Ketika Cinta Tak Berjodoh

Naeli Fitria
Karya Naeli Fitria Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Januari 2016
Ketika Cinta Tak Berjodoh

Jangan diam hanya karena ingin ditegur ?bagaimana kabarmu??
Jangan berlari hanya untuk dikejar ?hendak pergi ke mana dirimu??
Jangan menangis hanya untuk ditenangkan ?aku akan selalu ada untukmu?
Jangan pernah menggantungkan hidupmu kepada seseorang yang belum pasti menjadi mahram-mu di dunia dan akhirat. Kamu berhak berdiri sendiri, Cantik?

Dan suatu hari, semua itu hanya akan menjadi kenangan dan benar, telah menjadi kenangan. Air matamu menetes untuk seseorang yang belum pasti menjadi mahram mu. Apakahini bagian dari ikhtiar? Jika memang jalannya benar, semoga iya, jika memang tidak, ini adalah cara-Nya menjauhkan dan melindungimu dari maksiat yang jika engkau dibiarkan, engkau akan semakin menjadi-jadi dan jika terus dibiarkan tentu hatimu akan terus disakiti oleh si dia.

Cantik, tanpa sadar kita sering sekali mengkhianati cinta Dzat yang benar-benar mencintai kita, memenuhi segala kebutuhan kita, mewujudkan mimpi-mimpi indah kita, yang mungkin orang lain tidak dapatkan. Semua diberikan-Nya untuk kebahagiaan kita. Lantas hendak kita balas dengan apa pemberian-Nya?

Selama ini kita dibiarkan berbuat sesuka kita, tanpa sadar kita sudah berlari terlalu jauh dari-Nya. Ternyata kita harus dihadapkan pada satu titik yang kita sebut itu masalah. Seketika kita marah kepada-Nya, ?kenapa kok begini, Ya Allah? Apa salahku??.. Selalu dan selalu begitu. Itulah aku dan kamu, sama-sama manusia biasa. Biarlah dibilang rapuh, selama langkah terseok-seok ini sedang berusaha mendekat dan terus mendekat kepada-Nya.
Inilah fase yang harus dilalui, saat ini. Sakit sekali rasanya ketika melihat orang yang kita cintai mengkhianati cinta kita. Tapi tidak dengan Tuhan kita Yang Maha Mencintai itu. Dia akan selalu ada di dekatmu, senantiasa selalu dapat Mendekapmu dengan cara-Nya yang sering kali kita bilang itu masalah, itu ujian.

Inilah fase yang harus dilalui, ketika terbentur dalam keadaan yang benar-benar tidak kita inginkan. Benarkah tidak kita inginkan atau justru di depan sana ada sesuatu yang indah yang sedang menanti? Semoga cantik masih ingat dengan ini ?untuk melihat pelangi kita butuh petir dan hujan..? Inilah petir dan hujan yang sedang ingin bersama kita, terimalah kedatangannya, karena mereka akan mengantarkan kita untuk melihat pelangi. Yakin ya, cantik?

Perkara jodoh yang sering sekali kita dibuat galau hingga makan pun tak mau, beraktifitas apa pun rasanya menjadi malas ini memang tidak mudah. Tetapi tidak mudah bukan berarti sulit. Ada satu hal yang benar-benar kita lupa bahwa jodoh, rezeki dan maut sudah ditakdirkan sejak usia kita empat bulan dalam kandungan bunda. Jodoh kita sudah ada. Yakinlah, sudah ada? Mungkin aku akan kutip perkataan Tere Liye yang kira-kira berbunyi seperti ini:

Tuhan itu tahu persis siapa saja orang-orang yang hanya hadir lalu berlalu dan siapa yang harus berhenti dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Perkara jodoh itu urusan Tuhan, lantas, apakita masih bandel mengintervensi skenario-Nya?

Ketika nasi sudah menjadi bubur, cinta sudah mendalam, lantas kecewa mendalam, sudahkah kita sama-sama memeriksa hati bahwa mungkin selama ini cinta kita kepada si dia melebihi cinta kita kepadaAllah? Hanya hatimu yang bisa menjawab, cantik..

