Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 28 Februari 2018   11:23 WIB
Hari Ini

Hari ini aku menemukan sisi baru Ayah dan Mama.

Hari ini dari kedua orang tuaku, aku belajar bagaimana berbagi rasa pada seseorang yang akan menjadi teman menghabiskan sisa usia kelak.

Hari ini aku kehabisan kata di ujung telpon mendengar semua kesah dari dalam hati Mamaku; kesah yang selama ini menunggu seseorang yang mau mendengarnya.

Hari ini aku tahu. Saat tua nanti pun aku akan tetap membutuhkan Ayah dan Mama; sama seperti Ayah membutuhkan ayah dan ibunya; sama seperti Mama membutuhkan ayah dan ibunya.

Hari ini aku tahu. Kelak saat aku dewasa dan menjadi ibu dari anak-anakku, menjadi istri bagi suamiku, aku akan tetap menjadi anak Ayah dan Mamaku.

Kelak akan datang masa aku sangat merindukan saat-saat bersama Mama dan Ayah;
kelak aku akan tetap mencari Ayah dan Mama untuk menumpahkan keluh-kesah;
aku akan tetap merindukan dekap tangan yang makin mengisut untuk bermanja;
tetap mencari tangan mereka untuk menghapus air mataku;
tetap ingin mendengar suara mereka yang mencemaskanku.

Hari ini aku tahu. Mama dan Ayahku yang kuat itu tetaplah anak yang butuh dukungan ayah dan ibunya;
dan keduanya tetap membutuhkan ayah dan ibunya seperti aku membutuhkan Ayah dan Mama.

Hari ini aku merasa takut memulai hari; takut untuk menjadi manusia dewasa.

Hari ini aku mulai mengerti, mengapa sebagian orang ingin sekali kembali ke masa kecil mereka dulu;
karena menjadi manusia dewasa tidaklah mudah.

Hari ini aku tahu banyak hal baru, tapi di saat yang sama aku tak tahu harus bagaimana.

Ternyata hidup lebih rumit dari yang aku kira.
Dan kenyataan aku tak siap menghadapi ini semua membuatku menjadi setengah gila;
membuatku menjadi mayat hidup.

Aku takut kelak aku akan menjadi robot tanpa perasaan dengan senyum palsu, tangis palsu, tawa palsu.

Hari ini aku tahu, Mamaku memendam banyak sekali rasa;
aku tahu Mama membutuhkan ibunya, membutuhkan seseorang yang akan mendengar kesahnya, membelai punggungnya dan menariknya dalam dekapan hangat, memberinya kata-kata yang menenangkan;
tapi yang Mama dapat hanya aku, anak yang tidak siap menjadi dewasa, yang tak tahu harus bagaimana.

Hari ini aku tahu, terkadang dalam diamnya, Ayahku menyimpan sedih yang menggunung.
Hari ini aku sadar, ayahku sangat berhati lembut;
dan aku telah menyakiti hatinya yang lembut itu;
aku telah banyak mengabaikannya.

Hari ini, aku khawatir tak bisa menjadi anak yang baik bagi Ayah dan Mamaku.

Hari ini, aku merasa menjadi manusia itu sangatlah susah.

Hari ini, aku merasa semua yang kulakukan, hidup yang telah kujalani, semuanya sia-sia dan tak berharga.

Hari ini, aku menjadi serpihan debu.

Hari ini, aku mulai hilang arah, aku tahu harus kembali, tapi tak tahu harus bagaimana, tak tahu harus mulai dari mana.

Hari ini, hidup bagiku tidak sesederhana dulu.

Hari ini aku tahu, mencari kebahagiaan itu sangatlah susah.

Hari ini aku tak tahu apa itu bahagia.

Hari ini, aku kehilangan aku.

23.02.2018
Sore ini, aku terdiam dan tak tahu harus bagaimana saat Mama menelpon dan menangis terisak-isak di ujung telpon.



~~dalam bingkai

Karya : Nahla Jingga