Apa Salahnya Menjadi Berbeda

nabila zia
Karya nabila zia Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 16 Januari 2017
Apa Salahnya Menjadi Berbeda

Apa jadinya pelangi yang terdiri dari berbagai warna yang indah itu diganti warnanya menjadi sama semua? Sama dengan awan yang berwarna biru. Bukankah keindahan pelangi itu akan sirna begitu saja

Melihat pelangi yang terdiri dari berbagai warna saja sudah menunjukkan bahwa perbedaan itu mutlak adanya. Dan memang telah Tuhan rancang dari awal kehidupan manusia. Perbedaan jenis kelamin misalnya antara Nabi Adam dan Hawa. Mereka berdua berbeda, namun perbedaan yang ada bukanlah untuk saling menyaingi satu sama lain. Perbedaan yang ada adalah untuk melengkapi satu sama lain.

Malam ini tertarik untuk bercerita tentang perbedaan dan kepedulian. Terinspirasi dari menonton sebuah film yang sebenarnya sudah sangat lama yakni Taare Zameen Par tentang anak penderita disleksia yang mendapatkan kepercayaan dirinya kembali dan menjadi bintang sesuai bakat terpendam yang ada pada dirinya karena kepedulian seorang guru kepada dirinya.

“Kepedulian dapat menyembuhkan luka”

Satu pesan yang aku tangkap dari film tersebut. Bagaimana perasaanmu bila di usia 9 tahun dimana teman-temanmu sudah bisa membaca dan menulis dengan baik, melakukan hal-hal sederhana dengan baik namun di saat itu juga kamu belum bisa. Adalah kepercaya dirian yang terkikis. Terlebih bila orang-orang di dekatmu hanya menjustifikasi bahwa kamu bodoh, nakal, malas, tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan dirimu. Ini sungguh sangat membentuk sebuah luka. Namun, kepedulian dari seorang guru yang memahami bahwa dirimu adalah permata dunia ini berhasil membangkitkan kepercayaan dirimu dan kembali bersinar dengan bakat yang Tuhan telah berikan.

Setiap manusia itu berbeda dan setiap manusia memiliki bakat yang dianugerahkan oleh Tuhan

Namun kejamnya dunia yang kadang ingin menyeragamkan sesuatu sehingga membuat banyak bakat-bakat unggul terpendam. Nasehat-nasehat yang terdengar adalah jadilah anak yang berperingkat satu, jabatan tertinggi, dan segalanya yang tertinggi di dunia ini. Dan yang ada hanyalah persaingan yang saling menjatuhkan dengan segala macam cara hanya untuk mencapai posisi puncak. Untuk apa posisi puncak bila hati kita tak bahagia? Kita tak bisa bersinar dengan anugerah yang Tuhan berikan. Akan kau jawab apa ketika Tuhan menanyakanmu , “Sudahkah kau mempergunakan bakat yang kuberikan padamu seutuhnya?”

Kemampuan setiap orang berbeda. Kita tak boleh terlalu cepat menjustifikasi seseorang.

Hanya karena seorang anak di umur 9 tahunnya belum bisa membaca dan menulis lantas kita menjustifikasinya dan mengatakan dia idiot. Sungguh tidak bisa! Tak ada hak kita untuk mengatakan seperti itu. Kemampuan yang ada pada kita adalah pemberian-Nya yang sewaktu-waktu bisa diambilnya. Bagaimana bisa Tuhan membalik posisimu?

Memang manusia butuh seseorang yang peduli dan percaya akan kemampuan dirinya agar ia bisa berkembang. Aku pernah punya cerita. Ketika dulu sempat menjadi guru di sebuah TK IT di daerahku. Ada anak laki-laki yang diantara teman-temannya badannya paling besar sendiri dan paling jagoan sendiri. Namun, kemampuan motoriknya termasuk lemah. Teringat waktu sesi melemparkan bola. Ketika teman-temannya sudah asyik bermain bola, anak itu masih duduk di bangkunya. Kudekati dia dan kuyakinkan dia bisa bermain bola. Dia mencoba sekali melemparkan ke teman-temannya namun gagal, aku mencoba menyemangatinya lagi. Dan akhirnya bisa. Kini dia menjadi senang bermain bola. Meski kemampuan motoriknya agak lamban namun Subhanallah dia yang paling memiliki banyak hafalan Al-Quran dibanding teman-temannya seusianya.

Begitu juga saat aku dan bersama Sahabat Unik Luar Biasa biasa memberikan kepedulian pada anak-anak difabel di panti asuhan Al-Rifda. Mereka yang awalnya malu-malu untuk menunjukkan kemampuannya kini menjadi lebih percaya diri. Ayok menjadi bagian yang peduli pada perbedaan di sekitar kita. Kita tak pernah tahu sekecil kepedulian kita pada seseorang mampu mengubah hidupnya seutuhnya. Sebentar lagi Sahabat Unik Luar Biasa akan open recruitment. Jangan lupa daftar ya

Jadi, jadilah berbeda. Karena menjadi berbeda bukanlah salah kamu.

Yang salah adalah dunia ini terlalu ingin menyeragamkan sesuatu

  • view 111