Artikel muhamad nasrullah : Peran Mahasiswa Dalam Gerakan Anti Korupsi

muhamad nasrullah
Karya muhamad nasrullah Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 Januari 2018
Artikel muhamad nasrullah : Peran Mahasiswa Dalam Gerakan Anti Korupsi

Artikel

“Peran Mahasiswa Dalam Gerakan Anti Korupsi Dengan Tatanan Pendidikan Anti Korupsi”

Oleh:

Muhamad Nasrullah M.

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadyiah Kupang

Abstrak

            Korupsi adalah salah satu masalah dan tantangan besar yang dihadapi oleh masyarakat nasional. Korupsi sesungguhnya sudah lama sejak manusia pertama kali mengenal tata kelolah administrasi. Korupsi sering dikaitkan dengan politik juga terkait dengan perekonomian, kebijakan public, kebijakan internasional, kesejahteraan social dan pembangunan nasional. Korupsi di tanah air kita ibarat “warisan haram” tanpa sarat wasiat. Korupsi di Negeri ini sekarang merajlelah bahkan sudah merajalela bahkan telah menjadi suatu “kebiasaan”. Korupsi tidak hanya berdampak pada satu aspek kehidupan saja. Korupsi menimbulkan evek domino yang meluas terhadap eksistensi bangsa dan Negara. Salah satu upaya jangka panjang yang terbaik untuk mengatasi korupsi adalah dengan memberikan pendidikan anti korupsi dini kepada kalangan generasi mudah sekarang. Karena generasi mudah terutama mahasiswa adalah generasi penerus yang akan menggantikan posisi para penjabat sebelumnya. Jadi, kita lebih mudah mendidik dan memengaruhi generasimudah agar tidak melakukan tindak pidana korupsi sebelum mereka lebih dulu dipengaruhi oleh “budaya” korupsi dari generasi pendahulunya. Dengan kompetensi yang mereka miliki tersebut mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi dirinya sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat sekitar, mereka mampu menyuarakan kepentingan rakyat, mampu mengkritisi kebijakan-kebijakan yang koruptif, dan mampu menjadi watch dog lembaga-lembaga negara dan penegak hokum.

Kata kunci : Peran Mahasiswa, Gerakan Anti Korupsi

Pendahuluan

            Korupsi adalah salah satu masalah dan tantangan besar yang dihadapi oleh masyarakat nasional maupun internasional. Korupsi sering dikaitka dengan politik, juga terkait dengan perekonomian, kebijakan public, kebijakan internasional, kesejahteraan social, dan pembangunan nasional. Korupsi di tanah air kita ibarat”warisan haram”. Tanpa surat wasiat. Factor inernal penyebabkorupsi karena alasan dari luar. Factor internal terdiri dari aspek morak, aspek sikap atau perilaku dan aspek social. Factor eksternal dilacak dari aspek ekonomi, aspek politis, aspek manejemen, dan organisasi, aspek hokum dan lemahnya penegakan hukum, serta aspek social yaitu lingkungan atau masyarakat kurang mendukung perilaku anti korupsi. Korupsi tidak hanya berdampak terhadap satu aspek kehidupan saja. Korupsi menimbulkan evek domino yang meluas terhadap eksistensi bangsa dan Negara. Korupsi memiliki berbagai evek penghancuran yang hebat, khususnya dalam sisi ekonomi sebagai pendorong utama kesejahteraan masyarakat. Pada kondisi ini, inevisiensi terjadi, yaitu ketika pemerintah mengeluarkan lebih banyak kebijakan namun disertai dengan maraknya praktek korupsi, bukanya memberikan nilai positif yang semakin tertata, namun memberikan evek negative bagi perekonimian secara umum. Salah satu upaya jangka panjang yang terbaik mengatasi korupsi adalah dengan memberikan pendidikan anti korupsi dini kepada kalangan generasi mudah sekarangkhususnya mahasiswa di perguruan tinggi. Karena mahasiswa adalah generasi penerus yang akan menggantikan posisi para pejabat sebelumnya. Juga karena generasi mudah sangat mudah terpengaruh dengan lingkungan disekitarnya. Jadi kita lebih mudah mendidik dan memenggaruhi generasi mudah agar tidak melakukan tindak pidana korupsi sebelum mereka lebih dulu dipengaruhi ole”budaya” korupsi dari generasi pendahulunya.

