Apa Kau Benar Baik-Baik Saja?

nabila zia
Karya nabila zia Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Januari 2017
Apa Kau Benar Baik-Baik Saja?

Agaknya kita yang sedang tumbuh menjadi dewasa perlu belajar dari anak kecil. 

Anak kecil sangat jujur mengungkapkan perasaannya. Bila mereka merasa sakit mereka akan mengatakan dengan jujur bahwa mereka sakit. Bila mereka ingin sesuatu mereka akan menunjukkan apa yang mereka inginkan. Bila mereka ditanya, “Apakah kamu baik-baik saja?” jawabannya akan beragam. Bila ia memang baik-baik saja mungkin ia akan menganggukkan kepala dan bila bukan mereka akan menggelengkan kepala.

Namun, seiring bertumbuh dewasa aku merasa banyak yang mencoba tak jujur pada dirinya. 

Mereka selalu mengatakan kepada dirinya bahwa mereka sedang baik-baik saja. Mereka sadar mereka memiliki luka atau apalah semacamnya yang membuat mereka sakit. Namun, mereka mencoba tak mempedulikan itu hingga akhirnya luka-luka itu bertumpuk dan di masa selanjutnya menimbulkan trauma yang dalam. 

“Apakah kau benar-benar baik-baik saja?”

Mungkin selama ini kita selalu mengkhawatirkan orang lain. Mengkhawatirkan keluarga kita, teman-teman kita, sahabat hingga pasangan kita. Mengkhawatirkan mereka apakah mereka benar-benar baik saja. Padahal seharusnya yang harus kita tanyakan terlebih dahulu adalah apakah kita benar-benar baik saja. 

Cobalah menanyakan itu pada dirimu sendiri. Jawablah dengan jujur. Bila kau memang sedang tidak baik-baik saja. Berusahalah untuk menyembuhkan dirimu sendiri. Jangan mengharapkan orang lain datang dan menyembuhkannya. Sekalipun ada yang datang, luka itu tak akan sembuh bila kau sendiri tak memiliki kemauan untuk sembuh. 

Bukankah begitu?

Sekalipun seorang psikiater mampu menyembuhkan penyakit mental seseorang namun, bila tidak ada kemauan untuk sembuh dari pasien itu sendiri maka akan sia-sia sajalah.

Jadi, apakah kau memang baik-baik saja? 

  • view 88