Be That Person

nabila zia
Karya nabila zia Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Januari 2017
Be That Person

Pernahkah kamu menginginkan ada orang yang selalu ada di sampingmu saat kamu terjatuh?

Pernahkah kamu menginginkan ada orang yang menghapus air matamu yang mengalir dan membentuk lengkungan senyum indah di wajahmu?

Pernahkah kamu menginginkan ada orang yang selalu menyemangatimu untuk meraih mimpimu?

Pernah. Aku pernah.

Setiap orang memiliki keinginan akan diperlakukan bagaimana oleh orang lain. Namun, salah bila kita memaksakan kehendak kita pada orang lain untuk memperlakukan kita seperti apa yang kita inginkan. 

Beberapa hari lalu menemukan postingan instagram salah seorang teman namanya kak cintia yang aku kenal lewat workshop menulis yang diadakan di Surabaya. Aku mengutip salah satu postingan instagramnya,

Menyenangkan sekali memiliki orang yang percaya akan impian kita, menyemangati dan menolong kala berjuang, mengapresiasi kala sukses, dan menghibur saat jatuh ~ Addiscte

Baper, pasti ketika membaca postingan tersebut dan ada foto kak sintia bersama dengan partner yang selalu mendukungnya selama ini. And at that time I’m wondering If I have someone like that. 

Nyatanya, hidup ini adalah sebuah proses timbal balik. 

“Be That Person”

Sebuah komentar sederhana dari salah seorang sahabat. Jadilah orang itu. Misalkan kamu ingin memiliki orang yang selalu memberi semangat maka jadilah orang yang selalu menyemangati orang lain. Jika ingin dicintai maka mencintailah terlebih dahulu. 

Karena kita akan mendapatkan apa yang kita tanam. Semakin banyak memberi maka kita akan banyak mendapatkan. Meski bukan dari orang yang kita beri itu. Bisa jadi dari orang lain atau hal lainnya.

Seperti yang digambarkan dalam film La La Land, yang happening right now. Cerita sederhana yang dikemas dalam kemasan menarik. Cerita tentang perjalanan menggapai impian.  Tentang menjadi partner yang selalu mendukung impian, memberi semangat saat terjatuh, 

Dalam film itu tidak mungkin Mia akan mendapatkan orang yang menyemangatinya bahkan pada saat di titik dia hampir putus asa bila dia tidak memberi semangat dulu ke orang lain. Ya, Mia dalam film itu beruntung mendapatkan Sebastian yang selalu ada dan mendukungnya untuk menjadi aktris. Mia hampir putus asa setelah enam tahun mencoba namun banyak kegagalan yang ia dapat yang sangat meyakinkan hatinya. Namun, Sebastian terus meyakinkannya. Dan di titik dimana ia hampir putus asa datanglah kabar bahwa dia mendapat kesempatan casting sebuah film besar. Kesempatan itu datang karena Mia membuat pertunjukannya sendiri. Meski hanya sedikit yang menonton. Tapi siapa menyangka bahwa itu awal kesempatan barunya yang membuat namanya bersinar. Hampir saja Mia menolak tawaran itu karena ia merasa akan gagal lagi. Namun, Sebastian terus meyakinkannya hingga Mia mengiyakan. 

Mia tidak akan mendapatkan seorang Sebastian yang mendukungnya, bila di awal Mia tidak memberikan dukungan pada Sebastian. Awal pertemuan Mia dan Sebastian ketika Sebastian sedang bermain piano di sebuah klub. Mia melihat penampilan yang mengagumkan dari Sebastian. Namun, tidak dengan pemilik klub yang melihat penampilan Sebastian sangat membosankan dan akhirnya Sebastian dipecat. Sebastian adalah musisi jazz yang bermimpi memiliki klub jazz sendiri. Dari situ Mia mulai menyemangati Sebastian.

Hidup itu timbal balik bukan?

Jadilah orang seperti apa itu terserah dirimu. 

Jadilah sebagaimana kamu ingin diperlakukan orang lain.

  • view 67