Secuil Pengalaman di Negeri Gajah Putih

Nadia Gustiana
Karya Nadia Gustiana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Oktober 2016
Secuil Pengalaman di Negeri Gajah Putih

Belum genap seminggu kaki ini baru saja meninggalkan jejak di negeri gajah putih, Thailand. Mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program Students Academic Visit 2016 di Prince of Songkhla University, kota Pattani merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan. Bagaimana tidak, mendapat kesempatan untuk berkunjung ke kampus 10 terbaik di Thailand, serta bertemu dengan civitas akademika disana serta berbagi dan mendengarkan pengalaman mereka merupakan suatu harga yang pantas didapat atas panjangnya persiapan mengikuti program ini.

Pencapaian dari program ini adalah untuk bertukar budaya akademik pada masing-masing universitas. Suatu malam saya dan teman-teman berkesempatan untuk bertemu dengan beberapa mahasiswa kelas internasional. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk berbagi pengalaman mengenai perkuliahan, budaya, organisasi, maupun pengalaman individu yang pernah mengikuti program pertukaran pelajar.

Kegiatan akademik disana tetap berlangsung hingga malam hari. Merupakan hal biasa jika masih ada perkuliahan ataupun ujian yang diadakan pada malam hari. Para mahasiswa/i juga terbiasa menghabiskan waktu malam hari mereka di perpustakaan kampus, atau belajar bersama di suatu gedung hingga pagi hari. Ini merupakaan budaya belajar yang tidak pernah saya temui di kampus.

Tidak hanya di perpustakaan saja, bahkan di kantin pun mereka masih membawa-bawa buku dan terbiasa belajar bersama dengan pelajar lain pada jam makan siang mereka. Budaya menjaga kebersihan juga cukup terasa hingga ke kantin kampus. Tempat sampah yang dibeda-bedakan berdasarkan jenisnya juga dapat kita temukan hingga ke kantin.

Dan selama disana pula saya telah membuktikan sendiri bahwa benar adanya julukan “Negeri sejuta senyuman” untuk warga Thailand. Hampir semua orang yang saya temui disana selalu memberikan senyuman yang sangat ramah meskipun ia tak mengenalinya.

Ada satu kejadian menarik, yang mungkin barangkali sudah diketahui banyak orang tapi bagi saya itu adalah pembuktian pertama setelah pernah membaca artikel tentang hal ini. Yaitu, ketika semua orang mendadak mematung. Padahal sore itu saya dan teman-teman sedang berjajan ria di sekitaran kantin kampus untuk mencicipi makanan lokal disana. Namun, tiba-tiba terdengar suara nyanyian dari pengeras suara yang saya pun tak tahu artinya apa. Dan kemudian spontan seluruh aktivitas jual beli disana terhenti. Saya memperhatikan sekeliling dan semuanya hanya mematung. Teman saya mengingatkan bahwa saat itu sedang diputar lagu kebangsaan Thailand. Lagu ini diperdengarkan setiap pukul jam 8 pagi dan jam 6 sore. Saya senyum-senyum sendiri merasakan hal seperti itu. Betapa rasa mencintai negeri sendiri itu masih sangat terasa disana.

Benar, bila dikatakan rasa nasionalisme masyarakatnya masih tinggi terhadap negaranya sendiri. Hal itu dapat dibuktikan lagi dengan banyaknya kibaran bendera warna Merah Putih Biru Putih Merah hampir di setiap bangunan milik warga. Bahkan foto-foto Raja juga banyak terpampang di sepanjang jalan dan dapat dengan mudah bisa kita temukan. Dari beberapa sumber yang saya baca dan saya tanya ke teman asli Thailand, bahwa sang Raja cukup diagungkan di Negeri tersebut.

Bagi saya ini merupakan pengalaman yang memperkaya diri saya ketika berjalan-jalan ke luar negeri. Kunjungan ke negara lain bisa diibaratkan seperti bertamu ke rumah orang lain. Etika dan budaya setempat harus kita hormati. Dan tentunya di tempat asing banyak sekali hal-hal yang bisa kita pelajari jika kita mau melihatnya dari berbagai sudut pandang.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menambahkan sedikit informasi tentang Thailand, menambahkan rasa nasionalisme kita, dan tentunya bagi para pembelajar untuk terus belajar demi ilmu yang bermanfaat.

 

  • view 208