2 - Galaksi

Isti Nazilah Hidayati
Karya Isti Nazilah Hidayati Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Februari 2016
Galaksi

Galaksi


Bagaimana kisah tentang Arez atau Galaksi Antarez? Apakah dia bisa bersama dengan orang yang dia inginkan? Baca terus kisahnya :)

Kategori Acak

1.6 K Hak Cipta Terlindungi
2 - Galaksi

Arez sebetulnya enggan masuk kelas, namun karena jatah bolosnya di semester ini sudah ia habiskan, maka ia dengan terpaksa duduk manis di kursinya sambil mendengarkan dosen berbicara panjang lebar di depan. Walaupun terasa sangat lama bagi Arez, namun akhirnya mata kuliah itu selesai juga. Ia keluar kelas, dan tak sengaja melihat sosok yang dicarinya sejak beberapa minggu yang lalu.

Arez menghampirinya dengan santai, saat Arez akan membuka mulutnya untuk bertanya ia malah beranjak dari kursi dan menabrak orang lain yang ada di depannya. Ya, wanita yang satu ini memang selalu unik di matanya. Ceroboh sekali. Arez menjulurkan tangannya. Mereka mengobrol namun sangat singkat. Percakapan itu semakin membuat Arez merasa bahwa Venus memang sedang menghindarinya. Menghindari untuk berurusan dengannya.

Setelah itu Arez pergi menuju Sekre, ia memilih untuk tidur disana hingga sore tiba. Belum lama Arez memejamkan matanya, saat seseorang masuk ke ruang Sekre dan terdengar membuka lemari berkas yang ada disana. Tidak lama, pintu lemari terdengar ditutup lagi dan terdengar suara langkah kaki yang semakin menjauh dari tempat ia memejamkan mata.

Saat ia hampir terlelap, terdengar lagi suara seseorang yang masuk ke ruangan. Mengapa hari ini begitu banyak orang keluar-masuk? Pikir Arez. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan rasa dingin yang menerpa pipinya. Ia langsung membuka matanya, dan menemukan sosok Irina sudah duduk di sampingnya. Irina memberikan kaleng berisi kopi dingin kepadanya. Arez kemudian duduk dan menerima kopi itu.

?Makasih.? Ujar Arez, dan dibalas dengan senyuman Irina yang manis.

?Kakak gak ada kuliah? Kok bisa tidur disini. Maaf ya kalau malah kebangunin.? Ragu-ragu Irina bertanya pada Arez.

Irina tak menyangka bisa bertemu dengan Arez seperti saat ini. Biasanya ia hanya melihat Arez saat ada acara organisasi yang penting dan mengharuskan ada Ketua disana. Karena Arez, ia yang sudah akan masuk ke Sekre lalu keluar lagi dan membeli dulu minuman kaleng di kantin. Sosok Arez memang sudah ia kagumi sejak ia masuk ke Fakultas Ekonomi setahun lalu.

?Gue baru beres kuliah Rin, males balik ke kosan jadi malah ke Sekre. Lo sendiri ngapain? Gpp, dari tadi gue gak bisa tidur kok, cuma matanya aja yang merem.?

?Ada rapat internal HRD kak jam 4 disini. Makanya barusan Irin bangunin kakak, takutnya nanti anak-anak yang lain udah pada dateng kakak masih tidur. Nanti kakak malu.?

?Oh, iya juga.?. Arez lalu membuka kopi kaleng yang diberikan Irina tadi dan meneguknya. ?Oh iya, mumpung gue ketemu anak HRD, buat pembubaran pengurus tahun ini tempatnya dimana? Terus persiapannya udah sampe mana??

?Untuk tempat, kita masih bingung kak. Soalnya kita gak cuma butuh indoor yang cukup luas, tapi juga outdoor yang pas buat dijadiin outbond ringan. Ada beberapa opsi sebenernya, cuma masih belum fix mau pakai yang mana, soalnya kita juga terbentur sama dana yang udah dianggarin pihak fakultas.?

?Kalau gak salah, Novan punya villa di daerah Sukabumi. Coba lo tanya dia, lumayan kan kalau lagi gak dipake mungkin bisa gratis. Lagian Sukabumi kan deket dari Bandung dan gak bakal terlalu rame kayak Puncak kalau weekend.?

?Oh iya kak, Irin mau minta nomernya kak Novan kalau gitu.?

?Nih..?

?

bersambung...

  • view 154