Aku dan Lalat-Lalat Menjijikkan

Nisrina S Nissinero
Karya Nisrina S Nissinero Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 19 Mei 2016
Aku dan Lalat-Lalat Menjijikkan

Tanpa terasa, hari demi hari aku semakin tinggi, mungkin dalam hitungan tahun aku bisa mengalahkan tingginya gedung pencakar langit. Hah... tapi itu sangat tidak mungkin, karena tak ada pondasi kuat di bawahku. Selain itu mungkin orang-orang akan mati bila tinggiku mencapai itu, bisa karena tertimbun atau hanya karena bauku.

Temanku hanya lalat-lalat yang menjijikkan. Sedihnya lagi, mereka tak pernah benar-benar mau menjadi temanku, ataupun sahabatku. Ketika perutnya terasa kenyang mereka pergi begitu saja. Benarkah memang ini nasibku, yang akan terus menjalani hidup dengan begini saja, menunggu dan hanya menunggu. Ketika ada lalat lain yang datang, aku merasa senang karena mungkin inilah teman yang sebenarnya. Namun, lagi-lagi mereka pergi ketika hajatnya telah tertunaikan. Aku masih mencoba untuk sabar.

Namun tetap saja dalam hatiku masih menyimpan sakit hati pada lalat-lalat itu, mereka datang kala mereka butuh, dan pergi saat semuanya telah cukup baginya. Semakin busuk bauku, semakin banyak lalat yang datang. Dan itu semakin menusuk hatiku.

Hingga akhirnya penantianku berbuah manis, ketika seorang pemulung menghampiriku. Dia dengan hati-hati dan sabar memilah dan memilih apa yang ada dalam diriku. Akhirnya ia membawaku, yang katanya masih bisa didaur ulang. Oh.....rasanya, tak bisa terkatakan. Mungkin inilah yang dikatakan banyak orang, pucuk dicinta ulam tiba. Ternyata memang skenario hidup tak mesti sesuai dengan apa yang kita inginkan dan ketahui sebelumnya. Sampah sepertiku ternyata ditakdirkan “bukan” untuk seekor lalat yang “hanya” kepincut dengan bauku, lebih dari itu, aku masih bisa menjadi barang yang berharga di tangan seorang “pemulung” yang tepat.

Paling tidak aku masih bisa berguna setelah merasakan “mati” dalam tumpukan yang menggunung. Dan “kebangkitan” ini sudah seharusnya menjadikanku lebih baik. Semoga.

 

Shadow of The Great Learner,

 

  • view 209