4 - Terlambat

Isti Nazilah Hidayati
Karya Isti Nazilah Hidayati Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 07 Februari 2016
Galaksi

Galaksi


Bagaimana kisah tentang Arez atau Galaksi Antarez? Apakah dia bisa bersama dengan orang yang dia inginkan? Baca terus kisahnya :)

Kategori Acak

1.8 K Hak Cipta Terlindungi
4 - Terlambat

Bis yang membawa rombongan pengurus organisasi sudah berangkat pukul 07.40. Panitia akhirnya memutuskan untuk mentoleransi keterlambatan sampai pada saat itu. Walaupun ada beberapa yang belum datang.

Panitia sudah dibagi ke dalam tiga kelompok, kelompok pertama harus sudah ada disana sejak kemarin malam, mempersiapkan semua hal yang perlu dipersiapkan saat semua peserta acara tiba disana. Kelompok kedua berangkat bersama peserta acara dan mengkordinir peserta hadir tepat waktu. Dan kelompok ketiga berangkat tidak lama setelah peserta berangkat, tugasnya membawa perlengkapan tambahan yang belum dibawa seperti keperluan outbond untuk hari kedua.

Semua panitia berasal dari Divisi HRD termasuk Irina. Irina masuk ke kelompok 2 dan sudah berangkat dengan peserta lainnya. Sebelum bis berangkat, Irina mengajak Arez ikut di bis karena Ketua harus membuka acara disana. Namun Arez belum melihat sosok yang dicarinya dan memilih menunggu dulu. Lagi pula ia akan kesana dengan menggunakan sepeda motornya sehingga dapat lebih cepat tiba disana. Sambil menunggu sosok itu datang, Arez juga sesekali ikut membantu Evan dan Rio memasukkan peralatan ke dalam mobil. Setelah hampir selesai, Arez kemudian mengambil motornya di parkiran.

Pada saat itu, dari kejauhan Venus turun dari angkot dan berlari menghampiri Evan dan Rio yang saat itu sedang memasukkan peralatan ke mobil Evan.

?Eh sori ya gue telat. Ini jadi gimana ya? Gue ikut di mobil lo ya Van berarti?? tanya Venus.

?Kak Venus kayaknya mending sama Kak Arez aja di motor gimana? Soalnya mobilnya penuh sama barang. Gak muat Kak.? Rio menjawab sambil mencoba memasukkan beberapa ember ke jok tengah mobil Evan.

Sementara itu, Venus tidak sadar bahwa disana ada Arez. Venus belum sempat bertanya lagi kepada kedua adik tingkatnya itu, saat Arez melihat ia menghampiri Evan dan Rio. Arez menghampiri mereka bertiga. Tepatnya menghampiri gadis yang sedang ia tunggu dari tadi.

?Kak, mobil kan penuh sama barang, Kak Venus sama Kakak aja ya berarti?? Rio langsung menembak tepat pada sasaran. Sementara Evan sudah berada di depan kemudi dan membunyikan klakson, memberi tanda bahwa mereka harus segera berangkat. Akhirnya Venus terpaksa dibonceng oleh Arez.

?Gara-gara lo, gue harus ngebut. Jadi lo jangan sampe jatoh, pegang aja tas atau jaket gue."

Venus menyerngit.

"Kalau gak mau pegang jaket atau tas gue, lo bisa pegang pegangan yang dibelakang itu. Jadi ntar lo kayak nenek-nenek.? Ujar Arez sambil memberikan helm pinjaman dari Rio kepada Venus.

?Iya, gue tahu.?

?

bersambung...

  • view 224