Menikmati Rindu setulusnya

izzatun nafsi
Karya izzatun nafsi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Juni 2016
Menikmati Rindu setulusnya

Jantungku berdetak seirama jam. Anganku menyusuri waktu, ia menjamah sebuah kenangan pilu.

Jika saat ini aku sedang tidak merindukannya, berarti aku telah berbohong.

Aku tersiksa dengan harapanku untuk melihat lagi senyumnya. Aku dirundung keinginan untuk menyentuh lembut pipinya.

Dari rahimnya, aku dilahirkan. Di telapak kakinya, surga berada. Dalam ridhonya, ada Ridho-NYA. Aku mengenalnya sebagai ibu.

Kepergiannya merubah duniaku dengan telak. Kehilangannya menjadi sebuah kepincangan dalam hidupku.

Tapi sungguh, aku tidak ingin menjadi makhluk pembangkang. Makhluk yang membenci takdirNYA. Sebenar-benarnya, aku hanyalah makhluk yang sedang memahami rindu saat menjalar dalam tubuh.

Teruntuk ibuku, jasadmu melebur dalam bumi. Cintamu merasuk dalam hati. Kucintai engkau dalam ramuan doa yang kukirimkan kepada Sang Illahi.

Aku tidak pernah alpa menyebut namamu dalam dialogku bersamaNYA. Sebab engkau, aku selalu menikmati lezatnya bermunajat kepadaNYA. Menikmati syahdunya mengenangmu.

Untuk setiap peluh yang menetes. Setiap air mata yang membasahi pipi, dan setiap kasih sayang yang kau beri. Semoga Tuhan dengan senang hati, membalaskan surga atas apa yang kau beri kepadaku, kepada kami.

 

  • view 107