Cinta

Nasti puji lestari
Karya Nasti puji lestari Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 30 April 2016
Cinta

Cinta,

Aku menganggap cinta adalah perasaan suci yang pernah aku miliki. Tetapi betapa sulitnya mengerti Cinta itu sendiri, saat perasaan sedang bergemuruh memandang aliran Cinta yang tidak tahu akan ujung Cinta itu bermuara, mencari jalan untuk mempertahankan Cinta, bermunajat kepada Tuhan tentang jalan cerita yang aku inginkan, agar semua perih yang aku rasakan  dapat berakhir.

Siapa yang tahu jalan Cinta seseorang?

Tidak akan pernah tahu, diri sendiri pun tidak akan pernah tahu jalan cerita Cintanya

Bukan aku menyalahkan Cinta, Tidak sama sekali. Aku hanya sesak dengan alur ini, perih, penat, tertekan, entah apalagi rasa yang aku rasakan. Semua rasa berkecamuk dalam satu jiwa.

Bertahun menjalani Cinta yang ujungnya berbuah perih, apa pernah aku fikirkan sebelumnya? Tidak !

Setiap hari, setiap waktu perasaanku terhujam, tersayat, tergores, Cinta yang aku yakinipun perlahan mulai mencabik-cabik tanpa ampun. Manusia mana yang dapat bertahan dengan perihnya Cinta, setiap kali bertahan setiap kali pula batin terkoyak. Sampai suatu saat aku berkata dalam hati untuk menyerah, tetapi hati tidak bisa menerima begitu saja kata-kata menyerah dari aku. Kembali bertahan, dan kembali pula terkoyak. Sampai aku berada dititik dimana, air mata mengalir dengan derasnya setiap hari, hati aku hancur berkeping-keping tak terpola, saat itu aku dan hatiku mulai setuju untuk bilang MENYERAH !

Aku Menyerah

  • view 115