10 BERHARAP 10

Jazilah  Imana
Karya Jazilah  Imana Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 08 Juni 2016
10 BERHARAP 10

10 BERHARAP 10 adalah sebuah event lomba yang diadakan pada akhir tahun 2009. Waktu itu akan ditentukan 10 orang yang dianggap memiliki HARAPAN cukup INSPIRATIF pada tahun 2010. Siapapun boleh mengikutinya dan mengirim harapan inspiratif sebanyak-banyaknya. Ternyata aku hanya mampu menulisakan 3 harapan sederhanaku tentang PERSAHABATAN, BUKU dan CINTA INDONESIA. 

Alhamdulillah, harapan sederhanaku masuk kategori harapan inspiratif dan aku berhak atas uang tunai sebesar 1 juta rupiah dan iPod shuffle - Apple berwana hijau :) 

Jadi, tulissan ini copas dari tulisan lamaku yang kuunggah di facebook tahun 2010. Harapan sederhana itu adalah: 

1. Berharap : BERTEMU SAHABAT KECIL YANG MENGAJARI AKU NAIK SEPEDA

Sederhana ya harapanku? :) tapi aku merasa harapan ini selalu membuatku mengerti arti persahabatan dan menghargai pengorbanan orang lain. Ia telah mengantarku ke sini.

 BERHARAP BERTEMU DENGAN SAHABAT KECILKU YANG MENGAJARIKU NAIK SEPEDA

 Aku tidak bisa melanjutkan sekolah jika aku tidak bisa naik sepeda, sedangkan aku tidak punya sepeda. Jadi bagaimana bisa aku naik sepeda dan sekolah? Karena untuk bisa sekolah ke SMP aku harus menempuh jarak 5km dari desaku dan hanya bisa ditempuh dengan sepeda.

 Aku tahu Tuhan telah mengatur perjalanan hidup setiap hambaNya. Tetapi aku yakin bahwa keterlibatan kita (orang sekitar kita) dalam proses perjalanan itu juga menjadi salah satu penentu hasil yang ingin kita capai. Termasuk yang aku alami. Aku sangat berharap tahun 2010 bisa bertemu orang yang sangat berarti dalam hidupku. Sahabat kecilku di masa seragam putih merah. Dialah yang mengajari aku naik sepeda. Bukankah itu sederhana? Mungkin bagi orang lain, tapi bagiku perjuangannya membatuku bisa naik sepeda sangat luar biasa. Aku merasa dialah yang mengantarkan aku hingga ketempatku berpijak saat ini. Dia tidak sepandai temanku yang lain tapi hatinya mulia. Dengan tulus dia meminjamkan sepedanya agar aku bisa belajar menaiki sepeda ketika semua teman kecilku menjauhiku. Bahkan ketika semua meremehkanku dia memberiku semangat dengan segala keterbatasannya. Tanpa lelah dia membuatku kuat mengayuh sepeda. Tak pernah kulihat dia kecewa ketika aku selalu jatuh kesakitan untuk kesekian kalinya. Senyumnya selalu merekah.

Tanpanya mungkin aku tidak bisa sekolah di SMA, kemudian menjadi sarjana bahkan aku  bisa meraih gelar Magister of Science. Semua berawal karena aku bisa naik sepeda sehingga bisa sekolah ke SMPN yang pada akhirnya mengantarkan aku sampai disini. Tanpanya mungkin aku tak bisa menuliskan harapanku ini disini dan meraih impianku.

Tapi aku kehilangan dia pada puluhan tahun ini. Aku sudah mencoba mencarinya, tetapi kabar yang aku dapatkan senantiasa membuatku kecewa. Aku hanya berdoa untuk bahagianya. Aku hanya ingin bertemu dia, memeluknya dan mengucapkan terima kasih. Ingin aku mengajaknya (memboncengnya) keliling desa dengan naik sepeda. (berharap saat kutemukan dia aku sudah memiliki mobil impianku, agar dia tak lagi kepanasan seperti saat mengajariku mengayuh sepeda) Aku ingin katakan padanya bahwa dia telah berjasa dalam hidupku mengantarkan aku meraih impianku. Aku ingin bertemu sahabat kecilku itu dan menunjukkan indahnya wujud impianku dimana dia telah menjadi bagiannya. Aku merindukannya....Tuhan pertemukan aku dengannya di 2010 besok. Amiin....Aku yang sedang mencari dan berharap menemukanmu sahabat..

