ASEAN Economic Community: Are You Ready to Compete?

Naeli Fitria
Karya Naeli Fitria Kategori Motivasi
dipublikasikan 27 Januari 2016
ASEAN Economic Community: Are You Ready to Compete?

Sejak terpilihnya pemimpin baru Indonesia untuk periode 2014-2019, ada kabar mengejutkan nih buat para lulusan tahun 2015 atau para freshgraduates yang terancam masa depannya, oke lebay, termasuk saya sih.. haha

Kenapa eh kenapa? Karena kabarnya yang konon katanya cetar membahana ini yaitu moratorium cpns. Apa itu moratorium? Itu loh tempat buat naro ikan, oke itu aquarium, moratorium adalah penghentian sementara untuk seleksi cpns (calon pegawai negeri sipil, bahasa Sunda nya civil servant). Tidak dapat dipungkiri memang jumlah cpns di Indonesia banyak banget getoh! Plus ini ada kaitannya dengan program Revolusi Mental nya Pak Jokowi (cekidot di sini: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/11/06/nem80e-pemerintah-bakal-berlakukan-moratorium-cpns-selama-lima-tahun)

Nah otomatis para calon pns yang notabene nya adalah anak2 freshgraduates alias ABK (Anak Baru Kemarin).. haha..dan para calon lulusan tahun 2015, Insya Allah ini angkatan saya, harus menghadapi yang namanya persaingan yang semakin ketat *narik napas

Well, bisakah teman-teman membayangkan bagaimana pusingnya ketika semua calon cpns itu akan beralih mecari pekerjaan demi segepok berlian dan sebongkah uang? oke kebalik, atau bahkan menyiapkan mahar untuk menikah? *salah fokus :D

Seiring dengan dibukanya AEC (ASEAN Economic Community) tahun depan, maka sektor pekerjaan pun akan diliberalisasi. Kalau gak salah sih akuntan dan tenaga kesehatan, maaf kalo salah :p

AEC-2015

Jadi, mereka akan keluar masuk Indonesia secara bebas untuk mencari pekerjaan. Misalnya, orang-orang freshgraduates di Thailand yang sulit untuk mencari pekerjaan di negaranya, mereka bisa tiba-tiba datang ke Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan. Can you imagine that? Secara mereka Bahasa Inggrisnya cas-cis-cus, disiplin, rajin, ulet, dan lain-lain yang mungkin kualitas sumber daya manusia nya jauh lebih baik daripada di Indonesia. Nah loh?

Trus, moratorium ini juga akan berdampak kepada mobilitas masif, oke ini bahasa dewa, para freshgraduates akan berusaha bekerja di perusahaan swasta baik domestik maupun asing (secara gajinya gede) dan saya juga mau :D

Pastinya daya saing akan lebih berat, mereka yang jago bahasa asing, tak sekedar Bahasa Inggris (Inggris saya aja masih belepotan *merenung) dan kelebihan personalitas lainnya seperti cekatan, siap bekerja di bawah tekanan alias under pressure, dan lain-lain.

Pertanyaan besarnya adalah: Are You Ready to Compete?

Yes, apakah kamu siap bersaing? termasuk saya juga lho?? Oke baiklah, may be it is better to give some solutions to you all..

2e6f600

1. Tingkatkan kemampuan bahasa asing

Saya pernah ditanya sekaligus disindir, ?Bahasa asing apa yang kamu sudah kuasai selain Bahasa Inggris? Zaman sekarang bisa bahasa Inggris paling tidak pasif adalah harga mati. Milyaran orang sudah bisa bahasa Inggris. Persaingan di zamanmu nanti akan semakin berat, maka kuasailah bahasa asing selain Bahasa Inggris. Bisa dicoba nih menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Perancis, which are tiga bahasa dunia ini digunakan di forum internasional seperti PBB.

2. Tingkatkan wawasan tentang ilmu pengetahuan

Hari gini stay update sama berita atau informasi terkait negara sendiri atau dunia internasional adalah wajib. Menurut saya, jadi orang itu harus banyak tahu supaya kalau diajak ngomong apa aja nyambung, di kalangan apa saja bisa masuk dan menyesuaikan.

Ilmu pengetahuan tidak hanya dari koran, bisa dari buku (agama, psikologi, sains, teknologi, dll). Pokoknya lakukan apapun untuk pengembangan diri.

3. Tingkatkan kemampuan inter-personal

Yap, di zaman yang segalanya perlu all out dan vokal ini kita mau tidak mau dituntut untuk menjadi pribadi yang punya kemampuan bersosialisasi yang baik lho? Dalam dunia kerja kan pimpinan akan lihat kemampuan kita dalam berbicara, berinisiatif mengajukan program dan juga pastinya aktif dalam action atau eksekusi, jadi gak sekedar bicara tapi buktikan.. ceilah!

Seseorang yang memiliki kemampuan inter-personal yang baik biasanya gak susah dapat teman, karena sifatnya yang friendly. Tapi bukan berarti yang pendiam juga tidak bagus, no no! Setiap orang memiliki karakteristik masing-masing, dan saran saya, cari pekerjaan yang sesuai dengan passion dan karakteristik pribadimu supaya terasa manfaat dari pekerjaan itu dan juga manfaatnya buat orang lain. Okesip!

?

?Well, Be prepared because this life is getting more and more difficult. Doing efforts to the max, praying to the max and leaving everything to God (tawakkal) to the max!?

  • view 108