Semangat UNBK

sofia maulidia
Karya sofia maulidia Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 30 Maret 2016
Semangat UNBK

Ini adalah percakapan tadi siang di sebuah laboratorium untuk pelaksanaan UNBK. Percakapan itu terjadi ketika menunggu simulasi UNBK dimulai. Ujian nasional tingkat SMA/SMK yang tinggal menghitung hari membuat sebagian anak ada yang merasa cemas, ada yang merasa santai, dan ada juga yang kehilangan semangat. Merasa cemas karena mereka merasa kurang persiapan, merasa santai karena memang mereka tidak memperdulikannya, dan mereka merasa kehilangan semangat karena berputus asa dengan kemampuan dan usaha mereka. Dan yang saya temui tadi siang adalah mereka yang kehilangan semangat. Mereka kehilangan semangat karena mereka merasa sudah belajar mempersiapkan ujian dengan baik namun nilai mereka saat uji coba ujian nasional tetap belum bagus. Sampai mereka merasa membutuhkan pencerahan agar mereka tetap memiliki semangat belajar sehingga dalam hitungan hari ini mereka akan mampu tetap belajar untuk memperbaiki kemampuan mereka mengerjakan soal-soal ujian nasional.
Ketika mereka mengatakan jika mereka membutuhkan pencerahan saya sempat bingung juga. Kisah seperti apa yang harus saya sampaikan agar mereka bisa semangat kembali. Jika saya hanya bilang mereka harus belajar agar nilai mereka baik saat ujian akan sama saja dengan menyuruh orang yang tidak memiliki tenaga untuk berjalan. Akhirnya ketika mereka bertanya apa yang harus dilakukan agar mereka tetap bersemangat, kemmudian saya teringat dengan apa yang terjadi dengan diri saya sendiri. Saya akhirnya bercerita bagaimana saya biasanya mendapatkan semangat kembali ketika saya kehilangan semangat.
Saya bercerita jika saya sering melihat ibu saya ketika beliau sedang tidur. Ketika melihat ibu saya yang tertidur, terbersit rasa nelangsa. Rasa nelangsa itu timbul karena sebuah pertanyaan, apa yang sudah saya lakukan untuk ibu saya yang sudah banyak berkoban bagi saya. Sudah maksimalkah saya membahagiakan ibu saya. Membahagiakan bukan hanya dengan memberikan materi namun membahagiakan ibu saya dengan cara menjadi manusia yang lebih baik lagi. Tidak terasa mata saya berkaca kaca. Dan mereka iku menangis, mungkin karena mereka anak-anak perempuan. enanyakan pada diri mereka sendiri apa yang sudah mereka perbuat untuk orang tua mereka. Itu saja. Mereka menangis. Mungkin karena mereka anak-anak perempuan semua. Kemudian saya setelah saya bercerita itu saya minta mereka melakukan hal yan bisa saya lakukan itu.
Saya katakan, itulah yang kalian ingat ketika kalian mulai kehilangan semangat. Ingatlah orang tua kalian. Lakukan yang terbaik untuk orang tua kalian. Paling tidak untuk hari-hari terakhir kalian sebagai seorang siswa. Karena orang tua kalian yang telah berkorban untuk anak-anaknya. Memang biaya sekolah menjadi tanggung jawab orang tua. Namun sebagai seorang anak, kalian wajib untuk berbakti dan menyenangkan hati orang tua, dan salah satu jalan membuat orang tua bahagia adalah dengan belajar sebaik-baiknya. Hasil untuk pembelajaran itu serahkan saja pada Yang Maha Menentukan. Karena Tuhan sangat menghargai proses dan setiap manusia yang berproses tentu akan mendapatkan penghargaan yang kita sendiri juga tidak tahu bentuknya. Sayapun kemudian mengutip kalimat, 'doing the necessary, praying for the impossible, and suddenly everything is possible'. Kalimat yang selama ini sering menjadi pengingat saya.
Mereka sedikit lega. Semoga saja mereka menemukan semngat mereka kembali dan masih mau berusaha untuk memperbaiki kemampuan mereka meskipun hitungan hari UNBK sudah semakin dekat. Dan sayapun juga berharap, semangat itu bukan hanya mereka gunakan untuk menghadapi Ujian Nasional saja, namun juga mereka gunakan untuk menjalani hidup mereka. Agar mereka mampu menjadi manusia yang sebenar benarnya. Happy Exams, semoga ujian ini membawa keberkahan bagi kita semua.

~?pic source?~

  • view 318