Rindu dan Sesal (Part 1)

nabila zia
Karya nabila zia Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 07 Maret 2016
Rindu dan Sesal (Part 1)

?Sudah berapa lama kau menyimpannya?? tanyanya suatu hari.

Namanya Ranum, kalau kau baru mendengar namanya pasti kau bertanya-tanya laki-lakikah atau perempuan dia. Ranum adalah teman terbaikku yang pertama kali kukenal di pulau orang ini. Ranum selalu bangga akan nama pemberian ibunya ini. Memang sesuai arti namanya ia begitu matang dalam berpikir.Ranum itu laki-laki.

?Aku menyimpannya jauh sebelum aku terdampar di pulau ini.? jawabku tanpa menatap matanya yang kecoklatan.

Telah lama aku tinggal dalam perangkap perasaan ini. Perasaan yang sering membuat bibirku kelu untuk berucap ketika dihadapan mereka. Membuatku kikuk dalam bersikap. Namun aku rindu mereka.

?Rindu dan Sesal dua perasaan yang berbeda. Namun ia tinggal dalam satu tempat yang sama. Oh ya hebatnya hati begitulah. Hanya memiliki satu tempat namun banyak rasa yang tersimpan di dalamnya. Perasaan itu adalah anugerah dari sang pemilik hidup. Rindu mengajarkan kita untuk bersabar akan hal-hal atau orang-orang yang kita rindukan. Rasa sesal mengajarkan kita bahwa manusia memang tempatnya salah. Akan kesalahan-kesalahan kita pasti menimbulkan banyak rasa sesal yang menggumul dalam dada. Itu wajar anak muda.? Suara beratnya seperti mampu memecah kesunyian senja kali ini.

?Lantas bagaimana menghadapi dua perasaan yang berbeda ini.? tanyaku yang mulai gamang akan keberadaan dua perasaan ini.

?Berdamailah dan ikhlaslah akan dua perasaan yang ada itu.?

?

  • view 125