Bagian inti

  1. Peran Mahasiswa Dalam Pendidikan Anti Korupsi

            Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi dibedakan menjadi empat wilaya, antara lain dilingkungan keluarga, lingkungan kampus, masyarakat sekitar, serta ditingkat local dan nasional. Lingkungan keluarga dipercaya menjadi tolak ukur pertama dan utama bagi mahasiswa agar bisa menguji apakah proses internalisasi antikorupsi didalam diri mereka sudah terjadi. Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi di lingkungan kampus tidak dapat dilepaskan dari status mahasiswa sebagai peserta didik yang memiliki kewajiban untuk ikut menjalankan visi dan misi kampusnya. Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi di masyarakat serta ditingkat local dan nasional terkait dengan status mahasiswa sebagai seorang warrga Negara yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lainnya.

  1. Peran Mahasiswa Dalam Mencegah Tindak Korupsi

            Pemudah khususnya mahasiswa adalah asset paling menentukan kondisi zaman tersebut dimasa depan. Mahasiswa salah satu bagian dari gerakan pemudah. Belajar dari masa lalu, sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan bangsa ini tidak lepas dari peran kaum mudah yang menjadi bagian kekuatan perubahan. Tokoh-tokoh sumpah pemudah 1928 telah memberikan nasionalisme bahasa, bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia. Peristiwa sumpah pemuda memberikan inspirasi tanpa batas terhadap gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Peran tokoh-tokoh pemuda lainnya adalah proklamasi kemerdekaan tahun 1945, lahirnya orde baru tahun 1966, dan reformasi tahun 1998 tidak dapat dipunggkiri bahwa dalam peristiwa-peristiwa besar tersebut mahasiswa tampil didepan sebagai monitor penggerak dengan berbagai gagasan, semangat dan idealisme yang mereka miliki dan jalankan. Untuk konteks sekarang dan mungkin masa-masa yang akan datang yang menjadi musuh bersama masyarakat adalah praktek bernama korupsi. Peran penting mahasiswa tersebut tidak dapat dilepaskan dari karakteristik yang mereka miliki, yaitu: intelektualitas. Jiwa mudah dan idealisme.

  1. Peran Pendidikan Anti Korupsi Dini Dikalangan Mahasiswa Dalam Mencegah Terjadinya Tindak Korupsi

            Penddikan budi pekerti adalah salah satu pendidikan penting untuk bekal hidup setiap orang. Dalam mempelajari nilai-nilai ini akan ditemukan manfaat jika kita mematuhi pagar aturan tersebut dan apa akibanya jika kita melanggarnya. Sebetulnya inti dari pendidikan anti korupsi adalah bagaimana penanaman kembali nilai-nilai universal yang baik yang harus dimiliki oleh setiap orang agar dapat diterima dan bermanfat bagi dirinya sendiri serta lingkungannya. Diantara sifat-sifat itu ada jujur, bertanggung jawab, berani, sopan, mandiri, empati, kerja keras dan lainnya. Pendidikan adalah salah satu penuntun generasi mudah untuk kejalan yang benar. Jadi system pendidikan sangat memengaruhi perilaku generasi mudah kedepannya. Termaksud juga pendidikan anti korupsi dini. Pendidikan, sebagai awal printer pemikir besar, termaksud koruptor sebenarnya merupakan aspek awal yang dapat merubah seseorang menjadi koruptor atau tidak. Pendidikan merupakan salah satu tonggak kehidupan masyarakat demokratis yang madani, sudah sepantasnya memiliki andil dalam hal pencegahan korupsi. Salah satu yang bisa menjadi gagasan baik dalam kasus korupsi ini adalah penerapan anti korupsi dalam pendidikan karakter bangsa di Indonesia, khusunya ditujukan bagi mahasiswa. Karena pada dasarnya mereka adalah agen perubahan bangsa dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Pendidikan anti korupsi sesungguhnya sangat penting guna mencegah tindak pidana korupsi. Jika KPK dan beberapa instansi anti korupsi lainnya menangkapi para koruptor, maka pendidikan anti korupsi juga penting guna mencegah adanya koruptor.