 2. Berharap": INDONESIA MEMBACA : GERAKAN MEMBACA BERSAMA RAKYAT

Ini juga harapanku yang sangat sederhana pada pemerintah dan para wakil rakyat :)

 INDONESIA MEMBACA DENGAN GERAKAN MEMBACA BERSAMA RAKYAT

Buku adalah jendela dunia. Bisa dibayangkan jika semua orang membaca buku berapa jendela yang terbuka? Artinya sekian orang akan bertambah wawasannya. Aku berharap pada 2010 semua orang Indonesia mempunyai hobby tambahan yaitu MEMBACA!! Membaca buku atau apa saja. Bagiku semua buku pasti menambah wawasan, tinggal bagaimana kita mampu memahami isi buku tersebut dengan ARIF DAN BIJAK pada dua sisinya. Baik atau buruknya sebuah buku bagiku sebuah keniscayaan. Apapun bisa kita baca, Kitab Suci Agama masing-masing, bahkan kehidupan sekita kitapun harus bisa kita ”baca”.

Aku berharap disetiap kesempatan melihat orang membaca. Pelajar semakin suka membaca, dimanapun bisa aku lihat anak-anak itu membaca. Ibu dan bapak suka membaca, sehingga punya wawasan apa saja dalam membangun sebuah keluarga yang baik dan bahagia. Para sopir, abang tukang becak, tukang sayur, tukang jamu mengisi waktunya dengan membaca ketika menunggu penumpang dan pembeli. Para wakil rakyat dan pemimpin negeri ini juga perlu waktu membaca bahkan tidak hanya membaca buku tapi harus mampu ”membaca” segala keadaan yang terjadi pada rakyat di negeri ini. Kita semua juga bisa membaca segala kebesaran Tuhan dan anugerahNya dengan cara mensyukuri nikmat yang telah kita rasakan serta melihat tanda-tanda alam.

Sesekali aku ingin di 2010 ada seorang pemimpin negeri ini membuat sebuah gerakan yang berkaitan dengan membaca. Misalnya INDONESIA MEMBACA, dimana sehari saja semua orang (seluruh rakyat) diajak membeli satu buku dan membacanya. Atau pemerintah melakukan gerakan MEMBACA BERSAMA RAKYAT dengan cara memberikan buku-buku kepada rakyat. Pak RT memberi buku pada warganya, pak Lurah/kades memberi buku pada para Ketua RT. Pak Camat memberi buku kepada semua Kades/Lurah. Bupati memberi buku kepada para Camat. Gubernur memberi buku kepada para Bupati. Presiden memberi buku kepada para Gubernur dan menteri kabinetnya. Dan semua dilakukan pada hari yang sama!!!

Bahkan wakil rakyatpun bisa melakukan hal yang sama. Menurutku justru para wakil rakyat inilah seharusnya yang bisa memberikan teladan pada rakyatnya, dengan membuat gerakan-gerakan pencerahan untuk rakyat. Mengapa mereka tidak memanfaatkan masa reses untuk GERAKAN MEMBACA BERSAMA RAKYAT?

Aku berharap semua itu terjadi di 2010 dan bisa dibayangkan.....seluruh rakyat Indonesia bertambah wawasannya pada hari yang sama. Yang membaca buku kesehatan akan tahu bagaimana hidup sehat tentu akan berpengaruh pada perilaku hidupnya. Tidak ada yang memakai Narkoba karena tahu apa akibat pada kesehatannya. Mereka yang membaca buku agama, akan semakin memahami hakekat kehidupan mengerti bahwa ada Tuhan yang ikut mengatur segalanya. Para petani yang membaca tentang buku-buku pertanian, akan semakin tahu bagaimana bertani dengan baik dan bisa dibayangkan apa yang akan terjadi? Polisi dan TNI membaca buku yang membuatnya semakin tahu bagaimana santun kepada rakyat. Semua orang bertambah wawasan, orang-orang akan sibuk berbagi ilmunya pada yang lain di sela-sela aktifitasnya. Mereka tidak lagi disibukkan dengan gosip-gosip murahan yang hanya meracuni jiwa.

