Tentang Persahabatan

Nadia Gustiana
Karya Nadia Gustiana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Februari 2016
Tentang Persahabatan

TENTANG PERSAHABATAN

Oleh : Nadia Gustiana

?

Kebanyakan orang mengira bahwa persahabatan hanya berbicara tentang keberadaan yang selalu ada, selalu hadir, selalu datang saat ini dan itu, dan selalu selalu lainnya. Bahkan dalam persahabatan (katanya), kehadiran dijadikan sebuah kewajiban yang cukup mutlak. Mereka menganggap itu sebuah keharusan. Ya keharusan untuk selalu ada dan selalu bersama.

Bagaimana dengan mereka yang dulunya selalu ada, namun tiba-tiba menghilang? Tiada berkabar, tiada bersuara, tiada pernah tampak kehadirannya. Padahal dulu selalu ada, dan disebut-sebut itu sebuah persahabatan.

Untuk saat ini, pantaskah itu disebut dengan persahabatan?

Hal-hal yang (bisa dibilang) indah telah dilalui bersama. Kebetulan-kebetulan yang disengajakan selalu dihadirkan. Kelucuan yang dibuat-buat pun tampak alami adanya. Semua ada (dulu). Memang sulit untuk disangkal bahwa keberadaan itu mutlak diperlukan dalam persahabatan. Fungsinya tidak hanya sekedar untuk memenuhi daftar hadir, tapi justru sebagai pencipta rasa ?nyata?.

Nyata dalam arti bahwa ?kita? (yang tergabung dalam persahabatan itu) memang benar adanya tengah bersahabat. Saling mendengar jika ada yang berbicara. Saling memeluk jika ada yang terpuruk. Saling merangkul jika ada yang terjatuh. Hingga saling merindu satu sama lain.

Keberadaan saat ini memang sedang jauh-jauhnya. Menimbulkan rasa curiga dalam hati. Masihkah aku dirindukan? Masihkah keberadaanku diinginkan? Semoga masih.

Dan sebenarnya sejauh apapun kaki ini telah melangkah, toh mereka itu tetap jadi salah satu alasan untuk kembali. Kembali untuk meyakinkan diri bahwa persahabatan itu tidak harus keberadaannya selalu ada. Justru ketika tidak ada, hati masih bisa merasakan bahwa mereka akan selalu ada.

Semoga aku masih dirindukan mereka.

  • view 179

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Dan sebenarnya sejauh apapun kaki ini telah melangkah, toh mereka itu tetap jadi salah satu alasan untuk kembali. Kembali untuk meyakinkan diri bahwa persahabatan itu tidak harus keberadaannya selalu ada. Justru ketika tidak ada, hati masih bisa merasakan bahwa mereka akan selalu ada. Semoga aku masih dirindukan mereka... T_^