Senja dibeda Kota – Sebuah Catatan Perjalanan Anak Rantau oleh – M. Nahrowi

Catatan M. Nahrowi
Karya Catatan M. Nahrowi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 24 Juni 2018
Senja dibeda Kota – Sebuah Catatan Perjalanan Anak Rantau oleh – M. Nahrowi

Pernah terfikir ketika waktu lulus sekolah menengah atas, memutuskan untuk melanjutkan kuliah atau ingin bekerja saja. itu bukan pilihan yang mudah untuk beberapa orang. nyatanya tidak hanya sekedar ingin, namun finansial, kemampuan, kesempatan dan keberanian ada dibalik itu semua menjadi faktor keberhasilan.

Mungkin sewaktu sekolah ada beberapa orang yang belajar mengenai pengembangan diri, yang mana setiap murid ditanyai apa mimpi dan cita-citamu. ternyata dari sekian murid dalam satu kelas ketika diminta untuk menuliskan mimpinya dan menceritakan mimpinya, banyak sekali yang sangat bagus.

Ada yang ingin jadi presiden, jadi menteri, jadi arsitek, polisi, pengusaha dan semua profesi dengan tegas disebutkan.

Semua murid satu kelas mungkin bersorak, mereka saling mendukung mimpi temannya yang sedang presentasi didepan kelas. tanpai tahu bahwa butuh proses yang tidak sekedar proses, mungkin memang ada untungnya menjadi anak kecil yang berani bermimpi, karena kenyataannya butuh keberanian dan komitment untuk berani menepati jani yang telah diucapkan terutama masalah mimpi.

Termasuk Rani, Rani merupakan seorang anak desa, anak seoarang petani yang baru saja lulus sekolah menengah atas. ia memiliki cita-cita tinggi, dia ingin melanjutkan kebangku kuliah lebih tinggi lagi namun tidak semudah begitu saja. dia berangkat dari desa sebuah kota kecil diujung sana. namun karena tekat yang kuat dia terus berusaha mencapai cita-citanya.

Memang cita-citanya cukup tinggi sehingga banyak orang mengira hal itu tidak mungkin, tidak jarang orang mengira dia orang yang berlebihan tentang angannya itu.

Namun, keyakinan adalah keyakinan tidak bisa digantikan oleh orang lain. ketika seseorang sudah yakin  dengan dirinya. maka dia bisa melakukan yang terbaik untuk mewujudkan mimpinya. hanya satu hal yang dia percaya waktu itu, bahwa Tuhan itu Maha memungkinkan apapun, selama itu baik. rasa optimis dan percaya dengan kekuatan yang Maha besar itulah yang menghilangkan semua penghalang itu.

Mimpinya cuma satu waktu itu, dia ingin kuliah tinggi dan berharap ilmunya bisa bermafaat untuk orang lain lebih banyak suatu saat nanti.

Akhirnya dia mendapatkan surat bahwa telah diterima dikampus ternama dibogor itu, IPB menjadi awal perjalanan baru gadis kecil ini. semua hal dilalui dengan hal yang baru, seperti masuk kelas baru, buku baru dan pensil barupun siap untuk menulis apapun yang dia temui..

Karena baginya, dia disitu sedang belajar, tidak hanya kampus namun juga kehidupan.

Semua nampak asing, terlihat cupu karena semua gemerlap kota tidak pernah ia lihat sebelumnya, namanya juga anak desa, tapi semangatnya tidak melunturkan hal tersebut. dia percaya, siapapun yang belajar dan bersungguh-sungguh akan berhasil itu saja.

Banyak teman-teman hebat yang dia temui disekelilingnya, dari SMA yang bagus-bagus diibukota. rasa minder selalu ada kenapa ? karena kecepatan belajar mereka lebih cepat daripada dia, ketika rekan lain dapat 90 dia harus belajar siang dan malam baru bisa mendapatkan 80.

Semua dilalui dengan terus belajar, sampai akhirnya perjalanan setapak satu demi satu mimpi yang telah ia tulis sewaktu sekolah menengah atas telah tercapai. rasa bersalah pasti akan ada dalam kehidupannya, jika dia tidak membagikan bagaimana cara dia bangkit dari kesulitan hingga dia mencapai mimpinya sendiri, iya benar mimpinya sendiri bukan mimpi orang lain.

Sebuah buku,

Buku ini kupersembahkan kepada dunia…

Dunia yang masih menghargai hasil tulisan tangan dan karya seseorang..

Buku senja dibeda kota, kenapa senja dan dibeda kota ? sebenarnya hal ini dikarenakan memberikan penggambaran kepada kalayak umum, bahwa seorang perantau pasti punya alasan tersendiri untuk hijrah dari kota kelahiran ke kota lain untuk mencari ilmu. senja disini sebagai lambang atau simbol bahwa setiap kota memiliki waktu berbeda dan karena buku ini ditulis diwaktu ramadhan, jadi mungkin relevan bahwa seorang perantau menikmati waktu berbuka puasa diwaktu yang sama namun berbeda dengan keluarga dirumah.

Diperantauan siapapun yang berbuat baik adalah keluarga, sehingga penemuan keluarga baru ditemukan.

Penulis yakin, bahwa setiap orang yang sekarang ini berada diperantauan memiliki alasan tersendiri, banyak diluar sana seorang memiliki semangat dan terus berusaha lebih baik itu pasti juga punya alasan. setiap orang punya alasan untuk melakukan sesuatu.

Tidak hanya berupa catatan, buku ini berisi interview beberapa tokoh negeri yang ditemui, ditanyai apa yang menjadi motivasi mereka sehingga menjadi seseorang seperti itu. ada tokoh pemerintahan, tokoh inspirasi, tokoh budaya, agama, hingga tokoh teknologi. semua terangkum dalam buku ini.

Selain merupakan buku tutorial khusus untuk para lulusan baru yang ingin kuliah ke perguruan tinggi diluar kota,buku ini juga ingin memberikan pesan kepada anak muda lulusan baru untuk memberikan semangat, bahwa jika kamu punya mimpi, percayalah dan berusaha untuk mewujudkannya, hal tersebut tertuang dalam nilai entrepreneurship dalam buku ini.

  • view 113