Kemudahan dan kesulitan hidup

Nandini Parahita
Karya Nandini Parahita Kategori Motivasi
dipublikasikan 17 Juni 2016
Kemudahan dan kesulitan hidup

Beranjak dewasa aku mulai menyadari menjalani hidup itu tidak mudah. Allah memberi kita suatu kemudahan di satu hal dan memberi kesulitan di hal lain. Sejak jaman sekolah aku tidak pernah merasakan penolakan menjadi siswa di sekolah favorit di kotaku. Mulai TK, SD, SMP, dan SMA aku selalu bisa lolos seleksi penerimaan dengan tes tulis. Kuliah pun aku diterima di isntitusi yang aku inginkan. Bahkan sebelum wisudaku, aku sudah diterima bekerja hanya menggunakan surat keterangan lulus dari kampusku. Pekerjaanku juga menyenangkan. Setelah beberapa bulan bekerja, aku beruntung mendapat beasiswa dari kantorku untuk melanjutkan kuliah S2.

Betapa aku ingat pada saat aku masih di bangku SD, aku suka menulis biodata di suatu buku bernama buku Diary, lalu bertukar biodata dengan teman – temanku yang lain. Disitu aku tuliskan bahwa ketika aku besar nanti aku ingin menjadi seorang dosen, dimana teman – temanku yang lain kebanyakan ingin menjadi dokter.  Aku bersyukur kini cita – citaku sudah tercapai. Sempat merasa geli, aku yang ketika itu masih ingusan entah kenapa menulis cita – cita sebagai dosen di buku itu.

Hari berganti, tahun berganti. Aku mulai menyadari bahwa usiaku bertambah. Aku ingin memiliki seorang lelaki yang melindungiku. Sejak ayah meninggal 3 tahun yang lalu, keinginan itu semakin kuat. Semua teman di kantor sudah menikah. Hanya aku seorang yang gigit jari ketika mereka menceritakan betapa bahagianya keluarga kecil mereka. Semakin aku menyadari, ternyata hidup ini adalah sebuah ujian. Ketika kita menerima kemudahan, itu adalah ujian syukur. Ketika menerima kesulitan, itu ujian sabar.

Mungkin aku kurang bersyukur ketika jaman sekolah dulu, dimana teman – teman lain merasa gagal masuk di sekolah favorit, bahkan ada yang sampai berniat menyuap untuk masuk di sekolah ternama di kotaku. Kali ini ujian sabarku, tetap tersenyum sebelum menemukan jodohku. Karena hanya Allah yang Maha Mengetahui apa yang baik untuk umatNya. Apa yang menurut kita baik belum tentu benar – benar baik. Apa yang menurut kita buruk belum tentu benar – benar buruk.

  • view 182