Lalu, ketika cinta itu sudah dalam, lantas cinta tak berjodoh bagaimana perasaan kita? sakit sekali? menangis? wajar, itulah kita manusia yang lemah yang sedang lupa, sedang diselimuti cinta yang kadarnya berlebihan kepada manusia. Namun Allah selalu ada untukmu sebagai tempat meneriakkan rasa sakitmu itu kepada-Nya, mengadukan berkecamuknya perasaan hatimu yang mendidih geram kepada-Nya. Dia lah yang Maha Tahu yang terbaik bagimu..

Cantik, jangan jatuh terlalu dalam, kamu masih punya sahabat yang setia ada di sisimu, yang bersedia mengusap air matamu yang sedang berderai deras itu, yang siap mengajakmu untuk sama-sama kembali mencintai-Nya meski dengan cara kita yang tidak sempurna.

Ada beberapa hal yang perlu kita sadari, Cantik.. Jika Allah membiarkanmu terus menerus melupakan-Nya, siapkah ketika engkau harus kembali kepada-Nya tapi justru hatimu sedang tidak mencintai-Nya? Hanya air mata yang bisa menjawabnya. Tentu tidak mau dan sedih sekali. Jadikan mimpi terbesar hidup ini adalah untuk bertemu dengan Allah dan Rasul-Nya. Kau tahu, ada seorang motivator yang pernah berkata,?bahkan saya lebih mencintai Rasulullah Salallahu ?alaihi wa sallam daripada istri saya sendiri..?

Kini saatnya kembali kepada-Nya yang tidak menuntut apa-apa darimu selain patuh kepada-Nya dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya.. Bisakah? Insya Allah bisa! Jika kau tak mampu bergerak sendiri, bicara kepada sahabatmu bahwa kau butuh pertolongan, butuh bantuan, itu kan gunanya sahabat? :)

Biarlah saat ini kau dipisahkan dengan si dia oleh-Nya, yakinlah ini ada baiknya. Jika sama-sama untuk menuju kepada-Nya, Insya Allah kelak kau akan dipertemukan lagi oleh-Nya. Tak ada istilah jodoh tertukar, direbut dan hilang. Sungguh, ini hanya bagaimana cara kita memandang soa lujian dari-Nya dan jawab dengan sebaik-baiknya. Jika memang cinta tak berjodoh, tentu takkan ada pula kerugian yang kau derita. Jika dengan berakhirnya hubungan kau dan dia tetapi semakin mendekatkan kepada-Nya apa itu sebuah kerugian? tentu tidak?

Di masa-masa penantian ini, semoga bisa sama-sama kita gunakan untuk saling berbagi, mengingatkan dan saling mendukung sahabatnya satu sama lain. Mamaku pernah bilang,?dalam masa penantian ini, gunakan waktumu dengan sebaik-baiknya, lakukan hal-hal produktif hingga kegalauan bertekuk lutut. Selesaikan studimu terlebih dahulu. Setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan, itu kalam Ilahi yang takkan salah.?

Di masa penantian dan sendiri ini, kita bisa menimba ilmu dengan mengkaji Fiqh wanita yang akan sangat berguna ketika nanti berkeluarga atau bahkan meniti karir di luar rumah, belajar masak, menyetrika,menjahit dan lain-lain yang bersifat keibuan. Plus, belajar menjadi perempuan yang lebih dewasa melalui masalah-masalah yang diberikan.

Sudahlah, hapus air matamu itu, kamu lebih berhak untuk tersenyum daripada menangis, berlari daripada berjalan lambat, menatap masa depan dari pada merisaukan masa lalu yang sudah tidak ada apa-apanya lagi.
Aku tutup dengan satu lirik lagu Pangeran Surga milik Febrianti Almeera yaaa..
?Kuyakin namamu ada dalam masa depanku
Menguji kesabaranku melangkah, menunggu
Kau mungkin rahasia, ku nanti dalam ketaatan
Kupantaskan diriku di hadap-Nya..?

Closing statement dariku, ?Kau harus percaya diri bahwa laki-laki yang mendapatkanmu nanti adalah laki-laki yang paling beruntung di dunia ini karena kau mampu mengorbankan cinta yang semu demi mengejar cinta-Nya. Kau tak hanya cantik tapi juga salehah, Insya Allah??

Pada akhirnya, semua berasal dari Allah, aku hanya sebagai perantara.
Pada akhirnya jua, semua kembali kepada keyakinan masing-masing.
Wallahu a?lam bishowab, sesungguhnya segala sesuatu hanya Allah Yang Mengetahui?

  • view 1.2 K