Rumah Selaksa Cahaya

Nahla Jingga
Karya Nahla Jingga Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Januari 2017
Rumah Selaksa Cahaya

Rumah Cahaya. Begitulah orang-orang biasa menyebutnya. Alasannya karena rumah yang berdiri di ujung gang Cahaya itu memang bercahaya, penuh cahaya dalam arti sebenarnya. Pendar cahaya yang memancar dari rumah itu berbeda dengan cahaya lain yang keluar dari rumah-rumah di sekitarnya. Selain karena puluhan lampu sel surya yang dipasang di halaman, rumah itu juga berpendar indah karena cahaya yang terpancar dari kebaikan hati para pemiliknya.

Di rumah sederhana itu, tinggallah sepasang suami istri dan keenam anaknya. Bersama, mereka merangkai kisah kehidupan penuh cahaya. Bersama, mereka berusaha menerangi kegelapan di sekitar.

~Penghuni Rumah Cahaya~

Ayah Abdillah (1/8)

Ayah Abdillah adalah ayah yang baik. Beliau adalah sosok ayah yang mengayomi, siap menjaga keluarganya kapan dan di mana saja. Selain menjadi kapten di keluarga bahagianya, Ayah Abdillah juga menjadi editor majalah berita nasional.

Bunda Asma’ (2/8)

Bunda Asma’ yang jago memasak ini setiap pagi harus mengajar IPA di sebuah SMP. Perempuan paruh baya yang tetap cantik ini setia mendampingi ayah mengarungi samudra kehidupan dan selalu sigap mendidik anak-anaknya.

Naufal/Opang (3/8)

Si sulung yang jago taekwondo ini sedang menjalani semester limanya di jurusan teknik Geologi. Biar jago taekwondo, tapi hati pemuda berlesung pipit ini sangat lembut.

Aisyah/Icha (4/8)

Aisyah atau yang lebih sering disapa Icha adalah seorang gadis yang cantik. Kakak yang baru saja lulus SMA ini menguasai lebih dari tiga bahasa asing.

Najma/Nana (5/8)

Najma lebih suka dipanggil Teh Nana. Nana yang jago bermusik ini masih kelas X atau satu SMA.

Akbar (6/8)

Anak laki-laki bertubuh gendut yang hobi merakit robot dan lego ini adalah siswa kelas VIII SMP. Akbar sangat suka bermain bersama anak-anak kecil. Karena mereka lucu, katanya.

Luthfi dan Luthfia (7/8 + 8/8)

Si kembar inilah yang sering menjadi sumbu kehebohan di Rumah Cahaya. Duo Upik-Fia ini walaupun sering membuat onar tetapi sering juga menemukan solusi untuk sebuah masalah. Anak kelas empat SD itu suka sekali membaca majalah dan buku.

  • view 95