Delima

Najib Yusuf
Karya Najib Yusuf Kategori Renungan
dipublikasikan 26 Juni 2017
Delima

"Laki-laki baik, untuk perempuan baik-baik, dan laki-laki tidak baik untuk perempuan tidak baik"

Saya tidak membahas soal bias gender, tetapi yang saya yakini dalam dokrin agama saya bahwa laki-laki berperan sebagai pemimpin bagi wanita dan keluarga, hubungan antara laki-laki bukan patron-klien tapi simbiosis mutualisme, saling bergantung.

Lelaki baik berupaya agar perempuan pendampingnya sholeha namun Lelaki tidak baik mungkin hanya ingin tidur gratis dengan pasangannya yang belum menikah, dan siklus itu akan terus berlanjut karena nafsu manusia tidak akan habis dan berhenti. Begitu juga banyak laki-laki menjadi tidak baik karena wanitanya. Mereka mencari hal-hal yang artivisual seperti harta, ketampanan, sebagai kedok moralitasnya, padahal dorongan syahwat lebih besar dari itu semua, itulah yang membedakan mereka dengan pelacur. Karena melacur demi uang dirasa lebih hina dari tidur dengan pria lain karena ingin dinikahi, harta, ketampanan, yang seolah-olah menjadi pembenaran (lebih terasa terhormat) padahal juga hina.

Setiap manusia harus memiliki relationship goals yang baik dalam membina hubungan, untuk dapat mencapai visi hidup bersama memang dibutuhkan kedewasaan dan kematangan berpikir, pakar menyatakan bahwa bangsa Indonesia telat dewasa dalam berkepribadian, jika di luar sana anak usia 13 tahun dianggap sudah harus matang dan hidup sendiri, sedankan di Indonesia sudah lulus kuliah saja kalau tidak berpasangan, ditemani, merasa kesepian. Sehingga kurang produktif dan banyak galau.

Relationship Goals meliputi tujuan membina hubungan, dan hal-hal apa saja yang akan diwujudkan bersama. Sehingga proses mencapai itu semua bisa dinikmati dengan saling melengkapi. Bahasa ini agak teoritis dan normatif, bagi mereka yang belum dewasa bersenang-senang tiap hari dengan pacar, menginap di hotel berhari-hari, dan seterusnya lebih bisa dicerna dan dinikmati

Dalam memilih pasangan jangan terjebak pada situasional tertentu, karena ada yang menggunakan kendaraannya untuk memikat, maka digunakanlah berbagai macam foto kendaraan pada dp sosial media untuk menciptakan kondisi tertentu agar perempuan tertarik, ada juga perempuan yang menggunakan fisiknya agar bisa ditiduri untuk menciptakan kondisi tertentu agar laki-laki menjadi kekasihnya. Kondisi situasioal tersebut mengakibatkan terhambatnya jalan pikir logika kita dalam menilai.

Manusia mudah dibohongi jika dalam keadaan pasrah dan kagum. Seberapa banyakpun anda dibohongi soal keluarga, kondisi ekonomi, dll. Jika ada dalam keadaan kagum, dan kepasrahaan. Anda akan menyesal dikemudian hari. Karena kondisi situasional tertentu tadi bukan cuma diciptakan untuk anda, tetapi juga untuk memikat orang lain. 

Jadi jangan bangga jika anda mendapatkan pasangan pada dua hal diatas, pertama jika ada yang lebih baik dari anda terjebak di dalamnya anda akan ditinggal begitusaja tanpa. Tetapi dalam kondisi itu anda harus bersyukur karena diselamatkan oleh Tuhan

 

  • view 48