Why Im Still Waiting?

Nadia Gustiana
Karya Nadia Gustiana Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Maret 2016
Why Im Still Waiting?

Cuaca sedang panas-panasnya dikota ini. Aku masih duduk di halte, sendirian. Ku lihat orang berlalu lalang dengan kendaraan mereka. Telah berulang kali pula bus berhenti di halte ini dan dimasuki oleh orang-orang yang telah menantinya. Aku hanya melihat saja. Tidak ada keinginan untuk naik.

Kulihat jam ditangan kiriku sudah menunjukkan pukul setengah 2. Suhu dikota ini semakin meningkat. Jika tiada asap, maka panas datang sebagai gantinya.

Aku tidak mengeluhkan hari ini. Aku selalu percaya ada harapan untuk segala hal yang kita nantikan. Aku meyakini kehadiran itu pasti ada. Aku berharap ada ragamu disampingku. Untuk temani aku lewati hari yang melelahkan ini.

Setelah pertemuan pertama yang tanpa disengaja itu. Di halte ini aku menemukanmu. Saat itu kita sama-sama mengenakan kemeja biru. Kau duduk disampingku. Hingga akhirnya kita bertemu lagi dihari kedua, ketiga dan seterusnya dijam yang sama. Setengah 2 siang. Ironisnya, kita tak saling sapa. Meski, selama 30 hari aku bertemu denganmu.

1 tahun sudah berlalu.

Kau tahu? Aku masih sering datang ke halte ini, tepat pukul setengah 2 siang. Meskipun aku tidak ingin naik bus. Aku tetap datang. Menunggu hingga kau duduk disampingku.

?

Gambar diambil dari sini

  • view 203