Fokus

Nasti puji lestari
Karya Nasti puji lestari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 Mei 2016
Fokus

Jika Tuhan memberikan cobaan dengan meluluhlantakan hati aku sekarang, mungkin selama ini aku terlalu tangguh menghadapi perasaan yang menyayat di tingkat yang masih rendah. Saat ini terasa "nikmat" hati yang tergoncang, dahi selalu berkerut untuk memikirkan gesangnya perasaan, mulut selalu terkunci tanpa ingin berkata sepatah katapun untuk mengungkapkannya, memori otak hanya bisa memutar sakit, sakit dan sakit. Banyak hal yang harus aku kerjakan daripada memikirkan rasa sakit ini, tetapi otak sama sekali tidak bisa diajak kompromi. Belajar untuk tenang, belajar untuk bersikap seperti tidak ada apa-apa, tetapi untuk fokus mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat daripada memikirkan hancurnya perasaan itu sulit sekali.

Aku harus sadar untuk tidak terlarut dalam kondisi seperti ini. Aku harus cepat bangun dari tumpukan kepingan kehancuran jiwa, usap air mata dan mulai memikirkan masa depan.

Masa depan belum tampak di depan mata, kenapa aku masih seperti ini? Kenapa aku masih terlalu lemah dengan seonggok perasaan yang sama sekali tidak berpihak. 

Kata orang "berfikir positif, maka akan dapat sesuatu yang positif pula" . 

Tersakitinya aku sekarang mungkin karena perlakuan yang aku lakukan terdahulu, sampai orang lain merasa tersakiti oleh tingkahku. Sekarang Tuhan mungkin sedang menghukum aku. Apa yang aku tanam, mulai aku panen. Perbaiki diri, terus perbaiki, benahi semua sikap yang membuat kerugian.

Dan aku belajar dari rasa sakit ini.

Terima kasih Tuhan telah mengingatkan kesalahan aku yang teramat besar.

  • view 137