Pertemuan

Isti Nazilah Hidayati
Karya Isti Nazilah Hidayati Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 11 Mei 2016
Pertemuan

Kamu tersenyum miris saat itu.
"Kita lucu ya, kayak baru ketemu sekarang." Katamu.
Aku ikut tersenyum, mungkin sama mirisnya denganmu.

Akhirnya ingatanku kembali ke empat tahun lalu, saat kamu dan aku masih menjadi mahasiswa baru dan masuk ke beberapa organisasi kampus yang sama. Kamu dan aku berteman baik, sekedarnya saja. Tak berlebihan. Dan sekarang, semua itu berubah.

"Kenapa enggak dari dulu ya?" Katamu lagi saat itu.
Aku tersenyum lagi.

"Karena belum saatnya. Kamu tahu? Allah mempertemukan untuk suatu alasan. Inget kata-kataku yang dulu?"
Kamu diam sejenak.
"Iya aku inget. Maaf aku malah dateng di saat keadaan kayak gini."

Aku menghela napas panjang, rasanya sedikit sesak memang. Kuulangi lagi kata yang pernah aku bicarakan padamu.

"Kamu gak boleh nyalahin siapapun sama keadaan ini, apalagi diri kamu sendiri. Aku yakin ada yang mau Dia kasih ke kita lewat pertemuan ini. Enggak ada pertemuan yang sia-sia."

"Tapi aku emang salah karena dateng ke kamu sekarang."

"Kamu tahu? Mungkin lewat pertemuan ini Allah kasih kita jalan buat berproses. Semua pertemuan dengan orang-orang dalam hidup kamu atau aku, itu sudah ditakdirkan. Dan mungkin lewat merekalah kita berproses menjadi lebih baik. Jangan salahkan masa lalu, jangan sesalkan semua yang pernah terjadi. Justru jika dulu Dia tak mempertemukan kita dengan mereka, mungkin kita belum ada di tahap ini."

"Iya." Kamu tersenyum.

"Kamu percaya kan?" Kataku kemudian.

"Percaya apa?" Tanyamu sedikit bingung.

"Percaya kalau pertemuan selanjutnya akan datang kalau memang Dia menginginkannya."

Kamu menundukkan kepalamu, sedikit gelisah.

"Kamu mau pergi?" Katamu sambil menoleh padaku.

Aku tersenyum.
"Enggak, aku masih disini kok."

"Aku boleh minta sesuatu?" Katamu.
"Apa?"
"Kalau nanti pertemuan itu datang lagi, aku pengen lihat kamu bahagia."
"Pasti." Jawabku tak yakin.