

Percakapan tentang rezeki dengannya akhirnya berhenti disitu dan kami jadi membahas hal lainnya.

Jawabanku yang terakhir mungkin cukup jelas, maksudku, kita tentu tahu dasar jawabanku, QS. Al-Fatihah ayat 1.

Allah Maha Pengasih, Allah memberikan nikmat yang besar di dunia. Maksud besar disini, bahwa Allah memberikan nikmatnya kepada seluruh makhluk yang ada di dunia tidak terkecuali.

Selanjutnya, Allah Maha Penyayang, Allah memberikan nikmat kecil di akhirat. Maksud kecil disini, bahwa Allah memberikan nikmatnya di akhirat hanya kepada orang-orang yang beriman saja. Huallahu'alam.

*Mohon dikoreksi jika ada salah.


  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Sebenarnya pengen mengoreksi, tapi ga nemu yang salah, akhirnya ga jadi koreksi...^_

  • Asep Kamaludin
    Asep Kamaludin
    1 tahun yang lalu.
    Konsep rejeki bagi kebanyakan orang (termasuk saya) adalah harta benda. Padahal, setiap harta benda pastilah rejeki, tapi tidak setiap rejeki itu haruslah harta benda. Kita diberikan kesehatan, keselamatan, keluangan waktu dan lain sebagainya. Memang, manusia memiliki ambisi untuk menjadi kaya (harta), kecuali Nabi kita malah sebaliknya. Namun lain halnya dengan sang Khaliq, Allah SWT menciptakan hal di dunia ini berpasangan. Contoh : Siang-malam, Sedih-gembira, pria-wanita, Halal-haram, Kaya-Cukup. Segitu aja ya komennya, sebenarnya masih pengen nambah tapi jempol udah panas.. Heheh.. Wassalam

    • Lihat 1 Respon