Gitar Berselimut Makna

Nadya Myrilla
Karya Nadya Myrilla Kategori Inspiratif
dipublikasikan 25 Oktober 2016
Gitar Berselimut Makna

Ketika buka facebook, ada berita tentang grup band Avenged Sevenfold yang dikirim oleh seorang teman. Saat itu, jadi ingat masa SMA, masa untuk pertama kalinya saya mencintai gitar, karena untuk pertama kalinya saya tahu grup band Avenged Sevenfold dari para sahabat yang mayoritas anak band (sedangkan saya hanyalah wanita biasa yang kalaupun diajak nge-band lebih cocok megang posisi sebagai pemegang kabel). Ketika mendengar lagunya, langsung jatuh cinta sama permainan solo gitarnya. Lead guitarnya bernama Synyster Gates, selain wajahnya yang keren, skill gitarnya juga keren banget, saking kerennya, enggak kaget kalau dia memang sering memenangkan penghargaan bergengsi, salah satunya dari MTV Music Award sebagai The Best Shredder. Dan di saat itulah pertama kalinya saya mulai mencintai gitar, bahkan niat ingin menjadi gitaris. Saking niatnya, setiap hari latihan tabulasi gitar biar bisa main melodi petik. Setiap hari duduk dengan antusias depan komputer buka youtube, buat lihat cara main gitar ala Synyster Gates. (Sambil ngekhayal suatu saat bisa jadi gitaris kayak dia).

Dulu, saya juga rajin nabung buat beli gitar elektrik yang merupakan benda impian saya. Saking ngidamnya, saya suka cerita ke orang-orang kalo saya cinta banget sama gitar, malahan foto profil aja lagi pose sama gitar (gitar mainan/gantungan kunci gitar). Makanya, setiap saya ulangtahun, teman-teman yang udah hafal tabiat saya pasti langsung ngasih kado yang apapun itu bendanya, pasti berbentuk gitar. Ada yang ngasih jam bentuk gitar, flashdisk bentuk gitar, tempat pensil bentuk gitar, gantungan kunci, bahkan ada yang khusus menggambarkan gitar dengan ukiran indah dan bernilai seni tinggi (kalau saya yang bikin gambarnya butuh waktu bertahun tahun untuk beres).

Senang rasanya punya berbagai koleksi dalam bentuk gitar. Tapi tetap saja benda impian, yaitu gitar akustik selalu menghantui saya, ketika makan, bahkan ketika tidurpun mimpi lagi main gitar (*dan ditimpuk sama penonton). Hingga pada akhirnya, uang yang saya tabung jumlahnya sudah mendekati harga gitar elektrik yang saya idamkan. Tapi, ketika awan mendung dan hujanpun turun, mama berkata, "Buat apa nabung beli gitar elektrik, nanti rumah jadi berisik! ".

Saya yang belum bisa berdiplomasi untuk menguraikan alasan akhirnya pasrah, mengiyakan dan mengurungkan niat untuk beli gitar serta memaklumkannya, karena ketika memainkan gitar, bukan alunan merdu yang keluar, melainkan alunan fals yang dikhawatirkan membuat tetangga risau. Meskipun demikian, saya tetap mencintai gitar. Karena, bagi saya gitar adalah sebuah benda yang penuh makna. Kalau dilihat hanya dengan mata sebatas panca indera, gitar adalah benda biasa yang memiliki enam senar. Tetapi, bila melihatnya dengan mata hati, seakan ia berkata, "Hidup itu bagaikan dawai gitar, akan mengalun merdu bila kamu mengetahui pedoman kunci untuk memainkannya”.  Contohnya, kalau yang main gitarnya saya, apalagi sambil nyanyi, orang sekitar bisa mendadak harus dibawa ke klinik terdekat karena perutnya yang mual. Tapi, kalau yang mainnya Andra and the Backbone, apalagi ditambah duet bareng Raisa, orang yang asalnya sakit akan lupa bahwa sedang sakit, alias bisa mendadak sehat (terutama buat yang lagi sakit hati ditinggal mantan).

Dari filosofi ini, makna yang saya dapat adalah, kalau hidup merasa sedih, merasa belum menemukan jati diri, merasa ada yang kurang, merasa hati tidak tenang, merasa gundah gulana dengan bergumam, "Kenapa hidupku seperti ini?". Itu artinya ada yang kurang, itu artinya saya harus memiliki pedoman yang benar agar hidup dapat berjalan dengan indah seperti alunan merdu dawai gitar. 

Saya jadi teringat seorang kawan yang berkata, "Wajar saja kamu belum mahir bermain gitar, karena selama ini kamu hanya melihat orang yang bermain gitar, dan kamupun memainkannya dengan insting karena tidak sabar untuk  mempelajari satu persatu chord serta malas untuk memahami pedoman tabulasi yang benar. Karena semuanya membutuhkan proses, bila menjalani proses sudah sesuai dengan pedoman yang benar, maka kamu pasti akan bisa mahir memainkannya. Begitu juga dengan hidup ini kawan, mungkin kita tahu apa itu pedoman yang benar, tapi apakah kita sudah memahaminya secara keseluruhan?".

Tidak hanya gitar yang ketika itu berselimutkan makna. Lirik lagu yang ketika itu saya dengar ternyata punya makna mendalam. Contohnya adalah lirik lagu Avenged Sevenfold yang berjudul Afterlife. Mulanya saya sekedar menikmati musiknya saja, terutama permainan solo gitarnya, tetapi ketika saya cari liriknya di google, waw! bikin mendadak inget tentang "Afterlife". Setelah hidup, ada kehidupan yang sesungguhnya sedang menanti. Ternyata hidup di dunia cuma sementara, kita tidak bisa melarikan diri dari kehidupan yang  abadi nanti, afterlife. Begitulah kutipan liriknya.

Hmmm..sepertinya, selain menabung buat beli gitar, saya harus menabung amal untuk mempersiapkan bekal untuk "Afterlife" (akhirat) kelak.

Terima kasih untuk pencipta gitar dan pencipta lagu Afterlife yang telah mengingatkan saya, dan yang terutama untuk Pencipta Semesta.

 

Nadya Myrilla

Oktober 2016

 

 

 

 

Sumber gambar : http://www.beautyscenery.com

  • view 339