Ya Allah...aku hanya berharap, walau aku tahu semua tak mudah. Tapi aku tetap berharap dan memulai semua itu dari diriku dan orang-orang tercinta disekitarku. Suatu saat nanti...... aku yakin harapanku ini pasti terwujud. Amiin

Aku yang berharap, Jazilah Imana

 

3. Berharap: BANGGA DAN MENCINTAI BATIK INDONESIA DENGAN KE-BHINEKA TUNGGAL IKA-ANNYA

Harapanku ini karena aku pernah penelitian tentang SMEs (UKM) dan tentunya CINTA BUATAN INDONESIA

 BANGGA DAN MENCINTAI BATIK INDONESIA DENGAN KE-BHINEKA TUNGGAL IKA-ANNYA

Ada kebanggaan dan syukur dalam hatiku ketika batik Indonesia diakui secara resmi oleh UNESCO sebagai Representative List of The intangible Culture Heritage of Humanity (daftar representatif sebagai budaya tak benda warisan manusia). Lalu apa yang kita dapatkan selanjutnya? Sekedar kebanggaan tanpa wujud kecintaan pada nilai luhur budaya kita itu?

Batik itu terkait dengan identitas budaya rakyat Indonesia dan melalui berbagai arti simbolik dari warna dan corak yang mengeskpresikan kreatifitas dan spiritualitas rakyat Indonesia . Aku tiba-tiba punya harapan yang begitu banyak tentang batik Indonesiaku.

Ada peningkatan taraf hidup pengrajin, masyarakat yang semakin memahami akan arti kebanggaan untuk mencintai dan munggunakan batik sebagai karya anak negeri.

Harapanku terpendar pada wajah-wajah manis sebagai generasi penerus bangsa ini, adek-adek kita atau anak-anak kita yang masih duduk di sekolah. Entah kenapa aku berharap ditahun 2010 nanti ada sebuah peraturan daerah atau peraturan pemerintah yang mewajibkan anak sekolah mengenakan batik karya daerah masing-masing dengan segala keunikan didalamnya.

Kita mengetahui bahwa batik setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing. Dan semua itu mempunyai makna filosofi yang berdeda tetapi aku yakin semua luhur adanya sebagai bagian budaya Indonesia.

Alangkah indahnya melihat generasi muda bangsa ini sudah dikenalkan nilai-nilai luhur yang ada di dekatnya, untuk bisa memahami mengapa harus bangga atas semua itu. Mengenal dan mencintai sesuatu dari hal kecil di sekitar kita. Jika semua daerah diberlakukan hal itu... tidak hanya kita mampu mengenalkan nilai luhur bangsa kepada generasi muda sejak dini. Tetapi kita juga ikut menghargai potensi daerah masing-masing, bangga dan tahu bagaimana melakukannya agar para pengrajin batik juga bisa mensyukuri karya mereka dengan selayaknya.

Bisa dibayangkan... ketika anak-anak negeri ini bertemu dengan kebanggan batik daerahnya...."Bhineka Tunggal Ika dalam batik" mereka akan saling berbagi kecintaan produk lokal menuju satu BATIK INDONESIA yang dibanggakan bersama.

Ya Allah...seandainya harapanku ini terwujud...berapa banyak pengrajin kita yang tersenyum. Tidak hanya karena nilai materinya, tapi aku yakin mereka ikut bahagia karena TIDAK TAKUT LAGI BUDAYA INI AKAN USANG DITELAN WAKTU karena anak-anak negeri ini telah tahu nilai luhur budayanya. Mereka akan tersenyum, kita juga akan tersenyum bahwa kita masih punya "RASA MEMILIKI" nilai-nilai luhur budaya bangsa ini......

Aku yang berharap.....

Jazilah Imana Al Arief

 

Itulah harapan-harapan sederhanaku yang telah aku sampaikan di awal 2010. Sangat sederhana dalam pandangan banyak orang. Memang karena sangat sederhana itulah aku sampai di titik ini.

Titik dimana aku berpijak dan semakin menyadari "arti hidup dan kehidupan".

Titik dimana aku tahu makna "berbagi dan mencintai". Titik dimana aku semakin tahu makna "bahagia".

Titik dimana aku semakin memahami makna "ikhlas" dan;

Titik dimana aku semakin tahu, betapa Allah SWT menyayangiku dan disinilah titik dimana hidupku dipenuhi rasa SYUKUR.

Pada dimensi inilah aku akan terus menuliskan harapan-harapanku tentang segalanya... dalam kesederhanaan yang sangat atau dalam dimensi harapan yang "melangit". Karena aku yakin Allah SWT akan menjawab semuanya pada saat yang "tepat untukku" dan "terbaik menurutNya"

 "Hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku"

~aku dan sepotong kenangan~ 

 

  • view 137