  1. Hambatan Dalam Penerapan Pendidikan Antikorupsi Di Lingkungan Kampus
  • Minimnya role-models atau pemimpin yang dapat dijadikan panutan dan kurangnya political will dari pemerintah untuk mengurangi korupsi.
  • Penegahkan hukum yang tidak konsisten dan cenderung setengah-setengah.
  • Karena beberapa perilaku social yang terlalu toleran terhadap korupsi.
  • Struktur birokrasi yang berorienttasi keatas, termaksud perbaikan birokrasi yang cenderung terjebak perbaikan renumerasi tanpamembenahi struktur dan kultur.

Penutub

Simpulan

Dari pembahasa diatas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Pendidikan anti korupsi dini sebagai langkah awal terhadap penanganan kasus korupsi yang dimulai dari diri sendiri dan diharapkan berimplikasi terhadap kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara.
  2. Dalam jangka panjang, pendidikan antikorupsi dini diharapkan mampu mewujudkan pemerintah yang bersih dan bebas dari KKN serta mampu melaksanakan undang-undang dasar 1945 demi terwujudnya good government.
  3. Pendidikan anti korupsi dini diharapkan mampu memberikan pola pikir baru terhadap generasi mudah dalam mewujudkan Negara yang bebas dari KKN.
  4. Pendidikan merupakan salah satu tongak kehidupan masyarakat demokratis yang madani, sudah sepantasnya memiliki andil dalam hal pencegahan korupsi. Salah satu yang bisa menjadi gagasan baik dalam kasus korupsi ini adalah penerapan anti korupsi dalam pendidikan karakter bangsa di Indonesia, khususnya ditujukan bagi mahasiswa. Karena pada dasarnya mereka adalah agen perubahan bangsa dalam dalam sejarah bangsa.
  5. Dengan kemampuan intelektual yang tinggi, jiwa mudah yang penuh semangat, dan idealisme yang murni telah terbukti bahwa mahasiswa selalu mengambil peran penting.

Saran

1.perluh peningkatan peran keluarga dalam penerapan pendidikan anti korupsi dini sebagai figure dalam pembentukan karakter. Karena pendidikan utama yang paling awal didapatkan generasi mudah berasal dari keluarga.

2.pendidikan anti korupsi (PAK) seharusnya diterapkan dibangku perguruan tinggi sebagai mata kuliah wajib maupun pilihan. Karena, mahasiswa sebagai salah satu bagian dari generasi penerus bangsa memiliki kompetensi intelektual, ide-ide inofativ, kebijakan, dan polah pikir yang lebih diplomatis menjadikan mereka agen perubahan, pembelajaran kehidupan nasional.

3.salah satu cara untuk memberantas korupsi adalah dengan membentuk lembaga yang independen yang khusus menangani korupsi.

 

Daftar Rujukan

Anonym. 2013.korupsi. diperoleh dari http.//id.wikipedia org/wiki/korupsi. Di unggah pada tanggal 28 januari 2018

Ansari, Yamamah.2009. perilaku konsumtif penyebab korupsi. Di unduh dari http.//delimanusantara.com/indes/php.tanggal 18 januari 2018

 

  • view 456