Gemerlap dalam Senyap

Nahla Jingga
Karya Nahla Jingga Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Desember 2016
Gemerlap dalam Senyap

Detik demi detik lenyap ditelan malam. Dan dengan tiada terasa umur manusia pun lenyap sedetik demi sedetik ditelan malam dan siang.*

Usia bukan bilangan tahun, tapi upaya jadi berarti dari waktu ke waktu.**

Dalam sepi tanpa keriuhan perayaan, sejenak aku mengingat masa yang telah lampau. Saat semua berawal dari kegelapan alam rahim. Saat pertama kali aku memenuhi paru-paru mungilku dengan udara dunia..

Dan waktu yang tua berbaik hati memulai awal baru hitungannya untukku. Dan telah kulupakan sebab keluarnya air mataku yang pertama. Karena senangkah aku telah berada di luar kegelapan perut bunda? Atau karena sedihkah aku telah meninggalkan hangat dan amannya tempat berlindungku selama sembilan purnama?

Dalam ingar perayaan yang kusiapkan sendiri, kunikmati sendiri dalam senyap dan sepi, aku mengingat putaran tahun yang lalu, saat kubawa nasib yang telah dituliskan Tuhan untukku ke hadapan dunia. Dan dengan kasih-Nya, lindungan-Nya, kuasa-Nya, aku tertatih menjemput nasib. Jatuh bangun aku mengeja dan merangkai hidup.

Tuhan, maafkan aku. Terlalu lemah aku untuk bisa memanfaatkan karunia waktu dan sehat dari-Mu, terlalu bodoh aku untuk bisa menggunakannya dengan bijak.

Tuhan, jangan pernah sekalipun tinggalkan aku sendiri. Dan dengan kasih-Mu aku hidup, menjalani hidup. Dan aku sadar, aku terlalu lemah melawan kehendak nafsu, sering aku lukai Engkau dengan lakuku. Dan Engkau yang terlalu agung untuk terluka, selalu melimpahkan ampun, cinta, dan kasih padaku.

Tuhan, terimakasih atas semua nikmat dan berkat, maafkan semua dosa serta salahku. Dan aku hanya seorang manusia yang berusaha meraih cinta-Mu, walau seringkali aku terjatuh, terperosok, terjerembab dalam kubangan lumpur salah dan dosa..

 Boyolali, 2 November 2016

Nahla

Dengan penuh kesadaran bahwa seorang Nahla adalah manusia yang rentan terlupakan; oleh zaman, kawan, atau pun lawan. Dalam ingar perayaan untuk diri sendiri dan gempita senyap-sepi.. Happy birthday to me, my self :)

*Pramoedya Ananta Toer dalam Bukan Pasar Malam

**Asma Nadia dalam salah satu novelnya

  • view 126