Mbah yai

Nadae epic
Karya Nadae epic Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 10 April 2016
Mbah yai

Mbah yai

akan kumulai kisah ini,berhitunglah, satu, dua, tiga. Bukan detik ataupun menit, namun tahun dimana seseorang pernah ada di dunia ini dan menghidupkan kenangan yang hampir lekang dalam ingatanku. Percayalah ini tak akan lama, jadi duduk dan simaklah.

mbah yai, biasa ku sebut ia begitu. Ia adalah kakek ku adik ibu dari ayah ku. Seperti layaknya mbah-mbah lain dari sudut dunia ini. Keriput di wajahnya telah melebihi batas normal, matanya hampir buta dan hari-hari nya tak jauh dari kursi roda. Mungkin tak ada yang spesial dari dirinya, aku juga tak pernah memperhatikan ia, sebelum ku tahu kisahnya dari ayahku.

ternyata, Mbah yai adalah seorang hafidz. Ia sangat menjaga dan tidak mau kehilangan hafalan Al-qur'an nya. Sehingga setiap hari, setidaknya, ditengah penyakit alzeimer khas orang tua, ia menghatamkan alqur'an tiga kali bil ghoib. Dan tahukah kau ada pepatah yang mengatakan bahwa seseorang akan mati degan kebiasaan yang ia lakukan?. Sedangkan Mbah yai, ia meniggal tertimpa ratusan buku di perpustakaan miliknya. Mati konyol?, mungkin, atau terserah kau memandangnya. Namun jujur aku tetap bangga kepadanya.

 

  • view 213

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    2 tahun yang lalu.
    Mati konyol? Bukan.. itulah takdir.. semua orang berbeda cara matinya.. mati yang dicari adalah cara mati yg cepat mati.. tidak disiksa oleh sakit penyakit... itu yg orang cari