5 - Andromeda

Isti Nazilah Hidayati
Karya Isti Nazilah Hidayati Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 08 Februari 2016
Galaksi

Galaksi


Bagaimana kisah tentang Arez atau Galaksi Antarez? Apakah dia bisa bersama dengan orang yang dia inginkan? Baca terus kisahnya :)

Kategori Acak

2 K Hak Cipta Terlindungi
5 - Andromeda

Di sisi lain Venus mungkin senang bisa bertemu lagi dengan Arez seperti saat ini. Dibonceng lagi olehnya seperti dulu saat mereka bertemu dalam satu kepanitian. Setiap hari mereka pergi kemana-mana bersama. Venus kadang merindukan saat-saat itu. Saat mereka berdua, yang memang sebagai Ketua Panitia dan Sekertaris meminta tanda tangan pembina organisasi, meminta tanda tangan Ketua organisasi tahun lalu, dan semua kegiatan lainnya.

Tepat dua tahun yang lalu, pikir Venus.?Tepat dua tahun lalu juga, Arez yang setelah kepanitian itu menghilang entah kemana. Dan kemudian ia muncul lagi saat dicalonkan oleh salah satu senior sebagai Ketua organisasi. Arez datang untuk menolak menjadi salah satu calon ketua, namun ia akhirnya terpilih juga.

Tiba-tiba Venus dikagetkan dengan getaran yang berasal dari handphone di saku celananya. Telepon dari Gamma. Venus lupa mengabari Gamma tadi pagi dan akhirnya ia pasrah mendengar omelan laki-laki yang saat ini menjadi pacarnya itu di telepon.

?Halo? Kamu kemana aja sih Ven? Aku dari tadi bbm gak ada yang dibales satupun. Kebiasaan kan, udah sering banget kamu begini. Lain kali, kalau kemana-mana kamu coba kasih tahu aku, biar aku juga gak khawatir. ??? dan omelan itu terus berlanjut. Sementara Venus sesekali hanya menjawab dengan kata ?iya?, ?sori?, tanpa bisa menjelaskan dulu alasannya.

Arez hanya diam dan fokus ke jalanan. Walaupun sebenarnya sedikit-sedikit, Arez dapat menebak pembicaraan Venus di telepon. Arez juga mendengar sekilas nama Gamma disebut. Arez tahu sekali bagaimana sifat kakaknya yang begitu perhatian kepada siapapun dan sifat itu berbanding terbalik dengan dirinya.

Sudah tiga tahun Arez tidak bertemu dengan Gamma, dan Arez enggan menghubungi Gamma duluan. Sementara saat libur semester Arez lebih memilih untuk tidak pulang ke Depok dan mengambil Semester Pendek. Padahal Gamma sering sekali menghubunginya, menanyakan kabar, kuliah, dan menanyakan Venus kepadanya. Arez kadang menyesal tidak melanjutkan kuliahnya di Malang saja, sambil menemani Opa dan Omanya. Menjauh dari bayang-bayang perasaan yang terus menghantuinya.

Arez masih ingat saat Gamma menyatakan perasaannya kepada Venus, sehari sebelum Venus berangkat ke Bandung pertama kalinya saat menjadi mahasiswa. Tepat saat itu ia mulai menyadari bahwa ia menyukai Venus. Dan ia tahu ia sudah terlambat dan langkah yang paling tepat untuknya adalah menenggelamkan perasaanya dalam-dalam.

?

bersambung...

  • view 159