#KurinduITD - Merindui Candu Persamaan di Balik Perbedaanku

NAVYKE NOVITASARI
Karya NAVYKE NOVITASARI Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 22 November 2016
#KurinduITD - Merindui Candu Persamaan di Balik Perbedaanku

 

Karena berbeda dengan yang lain adalah tantangan luar biasa untuk tetap bertahan.

Salam merindu agar kamu tidak meremehkan si pembeda.

Gelisah tak punya yang namanya perdu, setiap sajaknya mengharapkan hembusan angin. Kini pemahaman dengan waktu sudah terlampau jauh mengikuti rasa yang memang dibawa sedemikian hingga. Dimana batu telah diletakkan di suatu tempat yang teramat mengasingkan. Antara rasa memang tak pernah habis seperti makanan sore itu.

Merebos indahnya kebisingan terbuai kesenangan yang membohongi suatu kegetiran. Dari mana perjalanan akan dimulai? Menunggu rerimbunan hijau daun menyapa setiap hati kami, para insan duniawi. Struktur hormonal pernyertaan kimiawi alami, malam hari harapan semakin menjadi-jadi, terbawa sendu kegelapan kelam yang menghampiri.

Jendela mana yang dimasuki seorang penyusup hanya untuk melindungi diri ataukan untuk mematikan ruh kehidupan disekitarannya. Malam menjauhi didikan untuk melihat cahaya baru esok hari. Penafsiran musik disetiap kalimat atau nada yang dibilangi guru kemarin. Pemusik ulung setia menyapa ku disetiap kenyentrikan, dan ia miliki segala kepasrahnku. Hendaknya aku berangkat menimba ketika ruh ku memasuki dimendi baru mencandui frasa, dingin aliran darah merasuk memanaskan pikiran sekaligus kenyataan seharusnya dilawan.

Daya menerima bukanlah ide bagus yang kau miliki bung!!

Candu ingin dihargai sebagai pelecut semangat dibalik kegetiran yang pernah dialami setiap insan termasuk diri memulai rintangan untuk pertama kali. Teruntuk kalian, sungguh bagaimana mentitrasikan jiwa merenta yang tak semudah kalian, dapat berlari kesana kemari dengan riangnya, beruntunglah para pembicara bukan pendiam ulung.  Kemana rasa diam kalian untuk menghargainya, apakah terus menerus menolerir suatu dalam penyertaan ying yang. 

Aku merintih dan menseok-seok kerbersamaan berpisah dengan dunia yang mungkin selalu berpihak ketika memang kerja kerasmu telah memasuki batar wajar. Hanya wajar, bukan akhir faring mengeluarkan asap cuman kepanasan rindu. Seteguk air menemani perjalanan kala sore mencuatkan mimpi semalam atas keyakinan merindui dirinya.

Merindui cara mendiskriminasi perbedaan kami, pagi ini yang telah tertidur sangat pulas dalam pelajaran matematika yang mencenangkan. Atas liukan tubuh tak henti-hentinya meluniskan bagaimana gemulainya lekukan badan, irama lagu mengiringi hariku. Kelakuan-kelakuan tak menjadi umum ditengah mereka yang serius mengerjakan sebuah soal matematikan peminatan mipa. Tak banyak kata yang akan dilontarkan pada diri dengan kelakuan itu. Miris, gaungkan kata kompak sepenanggungan karena kami satu rasa satu kelas. Menghindari mata pelajaran eksakta adalah keahlianku. 

Dengan mudahnya mereka menempelkan label bahwa dia bodoh, tak mau mengerjakan apa yang disebut tugas matematika. 

Lihatlah ketika kita berfikir keras dia hanya tertidur pulas seperti orang tak berguna, sudah juara terakhir tak punya prestasi keunikan itu belum dpat diterima dengan semudah mengembalikkan tangan. Karena keunikan yang berbeda menjadi sasaran empuk untuk mendiskriminasi karena kamu terlihat bodoh di mata mereka, para anggota yang bergerombol disudut ruang setiap harinya. Kuatkan hati dan berharap semoga mereka menerima si pembeda seperti ku dikehidupan mereka.  Ku merindui rasa dihargai, seenggaknya mereka tak membully dengan lelucon karna ku unik dan berbeda.

Toleransikan sifat-sifat pembawaan setiap insan. Karena manis ada dibalik ketidaksempurnaanku bersama penyertaan dingin didalamnya. Bertahanlah atas ketidaksempurnaan dan tetaplah berisyarat setanang air.  

Laksanakan menghargai perbedaan, dan pelajaran ini kudapat dari  buku berjudul " ANAK TANI JADI PRESIDEN" karya  Masyandi dan afin Murtie.  Banyak yang mengenal Seoharto, bnayk yang memuji keberhasilannya menjalani hidup dan memimpin bangsa Indonesia. Dibalik itu banyak pula yang mencelanya , mengkritik habis-habisan, dan menyumpahinya. Bagiamanapun sebagai seorang manusia, kita memang telah ditakdirkan untuk menemui dua hal secara bertolak belakang. Ada senang dan ada sedih, ada pujian dan ada celaan, ada sehat dan ada sakit, ada hitam dan ada putih, semua berpasangan demi mencapai keseimbangan alam. 

Ku tetap menjadi pembeda dan ku berprestasi dengan perbedaanku. Live with a passion.

Jalani seperti tarian SAPU TANGAN YIN.

https://www.youtube.com/watch?v=_a_HIVD9GoM&index=1&list=PLyFq2_B-8vuhqcpM1r3EOkkKQ0-90Kw7H

 

  • view 196