Pindah Alam

Nadya Putri
Karya Nadya Putri Kategori Tokoh
dipublikasikan 14 April 2016
Pindah Alam

setelah menyelesaikan kewajiban Untuk Allah kira menjelang Malam, suara teriakan itu membuat hati bergetar malah rasanya ingin pergi dari rumah, "Semuanya Kumpul! ayoo ngaji" Kata kakek.

ketika semua sudah berkumpul kita (3 orang), segera lari berkumpul dan membawa kitab suci, Kitab Fiqih, dan buku dengan penuh catatan dan coretan nahwu sorof, dimulai ba'da maghrib sampai jam 10 malam. setiap hari kita digenjot untuk membaca kitab-kitab itu.

"kita jadi orang jangan jauh dari Agama apalgi dari Allah, rugi kita kalau sudah tua nanti tidak mengerti ilmu agama. seperti Hidup tanpa cahaya. mati tanpa bekal" pesan kakek.

kakek adalah orang yang keras kepala, semangatnya tinggi sekali untuk membekali anak,cucu, cicit. terlebih masyarakat setempat. ketika mengaji jika kita salah membaca satu huruf harus mengulang 1 lembar bacaannya sampai 10 kali membacanya. beliau tidak mengharap balasan apalagi uang, beliau akan senang kalau kami bisa dan lancar. mengerti dan memahami. beliau marah besar kalau kami malas dan banyak membuang waktu.

kegiatan kakek dalam seminggu mengaji dan ngajar ngaji, senin-jum'at kake mengajar cucu-cucunya, setiap malam sabtu kake mengajar masyarakat setempat di masjid dekat rumah dan minggu pagi kake mengaji dengan kh. sofwan nizhomi.

kakek pernah cerita pada saya, sewaktu kakek muda kakek sudah menjadi tentara karna jaman dahulu kake sempat terjajah oleh jepang dan belanda, kakek kabur  karna tidak ingin mengikuti mereka. kake tertangkap jepang di kuciin di kamar mandi selama 2 hari kakek bertahan. dan kakek selalu bersyukur karena kakek tidak pernah mendapat tamparan, tendangan, hukuman apapun yg menyakiti fisiknya.

setelah dikunci dikamar mandi kake pergi ke sebuah pemukiman, saat sedang beristirahat kakek melihat sosok wanita kuat dan tangguh. kakek tertarik dan akhirnya kake menikah dengannya yang sudah menjadi nenekku (Hj. Munaroh Binti H.Riman). setelah ikrar mengikat mereka kakek, kakek mendapat kan 10 anak, 2 anak meninggal dunia setelah dilahirkan, dan satu anak lagi meninggal karena sakit pada bulan Juni 2014, setelah 3 bulan kematian nenek.

 mereka memiliki anak, kakek pergi meninggalkan nenek dan anak-anaknya untuk bekerja kembali membela negara. nenek menangis karena takut kehilangan kakek.

suatu hari nenek mendapat kabar bahwa kereta yang membawa kakek terjadi kecelakaan, nenek dan anak-anaknya menangis, karna zaman itu tidak ada media untuk mencari tahu, mereka hanya dapat berdo'a supaya kakek kembali.

kakek pulang dengan selamat. mereka saat itu bahagia sekali, kakek membawa berita bahagia bahwa jepang dan sekutu akhirnya pergi meninggalkan indonesia.

kakek dan nenek hidup bersama kembali, kakek berjanji untuk menjaga keluarganya dan menggeluti dunia ilmu agama. 

nenek adalah sosok penyabar, sangat baik,sangat setia dengan kakekku dan mengerti etika dan tata krama walaupun nenek saat itu tidak diperbolehkan oleh ayahnya untuk bersekolah.

nenek wafat 16 Maret 2014, kakek menyusul 8 April 2016 (usia 92 Tahun)

kami kehilangan sosok kakek yang dijuluki sebagai GPS berjalan, Kamus berjalan, dan Kyai.

semoga kakek mendapat tempat terbaik dan syurga jaminan dr Allah untuk beliau.

Amiin Ya Allah

  • view 215