Sendiri

Isti Nazilah Hidayati
Karya Isti Nazilah Hidayati Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 02 Februari 2016
Sendiri

Sudah kesekian kalinya mungkin kukatakan kepadamu bahwa aku ingin sendiri.

Iya, sendiri saja menjalani semuanya. Hanya untuk saat ini.

Kamu bertanya padaku, "Mengapa?". Walaupun kita sama-sama tahu alasannya.

Ku ulangi lagi jawabanku yang masih sama.

Kukatakan padamu, bukan jalan ini yang seharusnya ku tempuh. Bukan pula cara ini yang seharusnya ku jalani.

Kamu terus bertanya, "Mengapa tidak kita lakukan saja cara yang menurutmu benar itu?"

"Mengapa tidak kita tempuh saja jalan yang kamu maksudkan itu?"

Aku diam, aku tahu masalah sesungguhnya ada padaku.

Walaupun aku bersedia menikah, aku belum bisa.

Masih banyak tanggung jawab lain yang harus kulakukan.

Kuliahku yang belum selesai, ikatan dinas dari beasiswaku, termasuk mencari kerja setelah kuliah nanti untuk memenuhi kebutuhan keluargaku.

Namun aku tetap mengatakan lagi padamu, sungguh aku sudah tak bisa jika harus melalui jalan ini.

Kamu lalu berkata padaku, "Mengapa harus sendirian jika bisa bersama? Mengapa kamu lebih memilih berjalan sendiri di jalan yang menurut kamu benar? Mengapa tidak berjalan bersama saja? Mengapa lebih memilih sendiri?

Aku diam.